Showing posts with label Taman. Show all posts
Showing posts with label Taman. Show all posts

Wednesday, 12 December 2012

Sejuknya Taman Wisata Wera - Sulawesi Tengah

Taman Wisata Wera,Air Terjun, Sigi
Potensi wisata di Sulawesi Tengah memang tidak ada habisnya. Salah satunya adalah Taman Wisata Wera. Taman Wisata ini merupakan salah satu obyek wisata yang sudah tersohor di Sultengdan masuk dalam wilayah Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Jika anda benar-benar ingin berkunjung, untuk mencapai kawasan Taman Wisata Wera tidaklah sulit karena terdapat jalan aspal yang menghubungkan Kota Palu dengan desa-desa di sekitar lokasi wisata, seperti Desa Balumpewa yang berjarak sekitar 1 km dari jalan raya. Dari Kota Palu menuju ke Desa Balumpewa yang berjarak 19 km, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau carteran dalam waktu sekitar 45 menit. Selanjutnya, dari Desa Balumpewa ke lokasi air terjun yang berjarak 2 km, dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Kawasan Taman Wisata Wera sebagian besar merupakan daerah perbukitan dengan kondisi topografi pada umumnya berlereng sampai terjal dengan kemiringan antgara 60% s/d 95% terdapat lembah yang sempit yang merupakan aliran sungai Wera yang agak datar terdapat pada bagian bawah disekitar desa Balumpewa dengan ketinggian dari permukaan laut 150 m s/d 800 m dpl.  Selain itu terdapat juga Permandian Air Panas Montokole yang terletak  ± 2 Km sebelah Selatan Taman Wisata Wera . Para wisatawan dapat menjadikan Pemandian Air Panas Mantikole ini satu paket wisata dengan Taman Wisata Wera, sehingga perjalanan wisata para wisatawan lebih bervariasi dan menyenangkan.

Taman Wisata Wera,Air Terjun, Sigi
Jika anda bertandang Kawasan Taman Wisata Wera, maka anda dapat menikmati udara yang sejuk sembari menikmati keindahan air terjun yang mengucur deras dari atas tebing, Air terjun Wera dengan ketinggian terjunan ± 80 m dengan kemiringan terjun antara 70° – 80° manakala kita berada disekitar tempat jatuhnya air menyuguhkan pemandangan yang indah.. Jika anda naik sedikit ke atas bukit maka anda akan disuguhkan oleh pemandangan yang masih begitu asri.

Jangan mengira pesona taman wisata Wera akan habis disitu saja, di taman ini anda juga dapat menyaksikan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di kawasan taman wisata ini, Flora seperti : kenari/ntoli (canarium aspermun), bintangur (callophylum sp.), lebanu (nauclea sp.), beringin (ficus benyamina), lei (palagulum javanicum), serta beberapa tumbuhan epifit, seperti anggrek tanah, dan pakis sarang (asplenium nidus) akan mudah anda temui di taman wisata wera. sedangkan jenis satwa yang dapat dijumpai di kawasan Taman Wisata Wera relatif sedikit, hanya beberapa jenis mamalia, aves dan serangga yaitu antara lain : Monyet hitam Sulawesi (Macaca tonkeana), Kus-kus (Phalanger ursinus), Tarsius (Tarsius spectrum), Burung kasuari, Gagak (Aceros cassidix), Ayam hutan (Gallus-gallus) dan beberapa jenis kupu-kupu. Keberadaan satwa yang relatif kurang ini tak lain disebabkan oleh kondisi habitat yang sudah terganggu dengan gangguan masyarakat sekitar yang masih sering berburu dan melintasi kawasan ini. (src: berbagai sumber)

Wednesday, 5 December 2012

Mahakarya Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Taman Nasional ini biasa disebut juga dengan Kepulauan Wakatobi memiliki wilayah yang mencangkup 4 pulau dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya. Taman Nasional ini merupakan salah satu dari 50 taman nasional laut yang terluas di Indonesia. Terumbu karang dan ikan termasuk sumberdaya penting yang menjadi fokus pengelolaan Taman Nasional Wakatobi. 

Ekosistem terumbu karang dinilai sebagai ekosistem laut pantai yang sangat produktif yang dapat ditemui di perairan tropis. Secara ekologis terumbu karang memegang peranan penting sebagai habitat komunitas ikan karang yang menjadi target tangkapan nelayan. Masyarakat nelayan dalam kawasan Taman Nasional ini telah menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sumberdaya ini sejak dahulu kala.
Berdasarkan hasil survey oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Dept. Kehutanan dan WWF tahun 1989 serta voluntir dari Operation Wallacea dan Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) menunjukan bahwa Kepulauan Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang sangat melimpah, baik jenis maupun keunikannya serta panorama bawah laut yang menakjubkan.  

Di Taman Nasional Wakatobi ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut seperti Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang di dasar laut. Sebagai tambahan dari rangkaian terumbu karang yang spektakuler, terdapat belasan lokasi menyelam yang mudah dijangkau yang memiliki kehidupan bawah laut yang sangat beragam, penuh warna dan luar biasa.
Tempat tempat menarik di Taman Nasional Wakatobi:
  1. Pulau Wangi wangi
    • Karang Kapota
    • Pantai Sousu
    • Pantai Patuno (Mata Air Seratus)
  2. Pulau Kaledupa
    • Pulau Hoga
    • Pulau Sombano
  3. Pulau Tomia
    • Pulau Tolandona [Onemobaa]
    • Pantai Letimu
    • Pantai Huntete
  4. Pulau Binongko
    • Pantai Mbara-mbara
    • Pantai Pasir Putih
    • Pantai Palahidu
    • Pantai Haso
Taman Nasional Wakatobi diberkati dengan rangkaian terumbu karang terbaik dan paling sehat saat ini, dimana kita dapat mulai menyelam hanya 20 meter dari dive center maka Wakatobi sering dianggap sebagai kapal dengan pantai terbangun di sampingnya. tidak sampai disitu saja, perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus).

Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang unik dan khas perairan tropis.

Untuk mencapai Taman Nasional ini, dari arah Kendari (Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara) ada beberapa alternatif untuk menuju Taman Nasional Wakatobi, pertama dari Pelabuhan Kendari menuju Bau-bau dengan menggunakan speedboat, dari Bau-bau diteruskan dengan menggunakan perahu kayu menuju Wanci (Pulau Wangi wangi). kedua, dari Pelabuhan Kendari langsung menuju Wanci dengan menggunakan kapal kayu yang berangkat 3 kali seminggu. jarak tempuh antara Pelabuhan Kendari dan Wanci sekitar 10 jam dengan menggunakan perahu kayu. Atau Kalau dari Surabaya, Jakarta, atau kota-kota lain, bisa menggunakan jalur udara untuk langsung menuju Bau-bau (Pulau Buton). kemudian dilanjutkan ke Wanci di Pulau Wangi-wangi, yang merupakan Pintu Masuk ke Taman Nasional Wakatobi. (teks: berbagai sumber - Foto: devianart, Flickr)

Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional WakatobiKepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi

Monday, 21 March 2011

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

p. alor

Secara geografis Pulau Alor beserta beberapa pulau kecil lainnya merupakan bagian dari wilayah kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya memang sangat singkat “Alor”, tetapi pulau ini menyimpan pesona alam yang sangat panjang dan memukau. Dimulai dari Alam, wisata, budaya hingga kekayaan bahasa. Alor memang Eksotik dan tak akan habis untuk dinikmati keindahannya. Salah satu yang paling exotic dan populer dari Kabupaten Alor adalah selat pantar, yang terletak di antara pulau alor dan dan pulau pantar. Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo yang juga berada di Nusa Tenggara Timur, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia.

Banyak wisatawan asing yang pernah ke Pulau Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik di Alor. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan Shark Close.

Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.

Alor memang sebuah pulau yang penuh pesona. Wilayah yang terdiri dari gugusan gunung, pulau-pulau kecil, serta Selat Kalabahi yang menjorok jauh ke dalam daratan membuat pulau ini menawarkan pesona keindahan yang menawan. Begitu pula dengan alam yang terbentuk dari hasil perpaduan ekstrem antara daerah pesisir dan pegunungan terjal ini, membuat kehidupan di Pulau Alor menjadi beragam. Di wilayah pesisir, terutama di sekitar Teluk Kalabahi, misalnya. Daerah Ibu Kota Kabupaten Alor ini menjadi pusat perdagangan, birokrasi, dan tempat hidup masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari lautan. Bahkan, di wilayah ini hidup pula berbagai kelompok etnis dengan beragam latar belakang pekerjaan yang menjadi simbol modernisasi. Setidaknya daerah tersebut menjadi tempat pertumbuhan industri tradisional seperti kain tenun Alor yang terkenal.

Selain keindahan alam dan pesona bawah lautnya, Pulau Alor mempunyai puluhan bahasa lokal yang di setiap kampung atau kelompok sangat berbeda. Biasanya, sebuah perkampungan tradisional di Alor terdiri atas 10 hingga 50 rumah yang berjajar mengelilingi sebuah bangunan batu yang disebut Misbah. Menurut kepercayaan mereka, Misbah adalah pusat ritual pemujaan dan alat pemersatu sekaligus menjadi simbol kekuatan spiritual kelompok. Soalnya, di dalam Misbah terdapat arwah leluhur suku.

Untuk pergi ke pulau Alor dapat kita tempuh dengan transportasi udara dari kota Kupang, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kota Kalabahi Alor dengan jarak tempuh penerbangan sekitar 55 menit. Transportasi dikota Kalabahi Alor dapat kita gunakan Mikrolet/Bemo, Bus, Panser/Jeep, Ojek dan juga mobil rental. Untuk penginapan dan makanan kita dapat memilih beberapa hotel dan restoran yang ada, tetapi anda tak akan menemukan hotel berbintang disana.


Berikut adalah beberapa gambar pesona Pulau alor:
Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur



Tuesday, 15 February 2011

Taman Nasional Komodo - Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Tak heran jika banyak Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba. Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat.

Pemandangan alam di Pulau Komodo sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan. Taman Nasinal Komodo yang terkenal dengan habitat Binatang Komodo-nya, ternyata mempunyai keindahan dan pesona lainnya. Taman nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil, yang fungsinya untuk melindungi komodo dan habitatnya, juga terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan Asia dan hewan Australia.

Di Taman Nasional Komodo tersebut terdapat 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Taman Nasional Komodo dan sekitarnya adalah rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya dan paling beragam di dunia. Lebih dari 50 tempat menyelam yang unik telah disurvei dan dipetakan bagi pengunjung taman. Ini juga rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan dan 250 jenis karang pembentuk terumbu. Taman Nasional Komodo memiliki dua lingkungan laut yang berbeda, satu di utara dan yang lainnya di selatan taman. Tidak salah bila wilayah ini dikukuhkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Saturday, 12 February 2011

Keindahan Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Bunaken adalah sebuah pulau dengan luas 8,08 km² di Teluk Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

Pecinta diving, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter. Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia. Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain.Pesona Natural Alam Bawah Laut Bunaken telah banyak diminati wisatawan manca negara untuk kembali datang dan menikmati keindahannya, yang patut disayangkan adalah kurangnya promosi dan sosialisasi tentang keberadaannya sehingga belum banyak menghasilkan dan berkontribusi menghasilkan cadangan devisa bagi negara kita.

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Konon kawasan terumbu karang dan alam bawah lautnya yang terindah di dunia.

Sedikitnya, Taman Nasional Bunaken memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam, karena daerah taman laut Bunaken terletak di segitiga terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, phillipine, Papua Nugini, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon. Disini Anda bisa melihat 70% dari jenis ikan di dunia di dalam taman laut Bunaken, dan angka ini tidak termasuk ikan-ikan laut dalam.

Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju Bunaken, anda bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, anda bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ke Pulau Bunaken 30 menit, ke Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

Sedangkan dari Marina Blue Banter, anda bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan Nusantara Diving Centre menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakan speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp. 50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk Taman Nasional Bunaken.