Showing posts with label NTT. Show all posts
Showing posts with label NTT. Show all posts

Friday, 1 April 2016

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur

Mungkin banyak yang belum dengar tentang surga kecil untuk peselancar yang ada di Pulau Rote, Indonesia. bagi kalian yang hobi untuk menaklukkan ombak dengan bergulung-gulung di sana, wajib untuk mengunjungi satu pantai di Pulau Rote ini.

Selain Pantai Nembrala, tempat wisata pantai yang di Pulau Rote yang paling populer adalah Pantai Bo’A. Pasalnya, disamping indah dan cantik, pantai ini pun memiliki ombak yang tidak kalah menantangnya dengan Pantai Nirbralla atau pun pantai lain di Pulau Bali.

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur
source: @drdewdew

Semakin ke timur, pesona wisata Indonesia sepertinya memang tiada duanya. Pantai yang menjadi surga bagi peselancar ini telah sering digunakan untuk kompetisi-kompetisi internasional.

Tidak hanya itu, pantai ini pun terbentang luas dengan pasirnya yang cantik. Oh ya, selain itu, Kamu juga bisa loh menikmati berlibur bersama keluarga, pasangan, dan teman Kamu dengan tenang dan damai. Asal Kamu Tahu aja, selain pantainya yang cantik dan gulungan ombaknya yang menantang, pantai ini pun masih sepi dan belum ramai pengunjung. Dengan kata lain, Kamu pun bisa tenang dan damai dalam menikmati pantai ini.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur


Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source : @t_landresort
Pulau Rote, merupakan sebuah pulau di ujung selatan Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di pulau ini terdapat pantai dengan panorama yang indah dan ombak berkelas dunia yang selalu diburu peselancar dunia. Untuk mencapai pulau ini Anda perlu melakukan penerbangan dari Bali menuju kota Kupang (Bandar Udara El Tari). Sesampainya di Kupang Anda dapat menginap terlebih dahulu di kota ini atau langsung menuju pulau Rote.

Perjalanan dapat dilanjutkan dengan mobil menuju Pelabuhan Tenau sekitar 30 menit. Penyebrangan melalui Pelabuhan Tenau ke Pulau Rote dengan menumpang kapal Ferry menuju Pantai Baru (Pelabuhan di Pulau Rote) dimana perjalanan dilakukan sekitar 3-4 jam atau dengan menggunakan kapal cepat menuju Kota Ba’a sekitar 40-60 menit.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source : @putrapulu

Setelah Anda menginjak kaki di Kecamatan Ba'a, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, pemandangan yang dapat dilihat adalah padang rumput kering dan ranting-ranting pohon tak berdaun akibat musim kemarau. Ada kesan tersendiri melihat pemandangan itu. Indah tapi sendu.

Suasana Pantai Nembrala, Rote, masih jauh dari keramaian. Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote dengan hamparan pasir putih. Pantai Nembrala cukup memuaskan mata dengan air lautnya yang biru berdebur menepi ke pasir putih pantainya yang panjang.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
souce : @surferstravel

Pantai Nembrala memiliki ombak berskala internasional sehingga tidak heran banyak wisatawan mancanegara mengunjunginya. Bahkan pada bulan Agustus hingga Oktober, ombak di pantai ini bisa mencapai ketinggian 7 meter.

Di sekitar Pantai Nembrala, ada beberapa pilihan penginapan, mulai dari hotel hingga homestay dengan tarif puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per malamnya. Meskipun sarana terbatas namun Pantai Nembrala, Nusa Tenggara Timur layak diacungi jempol keindahannya.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source ; @oanlany

Thursday, 10 March 2016

Pantai Kolbano, Pantai Dengan Batu Berwarna Warni - Nusa Tenggara Timur!

Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur.

Pulau Timor di Nusa Tenggara Timur (NTT) memang belum banyak terekspose keberadaannya. Namun daerah ini memiliki beberapa tempat wisata untuk liburan yang tak kalah dengan beberapa tempat wisata keren lainnya di Indonesia.

Salah satu dari beberapa tempat wisata yang menarik di Pulau Timor adalah Pantai Kolbano dengan batu-batuannya yang unik nan apik. Pantai ini sendiri berada di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kolbano Beach, East Nusa Tenggara

Untuk mencapai Pantai Kolbano ini cukup memerlukan perjuangan. Pertama, kalian akan memerlukanh waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk mengunjungi lokasi Pantai Kolbano ini bila berangkat dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Namun perjuangan itu akan terbayarkan begitu sampai ke tempat ini dan menikmati keindahan Pantai Kolbano! Terutama keunikan pantainya dengan batu yang berwarna-warni!

Sunday, 15 June 2014

Tips Perjalanan Wisata Ke Daerah Timur

Tips PerjalananSetiap kali hendak bepergian, segala hal harus dipersiapkan dengan matang. Berikut beberapa tips yang harus Anda persiapkan sebelum bepergian.

Mulailah dengan reseacrh tentang daerah atau tujuan yang akan Anda kunjungi, jika memiliki peta itu akan lebih baik.

Anda harus mengumpulkan informasi tentang tempat tujuan sebanyak-banyaknya, apakah daerahnya adalah gunung, atau pantai. Jangan sampai Anda salah kostum atau keliru dengan cuaca saat berwisata.

Buat daftar dokumen penting yang wajib dibawa. Misalnya ATM, KTP dan nomor penting lainnya.

Buatlah reservasi hotel, kendaraan, atau penerbangan sebelumnya, selain mungkin lebih murah juga menghindari kehabisan tiket.

Perhatikan cuaca, Anda bisa mengira-kira berapa banyak pakaian atau peralatan yang harus dipersiapkan dan dibawa. Meski BMKG setempat tak bisa memberi garansi cuaca di Indonesia Timur, setidaknya Anda mendapatkan ancar-ancar cuaca.


Periksa kembali kartu kredit Anda, bila memungkinkan minta kenaikan kredit atau buat kartu kredit baru yang bisa diterima di banyak tempat. Periksa validitasnya, membawa ATM dianggap lebih aman dari pada membawa uang kontan yang berlebihan.

Periksa tanggal berlaku surat izin mengemudi Anda. Memperpanjang SIM hanya membutuhkan beberapa jam saja. Jadi, bila perlu sisihkan waktu untuk memperpanjangnya.

Buatlah jadwal perjalanan (itinerary) Anda, tempat-tempat mana saja yang akan Anda kunjungi, jangan sampai ada tempat bagus yang terlewat atau terlalu banyak menghabiskan waktu di satu tempat sehingga Anda tidak sempat mengeksplor daerah tersebut.

Mengapa tidak mengenali kebiasaan atau budaya tempat yang akan Anda kunjungi  karena akan membantu sekali beradapatasi dan berinteraksi.

Buat catatan barang-barang apa saja yang akan Anda bawa mulai dari alat mandi hingga jenis sepatu yang di butuhkan.

Makanlah secara teratur vitamin karena lamanya perjalanan dan cuaca dapa mempengaruhi kondisi kesehatan.

Tidur yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan, apalagi sehari sebelum keberangkatan berlibur. Mengistirahatkan badan adalah suatu keharusan.


Wednesday, 11 June 2014

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale - Perahu melaju pelan membelah perairan Pangabatang menuju ke Tanjung Darat. Inilah daratan terdekat yang paling mungkin kucapai dengan perahu nelayan kecil seperti ini. Pak Sartono sengaja memutar perahunya supaya memudahkan aku mengambil gambar kondisi perairan yang bening dan dipenuhi koral dan ikan warna-warni. Tak berapa lama perahu kami memasuki kawasan bakau dan mendarat di sebuah cerukan dalam di antara bakau. Saat di laut aku sendiri tidak bisa mengenali dimana kita bisa mendarat karena sepanjang pantai yang tampak adalah bakau saja. Selepas di darat, aku memutuskan naik ojek ke arah Likong.

Air terjunnya mengalir kecil di musim panas
Sesuai dengan informasi yang aku terima dari salah seorang kerabat pak Sartono yang sekarang bekerja di Dinas Pendidikan di daerah Nangahale terdapat satu air terjun yang menurut mereka menarik. Mereka sendiri tidak tahu nama air terjun itu namun mereka menyebut nama pak Blasius yang biasa menjadi pengantar tamu jika ingin ke air terjun itu. Dan sekarang nama pak Blasius di dusun Likong menjadi arah tujuanku.
Sekitar sepuluh jam di atas motor melintasi jalur jalan yang lebih banyak berupa tanah, akhirnya ojek bisa mencapai jalan raya. Sepuluh menit berikutnya ojek yang aku tumpangin sampai ke daerah Likong. Ingat ya bacangnya Likong bukan Lekong, beda banget gitchuu... *keselek biji duren*.. Berbekal informasi nama Blasius, aku diantar seorang anak kecil masuk ke gang kecil hingga ke sebuah rumah sederhana. Saat menyebutkan namaku, pak Blasius masih tampak kebingungan namun menjadi jelas saat aku menyebutkan nama pak Aswadi yang pernah bekerja menjadi guru di sini. Sayangnya hari Minggu ini beliau sedang ada keperluan keluarga sehingga tidak mungkin mengantarku. Saat aku minta dia menunjukkan arahnya saja, dia katakan kalau jalurnya baru saja dibuka dan tidak mudah untuk dilalui. Dia takut aku tersesat karena belum ada jalan ke sana, baru saja ada jalan dibuka tapi sebatas untuk pekerjaan pembangunan reservoir oleh PDAM yang akan menggunakan air terjun di situ. Untungnya pak Blasius menawarkan agar anaknya Rikardus yang akan membantu mengantarku ke air terjun. Aku setuju karena anaknya juga yang membantu saat ada obeservasi lapangan oleh sebuah tim beberapa kali. Aku sempatkan membeli pisang molen goreng dan minuman karena memang aku belum makan dari pagi selain kue-kue kering saat di Pangabatang.

Trap-trap air terjunnya cantik apalagi jika pas airnya banyak

Sambil berjalan, aku mendengarkan cerita Rikardus tentang awal mula air terjun ini ditemukan dan kondisi asli ke lokasi itu. Katanya, air terjun ini ditemukan oleh orang kampung Likong Gethe yang sedang gila. Dia lah yang memberitahu penduduk kalau ada air terjun disana. Katanya pulau, orang gila itu akhirnya sembuh. Mereka menamai air terjun ini Bekor (ingat Bekor, jangan salah lagi mengeja Boker... beda bangeetttt). Rikardus sendiri beberapa kali menemani orang-orang yang melakukan survei ke air terjun ini yang katanya mau dibuat sebagai sumber air bersih. Dia juga sering menemani rombongan tamu yang ingin ke air terjun. Dulu katanya hampir tiap minggu dia bisa bolak balik mengantar tamu ke air terjun, namun entah kenapa tahun ini belum ada lagi orang yang mau mengunjungi air terjun ini.

Jalur sungai dengan tebing curam

Dari Likong, Rikardus memilih mengajakku mengunakan jalan potong melalui kebun jagung dan kelapa milik penduduk. Menurutnya jarak dari Likong Gethe (itu nama lengkap kampungnya) ke air terjun Bekor sekitar 4,5 km. Entah apakah itu jarak betul atau kira-kira. Di sini kalau orang sudah mengatakan 1 km kadang-kadang kalau ditempuh 3 km juga belum sampai hahaha jadi jangan senang dulu kalau mendengar jaraknya dekat kecuali sudah mengalaminya sendiri.
Perjalanan sendiri seperti yang aku duga tidak mulus karena harus melewati sungai. Artinya jika musim hujan, air terjun ini sangat sulit dilalui. Di beberapa tempat aku melihat pipa-pipa yang terpasang di sepanjang pinggir sungai tapi masih belum terhubung semuanya. Pemasangan pipa ini juga menguntungkanku karena beberapa jalan jadi tidak terlalu menanjak. Menurut Rikardus, sebelum dibuat jalan ini, kondisi menuju air terjun tergolong jauh lebih sulit. Bahkan ada beberapa titik yang kita harus melewati bukit sambil berjalan merambat karena tidak ada jalan hanya berupa bekas jalan yang kondisinya tanahnya miring. Tak terhitung berapa kali aku dan Rikardus melewati sungai. Untung aliran airnya kecil jadi mudah kami lewati. Namun dari aliran airnya aku justru curiga kalau air terjun Bekor ini seperti air terjunnya umumnya di NTT yang debitnya di waktu musim hujan dan musim kering sangat jauh.

Aliran air terjun yang turun banyak di musim kemarau

Entah berapa jam aku berjalan aku sendiri sudah lupa, bahkan aku tak pernah menengok jam tanganku. Perjalanan yang harus menembus hutan ini melenakanku. Beberapa kali aku harus masuk ke dalam hutan yang katanya merupakan hutan yang hampir tidak pernah dijamah masyarakat. Jalan menuju air terjun memang naik turun bukit, namun arahnya makin menanjak. Di kilometer terakhir kami tidak bisa lagi melewati sungai karena sungai lebih dipenuhi batu-batu besar yang akan sulit untuk dilewati. Untungnya jalan terakhir yang dulunya paling sulit berupa jalan miring dengan bergerak merayapi bukit sudah tidak ada menjadi jalan tanah yang baru dibuat. Tapi kondisi jalan ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, jika dengan motor trail mungkin masih bisa walau juga tidak mungkin sampai ke air terjun juga.

Sebenarnya sebelum sampai di air terjun kami juga melewati sungai yang mengalir sumber air panas. Sumber air panas ini tidak besar hanya berupa 2 pipa bambu yang menancap di dinding. Air dari bambu ini mengalirkan air panas. Di titik kelokan terakhir juga ada tebing batu kering yang katanya juga kalau musim hujan berubah menjadi air terjun. Artinya jika musim hujan banyak air terjun di daerah ini walau aku gak membayangkan bagaimana bisa kesana jika musim hujan.

Rikardus duduk di bawah pohon yang tumbang

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale - Dari pinggir sungai tak tampak air terjun hanya terlihat trap-trap air mengalir karena air terjunnya sendiri terhalang oleh pepohonan. Setelah turun melewati sungai dan naik ke atas trap-trap air mengalirnya barulah tampak pemandangan air terjun yang tingginya mungkin sekitar 30 meteran. Dari dinding batu kapur yang ada tampaknya air terjun di sini pada waktu musim hujan cukup lebar, namun saat ini hanya ada 2 titik air terjun itu pun air terjunnya tidak deras sedangkan tiga dinding batu di sekitarnya sudah mengering.
Suasana sekitar air terjun terasa sejuk apalagi pepohonan rindang disekelilingnya. Aku sempat mampir mandi disumber air panasnya. Sekitar jam 2 siang aku sudah kembali ke dusun Likong. Aku hanya berhenti sebentar di batas terakhir hutan untuk sejenak minum dan makan gorengan walaupun sebenarnya kaki sudah terasa kebal.
Dari Likong aku naik ojek dengan biaya 50rebu walaupun setelah sampai tukang ojeknya minta tambah untuk uang bensin karena setelah sampai kota baru sadar kalau ternyata jauh... hahaha ada-ada saja, mereka yang orang asli masak gak tau jarak dari Likong ke kota Maumere. Akhirnya aku tambah uang 7rebu karena cuma itu uang kecil yang tersisa di kantongku.
Sebenarnya pada waktu yang sama, teman-teman dari Mofers Photography juga sedang melakukan perjalanan ke air terjun Murusobe yang jauh lebih besar debitnya dan lebih tinggi. Namun sayang aku memang ingin ke Pangabatang sehingga ajakan ke Murusobe terlewatkan. Tak apalah, yang penting suatu ketika nanti aku juga bisa mampir ke Murusobe.

Saturday, 16 November 2013

Keunikan Pink Beach di Lombok

Keunikan Pink Beach di Lombok

Pulau Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan Wisata Pantainya, salah satu pantai yang terkenal di Lombok adalah Pantai Pink. Sebenarnya pantai ini bukanlah sebuah pantai baru di Lombok, dahulu pantai ini bernama Pantai Tangsi. Namun karena pasir pantainya lebih banyak berwarna Pink, maka namanya di ganti menjadi Pantai Pink.


Pantai Pink terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, dan sebenarnya Pantai Pink termasuk dalam daerah Pantai Tanjung Ringgit. Namun karena lokasinya yang terbilang "agak tersembunyi" dan jalur kesana juga susah, akhirnya tidak terekspose oleh para wisatawan. Dan di daerah pantai Pink ini terdapat sebuah meriam peniggalan Jepang.

Keunikan Pink Beach di Lombok
spons. hewan porifera yang ada di pantai tangsi
Pantai Pink ini merupakan pantai kedua di Indonesia  yang memiliki pasir berwarna Pink, dan yang satunya lagi berada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Rahasia pasir pantai ini bisa berwarna merah muda adalah karena adanya spons, atau hewan porifera yang hidup di sekitar pantai ini. Pecahan dari hewan inilah yang kemudian bercampur dengan pasir halus dan membuat pasir pantai menjadi pink.
Jika Anda mengambil segenggam pasir pantai ini, maka akan terlihat butiran pasir berwarna merah muda di antara pasir berwarna putih.

Transportasi


Jika Anda ingin berkunjung ke Pantai Pink, maka rute yang harus Anda lewati sama dengan rute dari kota Mataram, Lombok ke Pantai Tanjung Ringgit karena memang jaraknya berdekatan. Lama perjalanan sekitar 2 jam, dan perbedaanya hanya pada lokasi yang agak tersembunyi. Pintu masuk ke pantai ini, ada 1 km sebelum Anda memasuki pantai Tanjung Ringgt, atau sebelum sampai di pintu masuk pantai Ringgit, Anda akan melihat sebuah papan di pinggir jalan bertuliskan "PANTAI PINK 50 M".

Pantai Pink merupakan salah satu pantai favorit di Lombok, karena selain masih sepi pengunjung, pantai pink juga memiliki air laut yang tenang, dan ombak yang kecil, sehingga Anda bisa berendam dengan tenang, tempatnya pun bersih, sepanjang pantai ini Anda akan melihat keindahan pasir berwarna pink. Selain pantai Pink, pulau Lombok juga memiliki banyak objek wisata yang menarik.




Monday, 21 October 2013

Tips Mudah Ke Pulau Komodo

Tips Mudah Ke Pulau Komodo


Pulau Komodo adalah salah satu tempat yang wajib anda kunjungi, sekali seumur hidup. Dari banyak referensi tujuan wisata yang semakin terkenal semenjak keikutsertaannya dalam New 7  Natural Wonder ini, dikenal sangat indah.

Untuk menuju ke Pulau Komodo ada beberapa jalur yang bisa anda pilih yaitu melalui jalur udara, jalur darat, dan jalur laut.


1. Jalur udara
Dengan pesawat udara dari Jakarta, anda harus transit di Bali terlebih dahulu. Dari Bali, perjalanan diteruskan menuju Labuan Bajo, sebuah kota kecil di barat laut Flores yang merupakan gerbang untuk menuju Pulau Komodo. Ada beberapa perusahan penerbangan yang melayani rute Denpasar-Labuan Bajo, dengan waktu perjalanan sekitar setengah jam.

Anda dapat menggunakan pesawat dari Jakarta-Bali-Kupang dengan maskapai Merpati Airlines, GT Air dan TransNusa menuju ke Bandara Komodo Flores, selanjutnya dengan menggunakan bemo ke Pelabuhan Bajo. Atau bisa langsung dari Bali menuju Labuhan Bajo dengan menggunakan maskapai TransNusa dengan tarif tiket Rp.990.000/sekali jalan, sekitar 90 menit perjalanan.

2. Jalur Darat
Menggunakan bus dari Denpasar, Bali menuju ke Labuhan Bajo dan Bima.

3.Jalur Laut (Ferry): Sekitar 36 jam perjalanan
Kota Labuan Bajo dan Bima dapat ditempuh dengan menggunakan ferry antar pulau dari Denpasar, Bali.
Hubungi PT. Pelayaran Nasional Indenesia (PELNI) Jalan Raya Kuta No. 229, Tuban - Bali (Tel:0361- 763 963) untuk memesan tiket kapal KM. Tilong Kabila yang akan berangkat dari pelabuhan Benoa, Bali menuju Bima dan Labuan Bajo.

Benoa-Bima-Labuan Bajo 
Dua kali seminggu pada hari sabtu : 09.00 - 20.00 (hari berikutnya).
Tiket sekali jalan dari mulai Rp. 143,000.00 - Rp. 435,000.00 


Labuhan Bajo-Bima-Benoa
Dua kali seminggu pada hari kamis : 08.00 - 11.00 (hari berikutnya)
Tiket sekali jalan mulai dari RP. 143,000.00 - Rp.435,000,00
Catatan : harga ferry dapat berubah sewaktu-waktu
Labuan Bajo-Bima-Benoa
Dua kali seminggu pada hari kamis: 08.00-11.00 (hari berikutnya).
Tiket sekali jalan mulai dari Rp. 143,000.00 – Rp. 435,000.00
Catatan : harga ferry dapat berubah sewaktu-waktu


Jika anda adalah seorang penyelam, maka anda mungkin akan tertarik unutk melakukan live in board. Ada banyak operator live in board yang berangkat dari beberapa titik, termasuk Bali, Lombok, Bima dan Labuan Bajo. Harga tergantung dari fasilitas, kapasitas penumpang dan tingkat kenyamanan, mulai dari sekitar 175 USD hingga 10,000 USD/malam. Anda juga dapat mengambil harga paket, tergantung berapa lama anda ingin tinggal di perairan Taman Nasional Komodo. Harga paket biasanya lebih ekonomis. 
Dari kota Labuan Bajo atau Bima anda dapat dengan mudah menyewa kapal-kapal lokal yang memang di sediakan untuk turis menuju ke dua lokasi utama di Taman Nasional Komodo, yaitu Loh Liang ( di Pulau Komodo ) dan Loh Buaya ( di Pulau Rinca ). Di kedua lokasi inilah anda dapat melihat binatang Komodo dengan ditemani oleh Naturalist Guide yang sudah disediakan oleh PT Putri Naga Komodo.
Harga sewa kapal beragam, tergantung dari jenis dan kapasitas penumpang, jika anda ingin menyewa 1 buah kapal dari Labuan Bajo menuju Loh liang (Pulau Komodo), harga rata-rata sekitar Rp.1.500.00,00/hari (kapasitas 12 orang). Untuk destinasi Loh Buaya (Pulau Rinca), sedikit lebih murah karena jarak tempuhnya yang lebih dekat dari Labuan Bajo, yaitu sekitar Rp.1.200,00/hari (kapasitas 12 orang).
Dari Bima (Sape) menuju ke Taman Nasional Komodo, harga sekitar Rp.3.000.000,00/ 2 hari 1 malam (kapasitas 15 orang).Walaupun agak mahal tapi saya jamin liburan anda gak akan sia-sia. Nah,sekarang anda sudah tau bahwa cara menuju ke Taman Nasional Komodo ini sebenarnya sangat mudah! Ayo berkunjunglah kesini ! Dijamin, liburan anda pasti sangat menikmati liburan anda.

Friday, 26 October 2012

Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”

Rasanya hanya sebagian kecil dari pembaca yang mengenal kedua pulau ini, oleh karena itu tak ada salahnya jika saya memperkenalkannya kepada anda yang belum tahu. Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah dua pulau kecil yang merupakan wilayah dari pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten Kupang pada Tahun 2009 lalu. Terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu Timur, Hawu LiaE, Hawu Mehara, dan Kecamatan Raijua.
Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) memiliki jumlah penduduk sekitar kurang lebih 75.000 orang dengan luas wilayah sekitar 467 Km2 Pulau Sabu dan Raijua memiliki satu Bahasa daerah (Bahasa Sabu) dan memiliki 5 dialek berbeda. Untuk komunikasi sehari-hari, orang di pulau ini biasanya menggunakan bahasa Melayu Kupang dan daerah Sabu dengan dialeknya masing-masing.
Letak Pulau Sabu dan Raijua yang jauh dari Kota dan Pulau-pulau besar di NTT, seakan membuat keduanya tersesat dalam kesendirian di tengah samudra. Meskipun di kedua pulau ini sudah ada 3 dermaga dan 1 lapangan udara kecil untuk pesawat merpati kecil, tapi tetap saja keduanya terisolir pada bulan-bulan tertentu, yaitu sekitar bulan November-Januari. Pada bulan-bulan itu biasanya cuaca tidak bersahabat dan gelombang laut bisa mencapai 3-4 meter sehingga membuat Kapal Fery yang merupakan alat transportasi utama warga pulau ini tidak beroperasi seperti biasa. Alternatifnya yaitu dengan menggunakan pesawat, tapi karena pesawat yang beroperasi ke pulau Sabu hanya pesawat kecil berkapasitas sekitar 20 orang. Maka otomatis orang-orang yang ingin masuk ataupun keluar dari kedua pulau ini menjadi tersendat. Sungguh ironis memang.

Waktu yang ideal untuk mengunjungi Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah pada bulan February-Oktober. Untuk ke Pulau Sabu yang merupakan pulau terbesar di kabupaten ini, bisa ditempuh Dengan menggunakan kapal Fery anda akan menempuh perjalanan sekitar 13 jam dari dermaga Bolog di Kota Kupang, atau sekitar 12 jam dari Kota Waingapu (Kabupaten Sumba Barat) dan sekitar 13 jam dari Kota Ende (Kabupaten Ende). Sedangkan dengan menggunakan pesawat, memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit yang hanya bisa ditempuh dari Bandara El-Tari Kota Kupang menuju Lapangan Udara Terdamu di Kecamatan Sabu Barat. Untuk ke Pulau Raijua sendiri hanya bisa ditempuh dari dermaga seba di pulau sabu menggunakan kapal kayu dan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam.

Terlepas dari segala kesusahannya, Pulau Sabu dan Raijua ternyata masih menyimpan pesona keindahan yang tidak mudah anda temukan di tempat lain. Meskipun kondisi tanah di kedua pulau ini tergolong tandus, tapi Air lautnya yang jernih dan pasir putih yang mengintari hampir seluruh bibir pantai kedua pulau ini seolah menjadi pesona tersendiri dari keduanya. Anda tidak usah pergi mencari-cari tempat lagi untuk menikmati keindahan pantai di kedua pulau ini, karena anda hanya cukup pergi ke pantai mana saja maka disitu anda akan disajikan dengan keindahan pantai pasir putih yang benar-benar masih “Perawan”. Satu lagi, semuanya masih gratisss…
Bisa dibilang pantai di Pulau Sabu dan Pulau Raijua tak kalah indah dibandingkan dengan Pantai Kuta dan Pantai Senggigi yang sangat tersohor itu, hanya saja keduanya kalah telak dalam hal fasilitas. Semoga saja dengan dimekarkannya Sabu dan Raijua menjadi daerah otonom sendiri, fasilitas penunjang pariwisata kedua pulau ini menjadi lebih diperhatikan.

Selain menikmati pesona keindahan pantainya, anda juga bisa menikmati wisata budaya seperti tarian daerah, jalan-jalan melihat situs adat, kegiatan upacara adat serta membeli berbagai souvenir tradisional khas Pulau Sabu dan Raijua untuk dijadikan kenang-kenangan. Bagi anda yang suka berpetualang melihat pesona keindahan alam dan budaya Indonesia yang masih “Perawan” dan tersembunyi, maka berlibur ke Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah sebuah pilihan yang tepat.



Monday, 21 March 2011

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

p. alor

Secara geografis Pulau Alor beserta beberapa pulau kecil lainnya merupakan bagian dari wilayah kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya memang sangat singkat “Alor”, tetapi pulau ini menyimpan pesona alam yang sangat panjang dan memukau. Dimulai dari Alam, wisata, budaya hingga kekayaan bahasa. Alor memang Eksotik dan tak akan habis untuk dinikmati keindahannya. Salah satu yang paling exotic dan populer dari Kabupaten Alor adalah selat pantar, yang terletak di antara pulau alor dan dan pulau pantar. Keindahan dan keunikan alam bawah laut Selat Pantar sangat menakjubkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Taman Laut Komodo yang juga berada di Nusa Tenggara Timur, Berau di Kalimantan Timur, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua, Selat Pantar masih tetap yang terbaik, meski selama ini untuk diving, taman laut Komodo, Bunaken, Berau, dan Raja Ampat lebih populer, tapi di mata para diver kelas dunia taman laut Selat Pantar lebih unggul karena keindahannya yang menakjubkan. Konon terindah setelah taman laut Kepulauan Karibia.

Banyak wisatawan asing yang pernah ke Pulau Alor terkagum-kagum. Sebab, selain dimanjakan keindahan taman lautnya, mereka juga menemukan fenomena taman laut tersebut langka dan sangat menarik di Alor. Makanya, wajar jika wisata bahari Alor dengan panorama bawah laut yang spefisik di Selat Pantar menjadi primadona dan pemikat bagi para diver kelas dunia dari Amerika, Australia, Austria, Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di Asia.

Tercatat, ada 26 titik diving yang memesona wisatawan di sana. Ke-26 titik diving itu yaitu, Half Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, The Edge, Coral Clitts, Baeylon, The Arch, Fallt Line, The Pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, The Chatedral, School’s Ut, dan Shark Close.

Titik diving yang terakhir ini sangat menarik karena merupakan kumpulan ikan hiu dasar laut yang sangat bersahabat dengan para diver. Keindahan bawah laut yang terdapat di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura, juga mengundang decak kagum para diver profesional dari Jakarta dan Bali untuk datang ke sana.

Alor memang sebuah pulau yang penuh pesona. Wilayah yang terdiri dari gugusan gunung, pulau-pulau kecil, serta Selat Kalabahi yang menjorok jauh ke dalam daratan membuat pulau ini menawarkan pesona keindahan yang menawan. Begitu pula dengan alam yang terbentuk dari hasil perpaduan ekstrem antara daerah pesisir dan pegunungan terjal ini, membuat kehidupan di Pulau Alor menjadi beragam. Di wilayah pesisir, terutama di sekitar Teluk Kalabahi, misalnya. Daerah Ibu Kota Kabupaten Alor ini menjadi pusat perdagangan, birokrasi, dan tempat hidup masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari lautan. Bahkan, di wilayah ini hidup pula berbagai kelompok etnis dengan beragam latar belakang pekerjaan yang menjadi simbol modernisasi. Setidaknya daerah tersebut menjadi tempat pertumbuhan industri tradisional seperti kain tenun Alor yang terkenal.

Selain keindahan alam dan pesona bawah lautnya, Pulau Alor mempunyai puluhan bahasa lokal yang di setiap kampung atau kelompok sangat berbeda. Biasanya, sebuah perkampungan tradisional di Alor terdiri atas 10 hingga 50 rumah yang berjajar mengelilingi sebuah bangunan batu yang disebut Misbah. Menurut kepercayaan mereka, Misbah adalah pusat ritual pemujaan dan alat pemersatu sekaligus menjadi simbol kekuatan spiritual kelompok. Soalnya, di dalam Misbah terdapat arwah leluhur suku.

Untuk pergi ke pulau Alor dapat kita tempuh dengan transportasi udara dari kota Kupang, Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke kota Kalabahi Alor dengan jarak tempuh penerbangan sekitar 55 menit. Transportasi dikota Kalabahi Alor dapat kita gunakan Mikrolet/Bemo, Bus, Panser/Jeep, Ojek dan juga mobil rental. Untuk penginapan dan makanan kita dapat memilih beberapa hotel dan restoran yang ada, tetapi anda tak akan menemukan hotel berbintang disana.


Berikut adalah beberapa gambar pesona Pulau alor:
Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur

Keindahan Pulau Alor - Nusa Tenggara Timur



Tuesday, 15 February 2011

Taman Nasional Komodo - Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Tak heran jika banyak Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba. Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat.

Pemandangan alam di Pulau Komodo sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan. Taman Nasinal Komodo yang terkenal dengan habitat Binatang Komodo-nya, ternyata mempunyai keindahan dan pesona lainnya. Taman nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil, yang fungsinya untuk melindungi komodo dan habitatnya, juga terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan Asia dan hewan Australia.

Di Taman Nasional Komodo tersebut terdapat 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Taman Nasional Komodo dan sekitarnya adalah rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya dan paling beragam di dunia. Lebih dari 50 tempat menyelam yang unik telah disurvei dan dipetakan bagi pengunjung taman. Ini juga rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan dan 250 jenis karang pembentuk terumbu. Taman Nasional Komodo memiliki dua lingkungan laut yang berbeda, satu di utara dan yang lainnya di selatan taman. Tidak salah bila wilayah ini dikukuhkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Wednesday, 5 January 2011

Nembrala Beach - Exotic Beach from Rote Island


Nembrala beach located in Rote Island, Province of East Nusa Tenggara. 15 minutes journey from Kupang City(Timor Island) by plane and 45 minutes by ship. after to Ba'A town, you'd go through journey during 1,5 hours to hotels or lodging in Nembrala village. And you'd be served with view of beach with thousands coconut tree marching alongside beach which will not fall into oblivion.

Many of Indonesian population is not familiar with this coast well. But the surfers of the world already familiar to thir ears. Most visitor in this beach is visitor from outside country which fond of to fiddle around with current height waving beach. The most beautiful and tidy beachthat offers natural panorama and faschinating sunset. Nembrala beach is one of the very few beaches ideal for surfing surfers from all over the world as Hawaii, Australia, south and North America come here and try to tame the rough surf from june-october.

Nembrala beach well enough of eye with its blue sea water and added with long white sands. So that visitors forbear staying here to enjoying surving in this beach. In Around Nembrala beach, there are some lodging choice, start from hotel till homestay at the cheap price.

Nembrala is very beautiful but beautiful panorama only not in Nembrala, but there also in Ba’a, Batu Termanu,Oeseli beach, Bo’a beach, and many other beautiful beach in this Islands, either in south and also in north.

Progressively easterly, coastal glamor progressively lure. its Name Bo’a, Place of international survers confronting them bravery. Though medium rather limited, But nembrala beach competent enthused by visitors, including you precisely.










Surfers in Nembrala Beach:








In Rote islands, besides enjoying maritime vacation, you also can enjoy cultural vocation, for example, traditional dance and traditional castanets.

Traditional Dancing:

 traditional castanets: