Showing posts with label Maluku Utara. Show all posts
Showing posts with label Maluku Utara. Show all posts

Thursday, 20 July 2017

Pulau Dodola, Surganya dari Morotai, Maluku Utara

Pulau Dodola, Surganya dari Morotai, Maluku Utara

Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan (Maluku Utara). Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

Airnya yang jernih serta hamparan luas pasir putih yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Kecil, dipadu dengan keheningan suasana membuat waktu seolah enggan bergerak diri dalam pesona. Di Pulau ini para wisatawan dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam bersama keluarga di akhir pekan. Apalagi ketika sore menjelang. Siluet-siluet pemandangan tercipta dari rona merah jingga akibat tenggelamnya sang Mentari. Sebuah kondisi yang lagi-lagi membuat waktu terasa ikut tenggelam dalam keindahan.

Pulau Dodola, Surganya dari Morotai, Maluku Utara

Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini anda dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing dan menyelam. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

Pulau ini juga pernah menjadi tempat peristirahatan para tentara Sekutu pada Perang Dunia II. Menurut para saksi sejarah, dahulu tempat ini sering dikunjungi Jendral McArthur dan pasukannya untuk berwisata. Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan. Jadi pulau itu selain menawarkan keindahan panorama pantai dan bawah laut, juga menawarkan wisata sejarah.

Pulau Dodola, Surganya dari Morotai, Maluku Utara

Untuk bisa mencapai Pulau Dodola wisatawan dapat menggunakan kapal penumpang, dari Tobelo menuju Daruba, dan melanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju Pulau Dodola yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Pemerintah provinsi setempat kini sedang memperjuangkan agar investor mau berinvestasi disini. Rencanannya landasan terbang peningalan para tentara sekutu tersebut akan dimanfaatkan sebagai infrastruktur transportasi. Akan tetapi, bagi anda pecinta wisata, waktu tentu tak akan menunggu selama itu untuk datang kesini. Karena keheningan pulau ini hanya bisa dibeli dengan seberapa cepat anda untuk mendatanginya.

Tuesday, 7 March 2017

Danau Laguna - Ternate - Maluku Utara

Danau Laguna - Ternate - Maluku Utara

Danau Laguna Ngade merupakan salah satu danau yang berada di Ternate selain dengan danau Tolire Besar dan juga Tolire Kecil. Keberadaan danau ini menjadi salah satu lokasi tujuan wisata yang mengagumkan jika anda berkunjung menikmati keindahan alam Ternate.

Di Ternate, wisatawan punya banyak spot favorit untuk menikmati pemandangan. Ada Danau Tolire Besar, ada Pantai Sulamadaha, ada Gunung Gamalama, wisatawan terserah pilih yang mana. Pemandangan paling ikonik adalah Pulau Maitara seperti yang tergambar dalam uang kertas Rp 1.000. Jika selama ini wisatawan menikmati Pulau Maitara dari tepi pantai, kini ada spot baru yang lebih keren.

Berlokasi di Desa Ngade, Kelurahan Fitu, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Danau air tawar indah cantik satu ini berjarak hanya 40 menit saja dari Bandara Baabulah yang terletak di Kota Ternate. Untuk mencapai ke Danau ini anda hanya perlu berkendara baik mobil atau motor. Bagi anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi anda bis menggunakan kendaraan sewaan yang tarifnya berkisar dari 100.000 rupiah hingga 150.000 rupiah hingga menuju lokasi.

Danau Laguna - Ternate - Maluku Utara

Danau Ngade tampak besar dengan air kehijauan. Laguna ini tampak kontras dengan lautan biru di dekatnya. Pemisah laguna dan lautan ini hanya sedikit bagian tanah yang menjadi jalan raya. Namun yang lebih dahsyat adalah, Danau Ngade ini berada dalam satu garis lurus dengan Pulau Maitara dan Pulau Tidore yang berada di horison.

Jadilah ini pemandangan paling dahsyat di Ternate. Dari perbukitan yang tinggi, bisa melihat danau laguna, sekaligus pulau ikonik di Ternate. Spot yang dikelola ala kadarnya oleh warga, menandakan tempat ini seperti baru ditemukan.

Danau Laguna - Ternate - Maluku Utara

Bagi anda yang tertarik mengunjungi Danau Laguna Ngad ini tidak perlu khawatir mengenai maslah akomodasi terutama kuliner. Danau air tawar satu ini banyak menghasilkan berbagai macam ikan air tawar, sehingga anda bia langsung menikmati ikan tersebut yang banyak dijajakan oleh tempat makan di sekitar danau. Bagi anda yang ingin merasakan pengalaman lainnya, maka anda bisa mencoba menikmati sajian hidangan tersebut di perahu sembari menikmati keindahan danau melalui restoran terapung.

Wednesday, 3 February 2016

Air Terjun Jembatan Alam - Tobelo, Halmahera Utara

Air Terjun Jembatan Alam - Tobelo, Halmahera Utara

Air Terjun Jembatan Alam Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Letaknya tersembunyi dan dikelilingi oleh hutan lebat. Sensasi petualangan akan terasa saat mengarungi hutan lebat, jalan berbatu dan rintangan lainnya namun semua akan tidak sia-sia karena akan terbayar dengan semua pemandangan dan keindahan yang tersaji di depan mata. Airnya yang jernih membuat siapa saja tak tahan untuk segera menceburkan diri ke dalamnya.

Air Terjun Jembatan Alam Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara
photo : @gudut_setiabudi

Berkunjung ke kesini Gratis, hanya bayar guide penduduk lokal buat nganterin ke lokasi Rp 100.000 yang harus ditempuh kurang lebih 1 jam jalan kaki.

source: http://www.barondamaluku.com/air-terjun-jembatan-alam-tobelo-halmahera-utara/

Tuesday, 16 June 2015

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas

Masjid Al Munawwaroh | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid Raya Al Munawwar di bangun pada pertengahan tahun 2003, dan baru di resmikan pada 6 Agustus 2010. Masjid ini terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan ikon kota Ternate dan menjadi kebanggan warganya.


Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid ini berdiri di bibir pantai Swering Gamalama, dengan mempunyai empat buah tiang menara, dimana dua di antara-nya berada di darat, dan dua menara terendam di laut. Karena hal tersebut Masjid Raya Al Munawwar sering disebut Masjid terapung. Saat Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui sisi bangunan masjid ini. Suara air laut menambah khusyu-nya orang-orang yang sedang beribadah didalamnya.

Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.


Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Di sisi lain dari Masjid Raya Al Munawwar, Anda bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama yang begitu hijau. Beribadah di masjid ini seakan membuat Anda merasa ada di perbatasan antara tiga alam : air, laut, dan udara. #AyoKeMaluku #AyoKeTernate


referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com

Thursday, 18 September 2014

Kupa - Kupa Beach - Halmahera Utara

Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera Utara
source: halmaherautara.com
Halmahera, Maluku Utara memang surganya bagi pecinta olahraga air. Pantai-pantai di pulau ini seakan-akan tidak ada habisnya menawarkan keindahan alamnya yang begitu mempesona. Salah satu pantai yang wajib Anda kunjungi jika baronda ke Maluku Utara yaitu pantai Kupa Kupa.


Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera UtaraPantai ini memiliki arus laut yang tenang, serta mempunyai karateristik tersendiri yaitu berupa pepohonan beringin dan ketapang yang tumbuh disepanjang pantainya. Letaknya yang seakan-akan berada dalam teluk sehingga membuat pantai ini sangat cocok untuk diving maupun snorkeling. Pantai ini juga memiliki terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai dengan berlatar belakang pegunungan. Pada saat liburan pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Pantai ini terletak di Desa Kupu Kupa yang berjarak sekitar 20 km dari kota Tobelo. Untuk menuju pantai ini Anda dapat menggunakan angkot dengan tujuan Kao dari terminal Wosia dan turun dipertigaan jalan masuk pantai Kupa Kupa. Selanjutnya dengan menggunakan ojek ke lokasi pantai sekitar 2 km.#AyoKeMaluku 



Friday, 12 September 2014

Benteng Orange - Ternate, Maluku Utara



source: google.com
Benteng Orange merupakan benteng Belanda pertama di Nusantara yang di bangun pada tahun 1607 di Ternate, Maluku Utara oleh Gubernur Jendral Belanda Matelief De Jonge. Benteng ini merupakan bekas peniggalan benteng tua yang dibangun oleh Melayu yang diberi nama Benteng Malayo. Benteng ini juga pernah menjadi pusat pemerintahan tertinggi Hindia Belanda, yang dipimpin oleh Gubernur Jendral VOC Pieter Both, Laurenz Real, Herarld Reyist dan J.C Coum.


Benteng ini terletak di pusat kota Ternate dengan kondisi fisik yang masih utuh, namun kondisinya kurang terawat sehingga di dalam benteng ini didiami oleh kesatuan POLRI dan Angkatan Darat. Pada tahun 1822 benteng ini juga pernah menjadi tempat pengasingan Sultan Badarudin II dari Palembang. Sehingga pada tahun 1852 Sultan Badarudin II meninggal dan dimakamkan di kecamatan Santiong.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Benteng ini juga terkenal dengan kemampuannya pada jaman itu untuk menghadang musuh baik dari laut maupun darat. Anda akan menemukan 13 meriam sisa peninggalan penjajah di dalam benteng ini, namun sayangnya beberapa bagian meriam telah di ambil oleh orang.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Bangunan ini dibangun menggunakan kombinasi batu karang, batu kali dan pecahan kaca, merupakan benteng yang disegani pada jamannya, hingga kini pun sisa-sisa kemegahan itu masih nampak. Pintu masuk kedalam benteng ini pun tidak terlalu menonjol, karena tertutup poleh pedagang kaki lima yang berjualan di depan benteng.

Selain Benteng Orange, di Ternate juga terdapat pula sisa-sisa peniggalan benteng Portugis, Spanyol dan Belanda. Seperti Benteng Kalamata, Benteng Toluko, Bentang Kastela dan Benteng Kota. Namun ironisnya hanya Benteng Toluko dan Kalamata saja yang bangunannya masih terawat.

Untuk mengunjungi sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut Anda perlu waktu satu hari penuh. Ojek merupakan alat transportasi yang disarankan oleh kami, selain murah sepeda motor juga akan lebih cepat melintasi jalan-jalan di sudut kota Ternate dibandingkan kendaraan lain.

Biaya sewa ojek perhari sekitar Rp.75.000  - Rp.100.000/hari tergantung selihai apa Anda menawarinya. Kalau tidak ingin mencarter Anda bisa menyewa ojek dengan harga Rp.3.000; - Rp.5.000, tergantung seberapa jauh lokasinya. Selain itu Anda juga bisa menggunakan angkutan umum atau mikrolet dengan tarif harga Rp.2.000:-.#AyoKeMaluku

sumber: http://.t-baronda.blogspot.com
referensi
jalan2.com

Sunday, 7 September 2014

Pulau Kakara - Tobelo Maluku Utara

Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata
source: google.com
Pulau Kakara merupakan salah satu primadona di Kepulauan Tobelo, Maluku Utara. Pulau ini memiliki keindahan yang tidak kalah indah dengan pulau lainnya yang berada di Provinsi Maluku Utara. Pantai di pulau ini berpasir putih, dengan air lautnya yang sangat jernih, serta kawasan pantainya ditumbuhi pepohonan yang rimbun membuat Kakara menjadi tujuan favorit. Pada akhir pekan Kakara sangatlah ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


Pulau ini merupakan asal mula budaya Hibualamo. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah berkunjunglah ke pulau ini untuk melihat konstruksi awal rumah adat Hibualamo yang menjadi simbol persatuan masyarakat Halmahera Utara. Penduduk di pulau ini juga dikenal sebagai penari cakalele yang handal.

Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata
source: djarumsuper.com
Bagi Anda yang menyukai snorkeling dan diving, jangan sampai tidak mengunjungi pulau ini. Di perairan sekitar tanjung sebelah timur pulau ini merupakan titik yang direkomendasikan untuk snorkeling. Keindahan bawah laut Kakara sangat mempesona yang akan membuat Anda betah disini. Anda dapat melihat karang karang cantik yang muncul ke permukaan pada saat airnya surut. Pulau ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu Anda dapat menemukan bintang laut dalam jumlah yang banyak pada saat musim tertentu.

Pulau ini adalah salah satu dari gugusuan pulau pulau yang berada di depan Kota Tobelo, yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan ketinting dari pelabuhan Dufa-dufa. Jika Anda ingin mengunjungi pulau disekitarnya, Anda dapat menyewa perahu ketinting dengan kapasitas 6 orang, tarif harga Rp.150.000;-. #AyoKeMaluku


referensi 

Tuesday, 5 August 2014

Pulau Morotai - Jejak Sejarah Perang Dunia Ke II

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: google.com

Morotai terletak di Utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Morotai adalah salah satu pulau paling utara di Indonesia dengan luas sekitar 1.800 kilometer persegi. Pulau ini memiliki keindahan pantai dengan pemandangan yang memukau serta keindahan bawah laut yang masih menyimpan banyak misteri. Pulau ini juga menyimpan segudang sejarah dari Perang Dunia ke II yang membuatnya di juluki Mutiara di Bibir Pasifik.

Morotai pernah dijadikan basis pertahanan Jepang pada Perang Dunia II, karena pulau ini berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Filipina. Pulau ini juga pernah diambil alih oleh sekutu yang digunakan sebagai landasan pesawat untuk menyerang wilayah Filipina dan Borneo Timur. Tetapi pada abad ke 15 dan 16 Morotai berada dibawah Kesultanan Ternate.

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: google.com
Karena pernah di jadikan pangkalan militer pada Perang Dunia II, tak heran pulau ini menyimpan banyak guratan sejarah. Terdapat banyak peninggalan sejarah seperti gua persembunyian, landasan pesawat, serta kendaraan lapis baja yang masih utuh walaupun sudah berkarat. Disini juga terdapat sebuah museum mini yang memajang sisa sisa Perang Dunia II.

Disebelah selatan laut Morotai, terdapat sebuah peninggalan Jepang yang paling terkenal yaitu bangkai pesawat Bristol Beuford yang tenggalam di kedalaman 40 meter. Bangkai pesawat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata bahari di Morotai.

Morotai merupakan salah satu surga di Maluku, dikarenakan memiliki kekayaan bawah lautnya. Di pulau ini terdapat 25 titik penyelaman yang menawarkan keindahan tiada duanya. Ada Tanjung Wayabula, Batu Layar Point, Dodola Point, Saminyamau dan Tanjung Sebatai Point. Di perairan lautnya terdapat berbagai macam jenis biota laut yang diantara terumbu karang hingga bekas reruntuhan kapal. Pulau Morotai tidak hanya menawarkan keindahan bawah lautnya saja, tapi juga daratannya. Ada pulau Dodola yang menyuguhkan hamparan pasir putih yang luas bagi para wisawatan.

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: travel.detik.com
Untuk menuju ke pulau ini dengan menggunakan penerbangan dari Ternate ke Galela, lalu melanjutkan ke Morotai kira kira 30 menit dengan tarif tiket Rp.250.000;-. Atau dengan menggunakan kapal laut, yang beroperasi dua kali seminggu sekitar 12 jam  perjalanan dengan tarif tiket Rp.50.000;-. Alternatif lain menggunakan jalur darat dari Ternate ke Tobelo sekitar 4 jam perjalanan dengan tarif harga Rp.75.000;-.

Untuk masalah homestay atau tempat tinggal, memang tidak telalu banyak hotel di pulau ini. Namun salah satu cottage yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pacific Inn dengan tarif harga Rp.250.000;/malam. Anda juga dapat mengujungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara Jl. Kamboja nomor 14A, Ternate, Maluku Utara. Tlp +62-0921-327396. #AyoKeMaluku

sumber: http://t-baronda.blogspot.com/


referensi
indonesia.tavel
travel.detik.com

Sunday, 15 June 2014

Keliling Jailolo Dengan BENTOR

BENTOR : Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo
sumber foto: indonesia.travel/id
Mencoba angkutan umum lokal bagian sebagian orang adalah pengalaman yang istimewa. Jika Anda berkunjung ke Jailolo, maka bersiap berdegup jantung dan telinga saat Anda berada di jalanannya. Itu karena banyaknya beca motor yang berlalu lalang di jalanan dengan suara musik yang sangat keras.

Beca motor atau disebut Bentor oleh masyarakat Jailolo memainkan lagu dengan volume yang begitu keras untuk menarik perhatian penumpang. Lagu yang yang dimainkan juga cukp beragam mulai dari lagu berbahasa daerah hingga lagu pop nasional dan rnb barat yang sedang populer. Tak hanya itu, Bentor juga dihiasi dengan lampu led berwarna-warni yang akan dinyalakan pada saat malam hari.

Kendaraan ini dilengkapi dengan alat pemutar musik mp3 atau bekas pemutar musik dari mobil yang ditenagai aki (accu). Pemutar musiknya juga tidak menggunakan kaset, tetapi menggunakan flashdisk dan memori card (mmc) sehingga lagu yang dimainkan dijamin tidak membosankan.

Bentor : Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo
sumber foto: jailolofest.com
Bentor merupakan kendaraan motor yang dimodifikasi dengan menggunakan rumahan layaknya beca dengan atap. Kendaraan ini begitu nyaman dengan menggunakan kursi yang empuk dan pijakan kaki yang tidak membuat Anda merasa pegal. Kendaraan ini bermula pada tahun 2010 dan tidak lama kemudian sudah menjadi kendaraan favorit masyarakat Jailolo. Para wisatawan juga dapat berkeliling Jailolo dengan menggunakan kendaraan ini.

Supir Bentor tidak mematok harga untuk satu arah tujuan, tergantung jauh dekat jaraknya. Biasanya ongkos dimulai dari Rp.5.000,- hingga Rp.20.000,- tergantung jauh dekatnya. Anda juga dapat menyewanya seharian bila harga disepakati dengan  supirnya#AyoKeMaluku #JelajahiJailolo (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)

Sasadu: Rumah Adat Bangsa Sahu

Sasadu:  Rumah Adat Bangsa Halmahera Barat
Sumber foto: wego.co.id
Jika Anda berkunjung ke Jailolo, jangan lupa untuk mengunjungi Desa Gamtamala. Desa ini menyimpan Kekayaan Budaya Alam Indonesia. Letak desa ini tidak jauh dari pelabuhan utama Teluk Jailolo.

Sasadu merupakan sebuah bangunan yang memiliki tiang dari kayu dan beratapkan daun sagu. Sasadu merupakan rumah adat, dan merupakan tempat pertemuan bagi suku Sahu. Bangunan ini tampak mecolok dari bangunan di sekitarnya.
Suku Sahu merupakan salah satu suku yang mendiami Kabupaten Halmahera Barat. Kabupaten ini cukup berbangga karna masih menjaga dan merawat kelestarian suku adat ini. Menurut masyarakat setempat, rumah ini memiliki banyak fungsi dan kegunaan serta mempunyai banyak makna yang tersembunyi.

Sasadu mencermikan karakter suku Sahu yang selalu terbuka dan tidak suka menaruh curiga kepada pendatang. Bangunan yang tidak memiliki pintu merupakan wujud bahwa siapapun tanpa terkecuali dapat memasuki wilayah ini. Walaupun tidak memiki dinding, Sasadu mempunyai enam pintu untuk jalan keluar dan jalan masuk. Dua pintu untuk kaum laki-laki, dua pintu untuk kamu perempuan, dan dua pintu lagi untuk para tamu/pendatang.

Keunikan lain dari rumah adat ini adalah terdapat bendera yang diberi nama Panji dan dayalo, serta penghias kain putih yang berbentuk bukit kecil yang melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sasadu dibangun tanpa menggunakan paku, memiliki kolom dan tiang yang terbuat dari batang pohon sagu. Atapnya juga didominasi oleh daun sagu, serta memiliki dua buah bulatan yang dibungkus ijuk yang merupakan simbol dari dua kekuatan supranatural yang diyakini oleh masyarakat suku Sahu. #AyoKeMaluku #JelajahiJailolo (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)




Sigofi Ngolo: Ritual Bersih-Bersih Laut dari Roh Jahat

Sigofi Ngolo: Ritual Pembersihan Laut Dari Roh Buruk
sumber foto http://www.indonesia.travel
Sigofi Ngolo merupakan penanda pembuka event Festival Teluk Jailolo 2014. Iring-iringan kapal yang sudah dihiasi secantik mungkin, disertai musik perkusi yang bergerak sejak pagi dari Teluk Jailolo menuju pulau Babua yang diangggap keramat. Kapal-kapal motor yang ikut serta dalam ritual ini sering disebut kora-kora oleh warga setempat.

Sembilan kapal kora-kora serentak berlayar menuju pulau Babua untuk berziarah makam. Kapal inti membawa sesajian dan bunga untuk diletakan di makam keramat yang berada di pulau Babua. Kapal inti memimpin didepan sedangkan kapal-kapal yang lain mengikuti dari belakang. Setibanya di sana semua perahu mengitari pulau tersebut sebanyak tiga kali. Setelah putaran yang ketiga kapal inti yang berisi pemuka adat akan menabur bunga tepat dipinggir pulau tersebut.
Sigofi Ngolo: Ritual Pembersihan Laut Dari Roh Buruk
(Babua Islands) sumber foto https://www.flickr.com/photos/tatakimo
Ritual ini sering juga disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut dari sampah. Mereka membersihkan laut dari segala niat buruk, dan meminta izin kepada "penguasa laut" untuk memulai event dengan niat yang baik dan tulus.

Tak mau ketinggalan empat kerajaan yang berada di Maluku Utara: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam ritual ini. Tidak hanya itu, berbagai perwakilan masyarakarat dan juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman batin proses sakral ini.

Ritual adat Sigofi Ngolo diadakan rutin setiap akan digelar Festival Teluk Jailolo. Pastikan Anda ikut serta dalam ritual adat yang sakral ini dengan datang langsung ke Jailolo. Bukan hanya ritual adat dan pesta rakyat yang dapat dilihat namun juga berbagai tarian, budaya, dan hasil bumi. #jelajahijailolo #AyoKeMaluku (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)

Bahasa yang digunakan Orang Maluku

Bahasa Orang Ambon
Bahasa yang digunakan di Provinsi Maluku adalah bahasa Ambon, yang merupakan salah satu dari rumpun bahasa Melayu Timur yang dikenal sebagai bahasa dagang atau trade lengangue. Bahasa yang dipakai di Maluku terkhusus di Ambon; sedikit banyak telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa asing, bahasa-bahasa bangsa penjelajah yang pernah mendatangi, menyambangi, bahkan menduduki dan menajajah negeri;/tanah Maluku di masa lampau. Bangsa-bangsa itu ialah; Bangsa Spanyol, Portugis, Arab dan Belanda.

Bahasa Ambon selaku lingua franca; di Maluku telah dipahami oleh hampir semua penduduk di wilayah Provinsi Maluku pada umumnya, dipahami juga sedikit-sedikit oleh masyarakat Indonesia Timur lainnya seperti; orang Ternate, Manado, Kupang, dll. Karena Bahasa Ambon memiliki struktur bahasa yang sangat mirip dengan bahasa-bahasa trade lengangue di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, serta Nusa Tenggara Timur.


Bahasa Indonesia selaku bahasa resmi dan bahasa persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digunakan dalam kegiatan-kegiatan publik yang resmi dan formal seperti di kantor-kantor pemerintah dan di sekolah-sekolah sera di tempat-tempat umum seperti; museum, bandara, dan pelabuhan.

Maluku merupakan wilayah kepulauan terbesar di seluruh Indonesia, Provinsi Maluku dan Maluku Utara menyusun sebuah big islands yang dinamai Kepulauan Maluku. Banyaknya pulau yang saling terpisah satu dengan yang lainnya, juga mengakibatkan semakin beragamnya bahasa yang dipergunakan di provinsi ini. Beberapa bahasa yang paling umum dipetuturkan di Maluku yaitu;

  • Bahasa Wamale, dipakai penduduk Negeri Piru, Seruawan, Kamarian, dan Rumberu (Kabupaten Seram Bagian Barat)
  • Bahasa Alune, dipakai di wilayah tiga batang air yaitu; Tala, Mala dan Malewa di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat
  • Bahasa Nualu, dituturkan oleh suku Nualau di Pulau Seram Selatan yaitu; antara Teluk Elpaputi dan Teluk Teluti
  • Bahasa Koa, dituturkan di wilayah pegunungan tengah Pulau Seram yaitu; sekitar Manusela dan Gunung Kabauhari
  • Bahasa Seti dituturkan oleh; suku Seti. di Seram Utara dan Teluti Timur, merupakan bahasa dagang di Seram Bagian Timur
  • Bahasa Gorom merupakan turunan dari bahasa Seti dan dipakai oleh; penduduk beretnis atau bersuku Gorom yang berdiam di Kabupaten Seram Bagian Timur yang menyebar sampai Kepulauan Watubela dan Maluku Tenggara

Tiga bahasa yang hampir punah adalah Palamata dan Moksela serta Hukumina. Ratusan bahasa di atas dipersatukan oleh; sebuah bahasa pengantar yang telah menjadi lingua franca sejak lama yaitu; Bahasa Ambon. Sebelum bangsa-bangsa asing (Arab, Cina, Spanyol, Portohis, Belanda dan Inggris) menginjakan kakinya di Maluku, bahasa-bahasa asli Maluku tersebut sudah hidup setidaknya ribuan tahun dan menjadi bahasa-bahasa dari keluarga atau rumpun paling barat keluarga bahasa-bahasa Pasifik;/Melanesia (bahasa Papua-Melanesoid). (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)

Sejarah Singkat Tentang Maluku


Sejarah Maluku


Maluku atau dikenal sebagai Moluccas dan Molukken adalah provinsi tertua yang ada di Indonesia, lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerjaaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia,Mesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara.

Daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara. Pala dan Fuli dengan mudah didapat dari Pulau Banda, Cengkeh dengan mudah ditemui di negeri-negeri di Ambon, Pulau-Pulau Lease (Saparua, Haruku & Nusa Laut) dan Nusa Ina serta Mutiara dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar di Kota Dobo, Kepualaun Aru.

Maluku memiliki 2 agama utama yaitu agama Islam Sunni yang di anut 50,8% penduduk Maluku dan agama kristen (baik Protestan maupun Katolik) yang dianut 48,4% penduduk Maluku. Maluku tercatat dalam ingatan sejarah dunia karena konflik atau tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon. Selepas tahun 2002, Maluku berubah wajah menjadi provinsi yang ramah dan damai di Indonesia, untuk itu dunia memberikan suatu tanda penghargaan berupa Gong Perdamaian Dunia yang diletakan di ACC (Ambon City Centre).

Pada tahun 1999 ketika konflik atau tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon melanda Maluku, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan manjadi Provinsi Maluku Utara, dengan ibu kota di Sofifi. Namun, karean Kota Sofifi dinilai belum sipa menjadi ibu kota maka pusat pemerintahan sementara sampai 2009 berada di Kota Ternate yang berada di Pulau Ternate.

Provinsi Maluku dan Maluku Utara membentuk suatu gugus-gugus kepulauan yang terbesar di Indonesia dikenal dengan Kepulauan Maluku dengan lebih dari 4.000 pulau baik pulau besar maupun kecil. (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)



Mengenal Masyarakat, Budaya Orang Maluku dan Maluku Utara

Masyarakat & Kebudayaan Maluku
Suku Bangsa Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melanesia Pasifik yang masih banyak berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang terbesar di kepulauan Samudra Pasifik. Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-bangsa kepulauan Pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh; Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi Hawaii).


Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, serta profil tubuh yang lebih atletis dibandingkan dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.


Sejak zaman dahulu di antara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain yaitu dengan bangsa Eropa (umumnya Belanda dan Portugis) serta Spanyol, kemudian Bangsa Arab sudah lazim mengingat daerah ini telah dikuasai bangsa asing selama 2.300 tahun dan melahirkan keturunan-keturunan baru, yang mana sudah bukan ras Melanesia murni lagi namun tetap mewarisi dan hidup dengan beradatkan gaya Melanesia-Alifuru.

Masyarakat & Kebudayaan Maluku
Karena adanya percampuran kebudayaan dan ras dengan orang Eropa dan Arab inilah maka Maluku merupakan satu-satunya wilayah Indonesia yang digolongkan sebagai daerah yang memiliki kaum Mestizo terbesar selain Timor Leste (Timor Leste, sekarang menjadi negara sendiri). Bahkan hingga sekarang banyak nama fam/mata ruma di Maluku yang berasal adat bangsa asing seperti;


Belanda(Van Afflen, Van Room, De Wanna, De Kock, Kniesmeijer, Gaspersz, Ramschie, Payer, Ziljstra, Van der Weden, dan lain-lain) serta Portugal (Da Costa, De Fretes, Que, Carlino, De Souza, De Carvalho, Pareira, Courbois, Frandescolli, dan lain-lain). Ditemukan pula fam/marga keturunan bangsa Spanyol (Olibiera, Diaz, De Jesus, Silvera, Rodriguez, dan lain-lain) serat fam-fam Arab yang langsung dari Hadramaut (Al-Kaff, Al-Katiri, Bachmid, Bahasoan, Al-Qadri;, Alaydrus, Assegaff, dan lain-lain). Cara penulisan fam/marga orang Ambon;/Maluku pun masih mengikuti dan disesuaikan dengan cara pembacaan ejaan asing seperti; Rieuwpassa (baca; Riupasa), Nikijuluw (baca; Nikiyulu), Louhenapessy (baca ;Lohenapesi), Kallaij (baca; Kalai), dan Akyuwen (baca; Akiwen).

Masyarakat & Kebudayaan Maluku

Sekarang ini, masyarakat Maluku tidak hanya terdapat di Indonesia saha melainkan tersebar di berbagai negara di dunia. Kebanyakan dari mereka hijrah keluar negeri disebabkan oleh; berbagai alasan. Salah satu sebab yang paling klasik adalah perpindahan besar-besaran masyarakat Maluku ke Eropa pada tahun 1950-an dan menetap di sana hingga sekarang. Alasan lainnya adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, menuntut ilmu, kawin-mengawin dengan bangsa lain, yang di kemudian hari menetap lalu memiliki generas-generasi Maluku baru di belahan bumi lain. Para ekspatriat Maluku ini dapat ditemukan dalam komunitas yang cukup besar serta terkonsentrasi di beberapa negara seperti Belanda (yang dianggap sebagai tanah air kedua oleh; orang Maluku selain tanah Maluku itu sendiri), Suriname dan Australia. Komunitas Maluku di wilayah lain di Indoensia dapat ditemui; di Medan, Palembang, Bandung, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Makassar, Kupang, Manado, Kalimantan Timur, Sorong, dan Jayapura.(sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)

Maluku Utara: Kecantikan disisi Timur

Maluku Utara Surga Tropis di TImur Indonesia

Maluku Utara adalah surga tropis di Indonesia bagian timur. Inilah tempat wisata bahari, budaya, purbakala, sejarah dan adat istiadat. Daerah ini pada mulanya adalah bekas wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moroko Kie Raha (Kesultanan Empat Gunung di Maluku) yaitu Bacan, Jailolo, Ternate dan Tidore.
Ibu Kota Maluku Utara terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara, sejak 4 Agustus 2010 yang menggantikan kota terbesarnya Ternate, yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur di Sofifi.


Provinsi Maluku Utara memiliki 395 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan yang menakjubkan. Pulau yang telah dihuni sebanyak 64 buah dan yang tidak berpenghuni sebanyak 331 buah. Salah satu pulau yang tidak berpenghuni adalah pulau Dodola, pulau ini layak disebut sebagai surga. Pulau ini terdiri dari Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Kedua pulau ini hanya tersambung saat air laut sedang surut dan membentuk jalan pasir. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, Anda dapat melakukan banyak kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam.  Ada juga Pulau Maitara, pulau ini juga menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Ternate dan Pulau Tidore.

Seperti yang terlihat Provinsi Maluku Utara dikelilingi oleh perairan. Hal ini membuat Maluku Utara memiliki pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias yang beragam. Wisata alam batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Disini juga terdapat hutan wisata sekaligus taman nasional dengan spesies endemik rangking ke 10 di dunia.
Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam di Kota Ternate, Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Halmahera Utara.

Transportasi

Ternate dapat Anda capai dengan penerbangan domestik dari Jakarta melalui Makassar atau penerbangan langsung dari Makassar dan Manado.

Kuliner


Provinsi Maluku Utara didominasi dengan Muslim, karena itu Anda dapat menemukan banyak makanan halal disini. Tentunya makanan laut berlimpah disini, berbagai hidangan nasi dan ikan laut patut Anda coba. Makanan khas di Maluku Utara yaitu papeda seperti juga di Ambon dan Papua dapat Anda cicipi disini. Selain itu juga ada halua kenari, air guraka, bagea, ikan asap, gohu ikan, ketam kenari dan masih banyak lagi makanan khas Maluku Utara yang tak kalah enaknya.

Kantor Pariwisata

Jl.Kamboja No.14 A, Ternate 
Telp. (62-921) 326277, 327396
#AyoKeMaluku (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)

Spot Diving Di Maluku Dan Maluku Utara

Diving & Snorkeling di Maluku
sumber https://www.flickr.com/photos/rialubis
Berbicara mengenai keindahan alam bawah laut selalu menjadi topik yang sangat seru untuk di perbincangkan. Laut Maluku merupakan salah satu yang terbaik di dunia, laut Maluku memberikan nuansa tersendiri bagi para penyelam dari seluruh penjuru dunia. Bukan tanpa bukti, berbagai event berskala nasional maupun internasional telah di selenggarakan di gugusan kepulauan Maluku Utara sampai Maluku Barat Daya. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat dunia terhadap keindahan dan keanekaragaman laut Maluku sangatlah tinggi.


Berikut adalah beberapa spot menyelam yang ada di Maluku


  • Pulau Ai - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Pulau Hatta - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Pulau Keraka - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Batu Balanda - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Sonegat - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Pulau Lontar - Pulau Banda - Maluku Tengah
  • Teluk Jailolo- Halmahera Barat - Maluku Utara
  • Pulau Rorangane - Halmahera Utara - Maluku Utara
  • Taman Laut Tobotobo - Halmahera Utara - Maluku Utara
  • Pulau Tagalaya - Tobelo - Maluku Utara
  • Pulau Morotai - Halmahera Utara - Maluku Utara
  • Pantai Ora - Desa Sawai - Maluku Tengah
  • Pulau Pombo - Salahutu - Maluku Tengah
  • Pulau Gunung Api Banda - Banda Naira - Maluku Tengah
  • Pulau Tiga - Ambon - Maluku
  • Pantai Ngurtafur - Kei Kecil - Maluku Tenggara
  • Pantai Ngrubloat - Kei Kecil - Maluku Tenggara       (sumber: http://t-baronda.blogspot.com/)