Showing posts with label Maluku. Show all posts
Showing posts with label Maluku. Show all posts

Wednesday, 3 February 2016

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur terletak di Pulau Warbal, Kabupaten Maluku Tenggara. Pantai Ngurtafur memiliki keindahan yang sangat eksotis, uniknya lagi pantai ini memiliki hamparan pasir yang menjorok atau memanjang ke tengah lautan tanpa putus sepanjang 2 km dan lebar 7 meter.

Kalo kesini wajib bawa camera yg bisa super zoom biar bisa foto burung pelikan yg paruhnya terpanjang di dunia yang lagi berimigrasi dari Australia. Dan klo mau selfie sama burung ini kayaknya susah, sering kabur kalau kita mendekat.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara
photo: @ilhamarch

Jika kalian pengen kesini, pastinya kalian harus terlebih dahulu melakukan penerbangan ke Bandara Pattimura, Ambon, ibu kota Maluku. Dari bandara ini, ambil penerbangan ke Bandara Karel Sadsuitubun Ibra-Langgur dengan lama perjalanan sekira 1,5 jam. Pantai ini cukup jauh dari Kei kecil, pengunjung harus menyewa kapal motor dengan perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya sekitar Rp 850.000 kapasitas bisa 8 orang.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara


Kalian bisa meminta ibu-ibu di desa Warbal menyediakan goreng-gorengan, ikan bakar, enbal dll untuk menjadi bekal perjalanan kalian. Waktu terbaik untuk mengunjungi kepulauan Kei ialah pada bulan April hingga Mei dan Oktober hingga Desember. karena cuacanya cerah dan ombaknya cukup tenang.

source : http://www.barondamaluku.com/pantai-ngurtafur-pulau-warbal-maluku-tenggara/

Monday, 11 January 2016

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah
Photo : Fahrul Mahigan II
Danau Ninifala terletak di desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Danau Ninifala, yang terbentuk secara alami ini dipercaya sebagai Air Jodoh menurut masyarakat setempat yang di simbolkan melalui dua buah pohon yang hidup di dalam genangan air terus-menerus di tengah-tengah danau.

Danau Ninifala merupakan salah satu danau nan elok di bawah kaki gunung manusela, airnya yang berwarna kebiruan semakin memberikan sentuhan natural bagi danau ini selain itu danau tersebut juga terdapat semacam penguapan di atas permukaan air sehingga menambah kesan eksotis pada danau tersebut sehingga tak heran jika para wisatawan juga sering menamainya dengan sebutan danau di atas awan.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Untuk mencapai Piliana hanya bisa dilalui dengan jalan darat dan laut. Dari Ambon, ibu kota Maluku, harus menuju ke Masohi, ibu kota Kabupaten Seran Selatan(Tehoru-Telutih) menggunakan kapal cepat sekitar tiga jam. Perjalanan dilanjutkan ke Tehoru dengan mobil selama tiga jam. Lalu dari Tehoru menyeberang ke Desa Yaputih atau Desa Hatuh di Teluk Telutih menggunakan perahu ketinting.

Mencapai Desa Piliana bisa melalui Desa Yaputih melewati jalur setapak dari Desa Yaputih dengan lama perjalanan 3 jam dengan berjalan normal dan sesekali istirahat untuk melepas lelah. Untuk mencapai desa kelian harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dan akan meluap airnya bila terjadi hujan besar sehingga akses jalan tidak bisa dilewati. Beruntung apabila  tidak sedang menghadapi hujan sehingga aman dan lancar dalam menyeberangi sungai.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Desa Piliana memiliki ketinggian 1.280 meter (dpl) yang diidentikan sebagai “Desa di Atas Awan”. Pesona alamnya sangat menarik. Letaknya yang cukup tinggi menyebabkan hampir setiap hari kawasan ini disapu awan-awan tebal. Mungkin karena letaknya, Piliana juga disebut sebagai Pilianika yang dalam bahasa setempat berarti 'terang'.
Setelah sampai di desa Piliana maka anda harus minta izin terlebih dahulu pada tokoh masyarakat setempat apabila anda ingin mengunjugi air ninivala, utuk menujuh Danau Ninivala dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari setengah jam dari pemukiman desa Piliana. 

Untuk mencapai lokasi ini, kita melewati jalur setapak yang diapit semak-semak dan beberapa sungai yang arusnya cukup  deras. Saat tiba di lokasi, terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Jalur yang dikelilingi semak ternyata dapat mengantarkan ke danau kecil yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Air danau terlihat sangat jernih dan masih alami, terlihat tidak ada sampah di sekitar danau. Di pinggir atas danau telah dibangun beberapa walang-walang atau Saung yang dapat digunakan untuk beristrahat dan menikmati pemandangan indahnya Danau Ninivala. Saung tersebut dibuat oleh warga Piliana secara mandiri.

Telaga/Danau yang terletak di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah ini, belum banyak di ekspos oleh masyarakat di luar Kecamatan Tehoru. Tentunya sentuhan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah di harapkan mampu menjadikan wilayah Telaga Ninifala sebagai objek pariwisata baru di Maluku Tengah.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan

Belum banyak orang tahu tentang destinasi wisata yang satu ini. Nama nya Danau Tebing Makariki atau Sungai Makariki, terletak di antara Desa Yaputih dan Desa Hatu, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.
Tempat seindah ini sepertinya hanya untuk kalian petualang yang tangguh, karena untuk mencapai lokasi nya kalian harus menempuh jarak sekitar 3 km dengan berbagai medan yang terjal. Waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan
Warna air nya sebening lautan mengharu biru, tebing - tebing menambah pesona keindahan tempat ini. Jika kalian yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya membawa balsem, soal nya suhu di sini mencapai 0,2° celcius.
Rute perjalanan nya yaitu kalau kalian dari Liang - Waipirit ambil jalur ke Selatan lewat Masohi - Tamilouw - Tehoru - Hatu Kalau sampai di Hatu bisa sekalian lihat Air Ninivala dijamin gak bakal manyasal.

Thursday, 25 June 2015

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon
(by: lostpacker.com)
Jika Anda berkunjung ke Ambon, jangan hanya menikmati keindahan pantai dan lautnya saja. Karena di Pulau Ambon terdapat banyak sekali wisata alam yang perlu Anda kunjungi, salah satunya yaitu Permandian Air Panas di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.


Desa Tulehu berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Ambon, Anda dapat mencapainya dengan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam perjalanan. Jalanya yang begitu berkelok-kelok mengitari kota Ambon, pantai pantai di Laut Banda menambah indah perjalan menuju ke Desa Tulehu.

Air panas di Desa Tulehu ini mempunyai khasiat, yaitu dapat menjadi terapi kesehatan dan juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit, itu menurut beberapa pengunjung yang sering datang ke pemandian air panas ini. Selain dapat menyembuhkan, Anda pasti akan merasa segar dan pulih dari kepenatan setelah berendam di air panas Desa Tulehu.

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Menurut warga setempat, pemandian air panas ini berawal ketika seorang purnawiran TNI, Haji Muhammad Nahumaruri berniat membuka kebun pohon sagu di area tanah miliknya pada tahun 1990-an. Namun ketika membuka lahan dengan menggali tanah, munculah uap air panas, sejak saat itu lah beliau membuka pemandian air panas di Desa Tulehu yang di beri nama Hatuasa.

Nama Hatuasa di ambil dari bahasa Ambon, yaitu Hatu berarti Batu, sedangkan Asa berarti Gosok. Suhu air panas di kolam pemandian ini mencapai 50-70 celcius, Selain titik air panas di Hatuasa, sebenarnya masih ada 13 titik air panas di Desa Tulehu, yakni ada 4 titik air panas di Pantai Batu Kuda, 2 titik di Desa Mokeng, 1 titik di hutan Sila, Dusun Sila, Tulehu dan tempat tempat lainnya.

Untuk biaya masuknya terbilang sangat murah yaitu Rp.5.000.00/kepala untuk orang dewasa sedangkan untuk anak anak Rp.2.500/kepala. Waktu berkunjung, sebaiknya pada saat malam hari yaitu diantara jam 22:00 - 03:00 WIT. Karena semakin malam udara semakin dingin, maka perbedaan suhu tersebut dapat membuat tubuh relaks dengan cepat.


Selain itu, jika bosan berendam Anda dapat menggunakan fasilitas karoke yang disiapkan pengelola. Cukup dengan membayar Rp. 2.500/lagu, Anda dapat menyanyi lagu yang beragam, mulai dari Pop Ambon hingga Dangdut. Untuk Anda ketahui, masyarakat di Ambon dan Maluku memiliki kegemaran menyanyi, makanya suara mereka sangat khas dan lebut. #AyoKeMaluku


referensi:
www.telusurindonesia.com
inisayadanhidupsaya.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com


Tuesday, 16 June 2015

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas

Masjid Al Munawwaroh | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid Raya Al Munawwar di bangun pada pertengahan tahun 2003, dan baru di resmikan pada 6 Agustus 2010. Masjid ini terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan ikon kota Ternate dan menjadi kebanggan warganya.


Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid ini berdiri di bibir pantai Swering Gamalama, dengan mempunyai empat buah tiang menara, dimana dua di antara-nya berada di darat, dan dua menara terendam di laut. Karena hal tersebut Masjid Raya Al Munawwar sering disebut Masjid terapung. Saat Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui sisi bangunan masjid ini. Suara air laut menambah khusyu-nya orang-orang yang sedang beribadah didalamnya.

Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.


Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Di sisi lain dari Masjid Raya Al Munawwar, Anda bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama yang begitu hijau. Beribadah di masjid ini seakan membuat Anda merasa ada di perbatasan antara tiga alam : air, laut, dan udara. #AyoKeMaluku #AyoKeTernate


referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com

Saturday, 2 May 2015

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Bagi sebagian orang Indonesia Kota Tual terdengar asing ditelinga mereka, karena lokasinya yang terpencil di Maluku dan bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tenggara yang terkenal dengan pantainya yang mempunyai pasir putih terhalus di Asia Tenggara. Namun Kota Tual masih menyimpan potensi wisata yang belum terjamah oleh para wisatawan, salah satunya yaitu adalah Pulau Bair

Pulau Bair memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, pulau ini memiliki dua teluk dengan air laut yang sangat tenang dan jernih. Bahkan dengan mata telanjang Anda dapat melihat dasar lautnya, tidak hanya itu di pulau ini juga terdapat vegetasi mangrove dan tebing batu yang mirip dengan Raja Ampat di Papua namun dalam skala kecil. Di pulau ini juga merupakan habitat anak Ikan Hiu jenis Blackpit.

Untuk menuju Pulau Bair sangatlah mudah, dari pusat kota Tual menuju ke Desa Dullah Darat dengan menggunakan kendaraan roda dua seperti ojek, atau dengan kendaraan roda empat yaitu angkot atau kendaraan pribadi dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Setelah sampai di dermaga Desa Dullah Darat dilanjutkan dengan perjalan laut dengan menggunakan speedboat yang harus disewa karena lokasi Pulau Bair terletak di ujung dari deratan pulau-pulau yang terletak di Desa Dullah Laut, sekitar 1 jam perjalanan. Dalam perjalanan ke Pulau Bair Anda akan melewati pulau-pulau kecil tak berpenghuni, salah satunya yaitu Palau Adrenan yang memiliki luas sekitar 500 m2. Daya tarik dari pulau ini yaitu pasir pantainya yang sangat halus dengan garis pantai yang bergeser ke Timur karena pergantian musim timur dan barat begitupun sebaliknya.

Setelah Anda melewati beberapa pulau-pulau kecil di Desa Dullah Laut, Anda akan sampai di pulau Bair dan akan disambut dengan tebing-tebing batu yang mengelilinginya bahkan kalau Anda beruntung Anda dapar melihat anak ikan Hiu Blackpit.

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Tips bagi Anda yang ingin berkunjung kesana bawahlah sunblock, makanan dan minuman secukupnya dan yang terpenting membawa pulang sampah makan dan minuman untuk tetap menjaga kelestarian alam. Bagi Anda yang tertarik ke Pulau Bair sebaiknya pada musim timur atau pergantian musim dari timur ke barat atau barat ke timur. Sebaiknya pada bulan Maret-Agustus karena ombaknya kecil.


Referensi: kaskus.co.id

Friday, 13 March 2015

Masjid Wapauwe - Mesjid Tertua di Maluku

Mesjid Wapauwe - Desa Kaitetu
source:google.com
Mesjid Wapauwe merupakan salah satu dari sekian banyak mesjid tua yang berada di Indonesia. Mesjid ini terletak di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Mesjid ini dibangun pada tahun 1414 Masehi, yang pada awalnya di beri nama Wawane karena di bangun di Lerang Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, yang merupakan keturanan Kesultanan Islam Jailolo.

Mesjid Wapauwe di bangun dengan bentuk yang sangat sederhana, alih - alih dari kayu atau semen, konstruksi bangunan mesjid ini dibangun dari pelepah sagu kering ( gaba-gaba, dalam bahasa Maluku). Bangunan induknya hanya berukuran 10x10 meter, dan bangunan tambahannya berupa serambi yang berukuran 6,35x4,75 meter. Uniknya lagi, konstruksi dari bangunan induk dirancang tanpa menggunkan paku atau pasak.


Mesjid ini sempat mengalami beberapa kali pemindahan yang pada awalnya berada di Desa Wawane yang terletak di Lerang Gunung Wawane, berpindah ke Desa Tehala yang kemudian berpindah lagi ke Desa Kaitetu. Bahkan menurut warga setempat mesjid ini berpindah dengan sendirinya.

Mesjid Wapauwe - Desa Kaitetu
source:google.com
Meski telah dibangun mesjid baru di Desa Kaitetu, namun hingga saat ini mesjid Wapauwe masih di gunakan untuk melakukan shalat Jumat dan Shalat lima waktu. Di dalam mesjid ini terdapat sebuah bedug dan Al-Quran tua yang telah berumur ratusan tahun dimana kertasnya mulai termakan usia.

Mesjid Wapauwe terletak di wilayah yang selama ini dikenal sebagai tempat peninggalan-peninggalan sejarah yang bernilai sangat penting. Untuk berkunjung ke mesjid ini Anda bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Jaraknya sekitar 22 kilo meter dari pusat Kota Ambon.#AyoKeMaluku


referensi
http://melayuonline.com/
http://travel.detik.com/

Thursday, 16 October 2014

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Gereja Tua Imanuel merupakan salah satu dari sekian banyak bukti peniggalan sejarah yang berada di Maluku. Gereja ini terletak di Desa Hila, Kecamatan Salahutu Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang berjarak sekitar 42km dari pusat kota Ambon. Gereja ini dibangun pada tahun 1659 dan merupakan bangunan gereja tertua di Provinsi Maluku.


Bangunan bersejarah ini terlihat sangat sederhana, dindingnya terbuat dari kayu yang di cat putih dengan atap rumbia dan sebuah tiang lonceng yang menghiasi halamannya. Desain dalam gedungnya pun sangat sederhana dengan sebuah mimbar yang menghadap 2 barisan kursi yang berjajar ke belakang dan sebuah ruangan kecil bagi pendeta. Gereja ini sempat mengalami kerusakan akibat perang saudara yang terjadi di Provinsi Maluku pada tahun 1999. Dan setelah angin perdamaian mulai tertiup di Maluku, gereja ini kembali dibangun dengan arsitektur dan bentuk yang sama.

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Untuk mengunjungi gereja ini Anda tidak dipungut biaya sepeserpun, namun Anda wajib mengisi buku tamu dan sebuah kotak persembahan sebagai bentuk soladaritas untuk membantu perawatan gereja ini. #AyoKeMaluku
sumber: http://t-baronda.blogspot.com


referensi :
noerz-muakrim.blogspot.com
achendresthy-03-virgo.blogspot.com
travellermeds.blogspot.com

Tuesday, 30 September 2014

Molana Island - Saparua Resort

Pulau Molana - Surga Kecil Di Maluku
source: google.com
Pulau Molana adalah sebuah pulau kecil manis dan elok yang berhamparan pasir putih dan mempunyai terumbu karang yang indah. Pulau ini terletak di Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Pulau ini mempunyai objek wisata bahari yang menjadi primadona bagi para penyelam dan dapat bersaing dengan Raja Ampat bahkan Bunaken.


Bagi Anda para pecinta diving yang baronda ke Maluku, kami sarankan untuk mengunjungi pulau ini. Selain wisata bawah lautnya, Pulau ini juga mempunyai hamparan pasir putih yang halus, bahkan menurut warga setempat kehalusan pasir di pulau ini sehalus tepung. Keindahan alam di pulau ini masih sangatlah alami, pasirnya yang putih, langit yang biru serta air lautnya yang begitu jernih membuat Anda akan betah di pulau ini.

Ada keunikan tersendiri dari pasir di pulau ini, yaitu pada saat pergantian musim ombak, hamparan pasir di pulau ini akan berpindah dari satu sisi ke sisi lain pulau. Pada saat musim barat pasir akan berpindah ke sisi timur pulau ini, begitu pun sebaliknya jika pada musim timur.

Pulau Molana - Surga Kecil Di Maluku
source: google.com
Keindahan bawah laut pulau ini juga tidak kalah indah dengan pulau lainnya di Provinsi Maluku maupun Maluku Utara. Jika Anda menyelam di bawah lautnya, maka Anda bisa menemukan karang laut yang masih subur dan masih alamiah yang merupakan tempat bermain bagi ikan hias dan ikan karang. Obyek wisata di pulau ini masih alami dan belum mangalami perubahan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam pohon rindang serta tanaman bakau yang menghiasi pulau Molana.

Untuk menuju pulau ini, Anda dapat menggunakan speedboat dari Kota Ambon menuju langsung ke Pulau Molana, atau dari Ambon menggunakan kapal cepat menuju ke Saparua, selanjutnya dengan menumpang speedboat menuju ke Pulau Molana. Di pulau ini juga sudah dibangun dua buah cottage dan sebuah restoran, jadi Anda tidak perlu khawatir soal makan dan tempat tinggal. #AyoKeMaluku


referensi

Monday, 22 September 2014

Keunikan Desa Budaya Banda Ely - Kei Besar

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar

Jika Anda ingin merasakan suasana desa yang masih asri dengan budaya serta adat istiadatnya yang masih terjaga, maka berkunjunglah ke Desa Budaya Banda Ely, tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kepulauan Kai yang wajib Anda kunjungi. Desa Banda Ely terletak di Kepulauan Kai Besar Utara, Maluku Tenggara, yang bejarak sekitar empat jam dari pusat Kota Tual, dengan menggunakan Kapal Laut.


Penduduk di Desa ini sebagian besar berasal dari Banda Naira, sehingga dialek bahasa, adat, serta tradisinya agak lain jika dibandingkan dengan desa-desa yang berada di Kepulauan Kai. Penduduk desa ini mulai bermukim di Kepulauan Kai sejak tahun 1621 saat terjadinya peperangan melawan Belanda yang waktu itu dipimpin oleh J.P.Coen.

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar

Bahasa asli setempat masih digunanakan oleh penduduk desa Banda Ely hingga saat ini dan masih berpegang teguh pada tradisi mereka seperti tarian dan seni musik lainnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke desa Banda Ely. Selain memiliki keragaman budaya dan adat istiadat, desa ini juga menjadi pusat handicraft atau kerajinan tangan seperti, tembikar, besi, perak dan kerajinan tangan lainnya. Tak hanya itu, desa ini juga merupakan penghasil emas kei yang merupakan salah satu jenis logam berharga amalgam yang digunakan sebagai perhiasan di Kepulauan Kai.

Desa ini berdekataan dengan Desa Haar yang terkenal sebagai tujuan wisata para penyelam karena terumbu karanngnya sangat mempesona. Selain itu, di desa Haar juga teradapat Gunung Ar, yang menyimpan bangunan benteng yang sangat kokoh da. kampung tua.

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar
Walau masih menggunakan bahasa asli, Anda tidak perlu khawatir karena penduduk disini banyak yang bersedia sebagai penerjemah selama Anda berada disana. Di desa ini Anda akan dipuaskan dengan menyaksikan beragam kesenian seperti tarian, ritual adat, musik yang unik, serta Anda dapat mengunjungi tempat pembuatan kerajinan tangan yang eksotik oleh kelompok tradisional.

Daya tarik utama desa ini adalah Anda menyaksikan. melihat serta merasakan adat, dan budaya yang masih asli yang bebas dari pengaruh moderenisasi. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi desa Banda Ely, maka pastikan Anda membawa kamera terbaik yang Anda punya, karena banyak sekali tempat alami yang bisa menjadi objek jempretan kamera Anda. #AyoKeMaluku

sumber : http://t-baronda.blogpspot.com


refensi
http://www.yukpegi.com/indonesia/melihat-keunikan-desa-budaya-banda-ely/

http://travelblog.ticktab.com/2014/08/22/menyisir-keindahan-dan-keragaman-budaya-dan-adat-asli-di-desa-banda-ely/

Thursday, 18 September 2014

Kupa - Kupa Beach - Halmahera Utara

Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera Utara
source: halmaherautara.com
Halmahera, Maluku Utara memang surganya bagi pecinta olahraga air. Pantai-pantai di pulau ini seakan-akan tidak ada habisnya menawarkan keindahan alamnya yang begitu mempesona. Salah satu pantai yang wajib Anda kunjungi jika baronda ke Maluku Utara yaitu pantai Kupa Kupa.


Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera UtaraPantai ini memiliki arus laut yang tenang, serta mempunyai karateristik tersendiri yaitu berupa pepohonan beringin dan ketapang yang tumbuh disepanjang pantainya. Letaknya yang seakan-akan berada dalam teluk sehingga membuat pantai ini sangat cocok untuk diving maupun snorkeling. Pantai ini juga memiliki terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai dengan berlatar belakang pegunungan. Pada saat liburan pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Pantai ini terletak di Desa Kupu Kupa yang berjarak sekitar 20 km dari kota Tobelo. Untuk menuju pantai ini Anda dapat menggunakan angkot dengan tujuan Kao dari terminal Wosia dan turun dipertigaan jalan masuk pantai Kupa Kupa. Selanjutnya dengan menggunakan ojek ke lokasi pantai sekitar 2 km.#AyoKeMaluku 



Friday, 12 September 2014

Benteng Orange - Ternate, Maluku Utara



source: google.com
Benteng Orange merupakan benteng Belanda pertama di Nusantara yang di bangun pada tahun 1607 di Ternate, Maluku Utara oleh Gubernur Jendral Belanda Matelief De Jonge. Benteng ini merupakan bekas peniggalan benteng tua yang dibangun oleh Melayu yang diberi nama Benteng Malayo. Benteng ini juga pernah menjadi pusat pemerintahan tertinggi Hindia Belanda, yang dipimpin oleh Gubernur Jendral VOC Pieter Both, Laurenz Real, Herarld Reyist dan J.C Coum.


Benteng ini terletak di pusat kota Ternate dengan kondisi fisik yang masih utuh, namun kondisinya kurang terawat sehingga di dalam benteng ini didiami oleh kesatuan POLRI dan Angkatan Darat. Pada tahun 1822 benteng ini juga pernah menjadi tempat pengasingan Sultan Badarudin II dari Palembang. Sehingga pada tahun 1852 Sultan Badarudin II meninggal dan dimakamkan di kecamatan Santiong.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Benteng ini juga terkenal dengan kemampuannya pada jaman itu untuk menghadang musuh baik dari laut maupun darat. Anda akan menemukan 13 meriam sisa peninggalan penjajah di dalam benteng ini, namun sayangnya beberapa bagian meriam telah di ambil oleh orang.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Bangunan ini dibangun menggunakan kombinasi batu karang, batu kali dan pecahan kaca, merupakan benteng yang disegani pada jamannya, hingga kini pun sisa-sisa kemegahan itu masih nampak. Pintu masuk kedalam benteng ini pun tidak terlalu menonjol, karena tertutup poleh pedagang kaki lima yang berjualan di depan benteng.

Selain Benteng Orange, di Ternate juga terdapat pula sisa-sisa peniggalan benteng Portugis, Spanyol dan Belanda. Seperti Benteng Kalamata, Benteng Toluko, Bentang Kastela dan Benteng Kota. Namun ironisnya hanya Benteng Toluko dan Kalamata saja yang bangunannya masih terawat.

Untuk mengunjungi sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut Anda perlu waktu satu hari penuh. Ojek merupakan alat transportasi yang disarankan oleh kami, selain murah sepeda motor juga akan lebih cepat melintasi jalan-jalan di sudut kota Ternate dibandingkan kendaraan lain.

Biaya sewa ojek perhari sekitar Rp.75.000  - Rp.100.000/hari tergantung selihai apa Anda menawarinya. Kalau tidak ingin mencarter Anda bisa menyewa ojek dengan harga Rp.3.000; - Rp.5.000, tergantung seberapa jauh lokasinya. Selain itu Anda juga bisa menggunakan angkutan umum atau mikrolet dengan tarif harga Rp.2.000:-.#AyoKeMaluku

sumber: http://.t-baronda.blogspot.com
referensi
jalan2.com

Sunday, 7 September 2014

Pulau Pombo - Surga Yang Tak Berpenghuni

Pulau Pombo - Surga Tak Berpenghuni Yang Eksotis
source: google.com
Pulau Pombo adalah salah satu pulau yang tidak berpenghuni yang terletak di Teluk Haruku, Provinsi Maluku. Secara geografis pulau ini berada diantara Pulau Ambon dan Pulau Haruku. Namun secara administratif seluruh kawasan pulau ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.


Pulau ini dikenal juga sebagai Pulau Merpati, karena menurut warga setempat kata 'pombo' barasal dari bahasa Portugis yang berarti 'Merpati'. Luas pulau ini sekitar 2 hingga 3 hektar. Anda dapat berjalan menglilingi pulau ini dengan berjalan kaki selama 1 jam dengan merasakan sensasi angin laut yang menerpa rambut Anda.

Apabila Anda seorang yang berjiwa petualang maka Anda dapat mencoba untuk berkemping di pulau ini untuk menikmati kesejatian hidup di alam bak terasing di pulau yang indah ini. Bagi Anda yang pecinta wisata bahari, pulau ini sangtlah cocok untuk Anda. Pulau ini menawarkan keindahan bawah laut yang tak kalah indah dengan pulau lainnya di Provinsi Maluku. Anda dapat menyaksikan keindahan biota laut yang beragam serta berbagai macam jenis ikan. Anda juga akan menemukan berbagai jenis batu karang dengan bentuk yang unik serta rumput laut yang bergoyang-goyang kesana kemari mengikuti arus laut.

Pulau Pombo - Surga Tak Berpenghuni Yang Eksotis
source: facebook/maluku-satu-darah
Kawasan pulau ini juga telah dijadikan tempat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan budidaya bawah laut. Untuk menuju pulau ini Anda dari Ambon ke Tulehu atau Waai bisa juga ke Liang melalui jalur darat sekitar1 jam perjalanan. Selanjutnya menggunakan speedboat ke Pulau Pombo, atau dari Waai bisa juga dari Liang sekitar 20 menit.

Apabila Anda ingin berkemping di pulau ini sebaiknya Anda membawa semua perlengkapan mulai dari pakaian, perlatan snorkeling, peralatan menyelam, makanan dan minuman, hingga obat-obatan. Di pulau ini tidak terdapat homestay atau tempat tinggal, karena pulau ini tidak berpenghuni alias kosong. #AyoKeMaluku


referensi