Showing posts with label Destinasi. Show all posts
Showing posts with label Destinasi. Show all posts

Saturday, 14 May 2016

Pantai Lakey/Lakey Beacg - Dompu, Nusa Tenggara Barat



Pernahkah Anda mendengar istilah ombak kidal? Jika belum dan ingin melihat atau bahkan menaklukkannya dengan berselancar (surfing) maka kunjungilah Pantai Leakey. Saat ini memang sebagian besar yang datang ke Pantai Lakey adalah wisatawan asing seperti dari Australia, Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Leakey sebenarnya adalah salah satu pantai yang tersohor sebagai salah satu kawasan surfing terbaik dan unik di dunia. Apa yang unik? Ombaknya ternyata memiliki arah sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya. Keunikan ini juga nyatanya telah digenapi dengan keindahan pantai yang sudah menjadi buah bibir terutama di kalangan penggila surfing. Salin itu, angin laut yang terbilang kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing, atau kite surfing.




Pantai Lakey memiliki ombak yang terbilang stabil sepanjang tahun (tak terpengaruh musim) dan karenanya beberapa kali menjadi lokasi diadakannya kompetisi selancar tingkat dunia. Puluhan peserta kompetisi ini biasanya datang dari berbagai belahan dunia dan juga Indonesia. Keunggulan wisata pantai yang ditawarkan oleh Pantai Lakey sebenarnya sudah dapat terlihat di pusat Kota Dompu, ditandai dengan adanya patung orang yang tengah berselancar.
Bagi penggila selancar (surfing), ombak besar dan tinggi memang sangat dicari tetapi ombak di Pantai Lakey yang tidak terlalu tinggi (berkisar 6-8 meter saja) justeu jadi menantang ketika harus ditaklukkan dengan arah ombak kidal yang membutuhkan keahlian khusus. Wisatawan mancanegara sengaja datang jauh-jauh ke pantai di Selatan Pulau Sumbawa ini untuk menjajal keahlian berselancarnya.

Pantai Leakey memiliki empat jenis ombak yang disebut-sebut oleh para peselancarnya, yaitu Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe, dan Periscope. Jenis yang paling menantang dan hebat untuk berselancar adalah Lakey Peak karena menyuguhkan tantangan ombak dari arah kiri maupun kanan; pada bagian kiri berbentuk terowongan panjang, sementara di bagian kanan berupa gulungan ombak yang sempurna untuk berselancar.
Dari pesisir pantainya yang berpasir putih, pemandangan lepas Pantai Lakey didominasi birunya hamparan air laut sebiru langit yang menaunginya. Suara debur ombak yang memecah menjadi media bagi para peselancar untuk menjajal kemampuannya. Jangankan untuk beratraksi di atas papannya, untuk melihat ketetampilan para peselancar ini saja sudah cukup menyenangkan.



AKTIVITAS
AKOMODASI, KEGIATAN
AKOMODASI

Sebagai destinasi wisata yang lebih banyak menarik perhatian wisatawan asing, meski agak sepi dan terpencil, sudah ada sekira 10 hotel di Pantai Lakey. Kesepuluh hotel tersebut dapat Anda pilih sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan. Beberapa di antaranya adalah hotel berbintang namun ada juga yang setingkat homestay dengan tarif per malam mulai dari Rp100.000,-.
Lakey Beach Inn adalah salah satu hotel dan restoran di kawasan Pantai Lakey yang dikelola oleh Rachel, yaitu wisatawan yang datang ke Pantai Lakey pada tahun 1990 dan jatuh cinta pada pantai ini hingga memutuskan menetap di sini. Rachel menikahi seorang penduduk lokal dan membuka hotel bagi wisatawan. Apabila sudah lebih dulu memesan kamar di hotel ini, setibanya di Bandara Bima maka akan ada kendaraan yang disediakan untuk menjemput Anda tentunya dengan pemberitahuan sebelumnya. Tentunya hal ini akan memangkas biaya transportasi dari Bima menuju Pantai Lakey. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Lakey Beach Inn di sini.

KEGIATAN

Tips
Untuk melindungi kulit Anda dari bahaya sinar ultraviolet, gunakanlah sunblock atau memakai topi karena suhu sekitar pantai cukup terik.
Apabila Anda membawa sendiri papan surfing dari Bali misalnya maka beberapa penerbangan membolehkan dan mengenakan biaya khusus untuk papan tersebut.
Saat berselancar atau pun berenang, berhati-hatilah karena ombak Pantai Lakey termasuk besar dan tinggi. Di beberapa titik tersebut terdapat karang-karang yang tajam.
Jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut atau di kawasan sekitar pantai.
Pantai Lakey terletak di Kabupaten Dompu yang sedang diarahkan sebagai daerah wisata. Karenanya, terdapat potensi wisata yang menarik untuk disambangi, seperti Pantai Ria, Goa Jepang, Situs Nangasia. Meski belum semua destinasi wisata dikelola dengan cukup memadai tetapi tidak ada salahnya mengunjunginya. Selain itu, pantai cantik ini berada tak jauh dari Pulau Satonda dan tentunya Gunung Tambora.



TRANSPORTASI

Pantai Lakey di Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dapat ditempuh sekira dua jam perjalanan dari Bandar Udara Muhammad Salahuddin, di Kabupaten Bima. Dari Bima, Anda dapat menyewa mobil atau naik bus menuju Terminal Ginte di Dompu. Perjalanan menggunakan bus sekira Rp50.000,- atau menyewa mobil sekira Rp600.000,-.
Dari Terminal Ginte, apabila Anda tidak menyewa mobil, perjalanan dapat diteruskan dengan menyewa bemo dengan kisaran harga Rp200.000,- hingga Rp300.000,-. Pusat Kota Dompu-Pantai Lakey dapat ditempuh dengan waktu 30-45 menit.

Friday, 1 April 2016

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur

Mungkin banyak yang belum dengar tentang surga kecil untuk peselancar yang ada di Pulau Rote, Indonesia. bagi kalian yang hobi untuk menaklukkan ombak dengan bergulung-gulung di sana, wajib untuk mengunjungi satu pantai di Pulau Rote ini.

Selain Pantai Nembrala, tempat wisata pantai yang di Pulau Rote yang paling populer adalah Pantai Bo’A. Pasalnya, disamping indah dan cantik, pantai ini pun memiliki ombak yang tidak kalah menantangnya dengan Pantai Nirbralla atau pun pantai lain di Pulau Bali.

Pantai Bo’a, Surga Peselancar di Indonesia Timur
source: @drdewdew

Semakin ke timur, pesona wisata Indonesia sepertinya memang tiada duanya. Pantai yang menjadi surga bagi peselancar ini telah sering digunakan untuk kompetisi-kompetisi internasional.

Tidak hanya itu, pantai ini pun terbentang luas dengan pasirnya yang cantik. Oh ya, selain itu, Kamu juga bisa loh menikmati berlibur bersama keluarga, pasangan, dan teman Kamu dengan tenang dan damai. Asal Kamu Tahu aja, selain pantainya yang cantik dan gulungan ombaknya yang menantang, pantai ini pun masih sepi dan belum ramai pengunjung. Dengan kata lain, Kamu pun bisa tenang dan damai dalam menikmati pantai ini.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur


Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source : @t_landresort
Pulau Rote, merupakan sebuah pulau di ujung selatan Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di pulau ini terdapat pantai dengan panorama yang indah dan ombak berkelas dunia yang selalu diburu peselancar dunia. Untuk mencapai pulau ini Anda perlu melakukan penerbangan dari Bali menuju kota Kupang (Bandar Udara El Tari). Sesampainya di Kupang Anda dapat menginap terlebih dahulu di kota ini atau langsung menuju pulau Rote.

Perjalanan dapat dilanjutkan dengan mobil menuju Pelabuhan Tenau sekitar 30 menit. Penyebrangan melalui Pelabuhan Tenau ke Pulau Rote dengan menumpang kapal Ferry menuju Pantai Baru (Pelabuhan di Pulau Rote) dimana perjalanan dilakukan sekitar 3-4 jam atau dengan menggunakan kapal cepat menuju Kota Ba’a sekitar 40-60 menit.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source : @putrapulu

Setelah Anda menginjak kaki di Kecamatan Ba'a, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda empat sekitar 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, pemandangan yang dapat dilihat adalah padang rumput kering dan ranting-ranting pohon tak berdaun akibat musim kemarau. Ada kesan tersendiri melihat pemandangan itu. Indah tapi sendu.

Suasana Pantai Nembrala, Rote, masih jauh dari keramaian. Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote dengan hamparan pasir putih. Pantai Nembrala cukup memuaskan mata dengan air lautnya yang biru berdebur menepi ke pasir putih pantainya yang panjang.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
souce : @surferstravel

Pantai Nembrala memiliki ombak berskala internasional sehingga tidak heran banyak wisatawan mancanegara mengunjunginya. Bahkan pada bulan Agustus hingga Oktober, ombak di pantai ini bisa mencapai ketinggian 7 meter.

Di sekitar Pantai Nembrala, ada beberapa pilihan penginapan, mulai dari hotel hingga homestay dengan tarif puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per malamnya. Meskipun sarana terbatas namun Pantai Nembrala, Nusa Tenggara Timur layak diacungi jempol keindahannya.

Pantai Nembrala di Pulau Rote - Nusa Tenggara Timur
source ; @oanlany

Thursday, 10 March 2016

Pantai Kolbano, Pantai Dengan Batu Berwarna Warni - Nusa Tenggara Timur!

Pantai Kolbano, Nusa Tenggara Timur.

Pulau Timor di Nusa Tenggara Timur (NTT) memang belum banyak terekspose keberadaannya. Namun daerah ini memiliki beberapa tempat wisata untuk liburan yang tak kalah dengan beberapa tempat wisata keren lainnya di Indonesia.

Salah satu dari beberapa tempat wisata yang menarik di Pulau Timor adalah Pantai Kolbano dengan batu-batuannya yang unik nan apik. Pantai ini sendiri berada di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kolbano Beach, East Nusa Tenggara

Untuk mencapai Pantai Kolbano ini cukup memerlukan perjuangan. Pertama, kalian akan memerlukanh waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk mengunjungi lokasi Pantai Kolbano ini bila berangkat dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Namun perjuangan itu akan terbayarkan begitu sampai ke tempat ini dan menikmati keindahan Pantai Kolbano! Terutama keunikan pantainya dengan batu yang berwarna-warni!

Wednesday, 3 February 2016

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur terletak di Pulau Warbal, Kabupaten Maluku Tenggara. Pantai Ngurtafur memiliki keindahan yang sangat eksotis, uniknya lagi pantai ini memiliki hamparan pasir yang menjorok atau memanjang ke tengah lautan tanpa putus sepanjang 2 km dan lebar 7 meter.

Kalo kesini wajib bawa camera yg bisa super zoom biar bisa foto burung pelikan yg paruhnya terpanjang di dunia yang lagi berimigrasi dari Australia. Dan klo mau selfie sama burung ini kayaknya susah, sering kabur kalau kita mendekat.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara
photo: @ilhamarch

Jika kalian pengen kesini, pastinya kalian harus terlebih dahulu melakukan penerbangan ke Bandara Pattimura, Ambon, ibu kota Maluku. Dari bandara ini, ambil penerbangan ke Bandara Karel Sadsuitubun Ibra-Langgur dengan lama perjalanan sekira 1,5 jam. Pantai ini cukup jauh dari Kei kecil, pengunjung harus menyewa kapal motor dengan perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya sekitar Rp 850.000 kapasitas bisa 8 orang.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara


Kalian bisa meminta ibu-ibu di desa Warbal menyediakan goreng-gorengan, ikan bakar, enbal dll untuk menjadi bekal perjalanan kalian. Waktu terbaik untuk mengunjungi kepulauan Kei ialah pada bulan April hingga Mei dan Oktober hingga Desember. karena cuacanya cerah dan ombaknya cukup tenang.

source : http://www.barondamaluku.com/pantai-ngurtafur-pulau-warbal-maluku-tenggara/

Air Terjun Jembatan Alam - Tobelo, Halmahera Utara

Air Terjun Jembatan Alam - Tobelo, Halmahera Utara

Air Terjun Jembatan Alam Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Letaknya tersembunyi dan dikelilingi oleh hutan lebat. Sensasi petualangan akan terasa saat mengarungi hutan lebat, jalan berbatu dan rintangan lainnya namun semua akan tidak sia-sia karena akan terbayar dengan semua pemandangan dan keindahan yang tersaji di depan mata. Airnya yang jernih membuat siapa saja tak tahan untuk segera menceburkan diri ke dalamnya.

Air Terjun Jembatan Alam Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara
photo : @gudut_setiabudi

Berkunjung ke kesini Gratis, hanya bayar guide penduduk lokal buat nganterin ke lokasi Rp 100.000 yang harus ditempuh kurang lebih 1 jam jalan kaki.

source: http://www.barondamaluku.com/air-terjun-jembatan-alam-tobelo-halmahera-utara/

Monday, 11 January 2016

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah
Photo : Fahrul Mahigan II
Danau Ninifala terletak di desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Danau Ninifala, yang terbentuk secara alami ini dipercaya sebagai Air Jodoh menurut masyarakat setempat yang di simbolkan melalui dua buah pohon yang hidup di dalam genangan air terus-menerus di tengah-tengah danau.

Danau Ninifala merupakan salah satu danau nan elok di bawah kaki gunung manusela, airnya yang berwarna kebiruan semakin memberikan sentuhan natural bagi danau ini selain itu danau tersebut juga terdapat semacam penguapan di atas permukaan air sehingga menambah kesan eksotis pada danau tersebut sehingga tak heran jika para wisatawan juga sering menamainya dengan sebutan danau di atas awan.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Untuk mencapai Piliana hanya bisa dilalui dengan jalan darat dan laut. Dari Ambon, ibu kota Maluku, harus menuju ke Masohi, ibu kota Kabupaten Seran Selatan(Tehoru-Telutih) menggunakan kapal cepat sekitar tiga jam. Perjalanan dilanjutkan ke Tehoru dengan mobil selama tiga jam. Lalu dari Tehoru menyeberang ke Desa Yaputih atau Desa Hatuh di Teluk Telutih menggunakan perahu ketinting.

Mencapai Desa Piliana bisa melalui Desa Yaputih melewati jalur setapak dari Desa Yaputih dengan lama perjalanan 3 jam dengan berjalan normal dan sesekali istirahat untuk melepas lelah. Untuk mencapai desa kelian harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dan akan meluap airnya bila terjadi hujan besar sehingga akses jalan tidak bisa dilewati. Beruntung apabila  tidak sedang menghadapi hujan sehingga aman dan lancar dalam menyeberangi sungai.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Desa Piliana memiliki ketinggian 1.280 meter (dpl) yang diidentikan sebagai “Desa di Atas Awan”. Pesona alamnya sangat menarik. Letaknya yang cukup tinggi menyebabkan hampir setiap hari kawasan ini disapu awan-awan tebal. Mungkin karena letaknya, Piliana juga disebut sebagai Pilianika yang dalam bahasa setempat berarti 'terang'.
Setelah sampai di desa Piliana maka anda harus minta izin terlebih dahulu pada tokoh masyarakat setempat apabila anda ingin mengunjugi air ninivala, utuk menujuh Danau Ninivala dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari setengah jam dari pemukiman desa Piliana. 

Untuk mencapai lokasi ini, kita melewati jalur setapak yang diapit semak-semak dan beberapa sungai yang arusnya cukup  deras. Saat tiba di lokasi, terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Jalur yang dikelilingi semak ternyata dapat mengantarkan ke danau kecil yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Air danau terlihat sangat jernih dan masih alami, terlihat tidak ada sampah di sekitar danau. Di pinggir atas danau telah dibangun beberapa walang-walang atau Saung yang dapat digunakan untuk beristrahat dan menikmati pemandangan indahnya Danau Ninivala. Saung tersebut dibuat oleh warga Piliana secara mandiri.

Telaga/Danau yang terletak di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah ini, belum banyak di ekspos oleh masyarakat di luar Kecamatan Tehoru. Tentunya sentuhan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah di harapkan mampu menjadikan wilayah Telaga Ninifala sebagai objek pariwisata baru di Maluku Tengah.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan

Belum banyak orang tahu tentang destinasi wisata yang satu ini. Nama nya Danau Tebing Makariki atau Sungai Makariki, terletak di antara Desa Yaputih dan Desa Hatu, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.
Tempat seindah ini sepertinya hanya untuk kalian petualang yang tangguh, karena untuk mencapai lokasi nya kalian harus menempuh jarak sekitar 3 km dengan berbagai medan yang terjal. Waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan
Warna air nya sebening lautan mengharu biru, tebing - tebing menambah pesona keindahan tempat ini. Jika kalian yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya membawa balsem, soal nya suhu di sini mencapai 0,2° celcius.
Rute perjalanan nya yaitu kalau kalian dari Liang - Waipirit ambil jalur ke Selatan lewat Masohi - Tamilouw - Tehoru - Hatu Kalau sampai di Hatu bisa sekalian lihat Air Ninivala dijamin gak bakal manyasal.

Thursday, 25 June 2015

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon
(by: lostpacker.com)
Jika Anda berkunjung ke Ambon, jangan hanya menikmati keindahan pantai dan lautnya saja. Karena di Pulau Ambon terdapat banyak sekali wisata alam yang perlu Anda kunjungi, salah satunya yaitu Permandian Air Panas di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.


Desa Tulehu berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Ambon, Anda dapat mencapainya dengan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam perjalanan. Jalanya yang begitu berkelok-kelok mengitari kota Ambon, pantai pantai di Laut Banda menambah indah perjalan menuju ke Desa Tulehu.

Air panas di Desa Tulehu ini mempunyai khasiat, yaitu dapat menjadi terapi kesehatan dan juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit, itu menurut beberapa pengunjung yang sering datang ke pemandian air panas ini. Selain dapat menyembuhkan, Anda pasti akan merasa segar dan pulih dari kepenatan setelah berendam di air panas Desa Tulehu.

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Menurut warga setempat, pemandian air panas ini berawal ketika seorang purnawiran TNI, Haji Muhammad Nahumaruri berniat membuka kebun pohon sagu di area tanah miliknya pada tahun 1990-an. Namun ketika membuka lahan dengan menggali tanah, munculah uap air panas, sejak saat itu lah beliau membuka pemandian air panas di Desa Tulehu yang di beri nama Hatuasa.

Nama Hatuasa di ambil dari bahasa Ambon, yaitu Hatu berarti Batu, sedangkan Asa berarti Gosok. Suhu air panas di kolam pemandian ini mencapai 50-70 celcius, Selain titik air panas di Hatuasa, sebenarnya masih ada 13 titik air panas di Desa Tulehu, yakni ada 4 titik air panas di Pantai Batu Kuda, 2 titik di Desa Mokeng, 1 titik di hutan Sila, Dusun Sila, Tulehu dan tempat tempat lainnya.

Untuk biaya masuknya terbilang sangat murah yaitu Rp.5.000.00/kepala untuk orang dewasa sedangkan untuk anak anak Rp.2.500/kepala. Waktu berkunjung, sebaiknya pada saat malam hari yaitu diantara jam 22:00 - 03:00 WIT. Karena semakin malam udara semakin dingin, maka perbedaan suhu tersebut dapat membuat tubuh relaks dengan cepat.


Selain itu, jika bosan berendam Anda dapat menggunakan fasilitas karoke yang disiapkan pengelola. Cukup dengan membayar Rp. 2.500/lagu, Anda dapat menyanyi lagu yang beragam, mulai dari Pop Ambon hingga Dangdut. Untuk Anda ketahui, masyarakat di Ambon dan Maluku memiliki kegemaran menyanyi, makanya suara mereka sangat khas dan lebut. #AyoKeMaluku


referensi:
www.telusurindonesia.com
inisayadanhidupsaya.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com


Tuesday, 16 June 2015

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas

Masjid Al Munawwaroh | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid Raya Al Munawwar di bangun pada pertengahan tahun 2003, dan baru di resmikan pada 6 Agustus 2010. Masjid ini terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan ikon kota Ternate dan menjadi kebanggan warganya.


Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid ini berdiri di bibir pantai Swering Gamalama, dengan mempunyai empat buah tiang menara, dimana dua di antara-nya berada di darat, dan dua menara terendam di laut. Karena hal tersebut Masjid Raya Al Munawwar sering disebut Masjid terapung. Saat Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui sisi bangunan masjid ini. Suara air laut menambah khusyu-nya orang-orang yang sedang beribadah didalamnya.

Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.


Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Di sisi lain dari Masjid Raya Al Munawwar, Anda bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama yang begitu hijau. Beribadah di masjid ini seakan membuat Anda merasa ada di perbatasan antara tiga alam : air, laut, dan udara. #AyoKeMaluku #AyoKeTernate


referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com

Saturday, 2 May 2015

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Bagi sebagian orang Indonesia Kota Tual terdengar asing ditelinga mereka, karena lokasinya yang terpencil di Maluku dan bersebelahan dengan Kabupaten Maluku Tenggara yang terkenal dengan pantainya yang mempunyai pasir putih terhalus di Asia Tenggara. Namun Kota Tual masih menyimpan potensi wisata yang belum terjamah oleh para wisatawan, salah satunya yaitu adalah Pulau Bair

Pulau Bair memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, pulau ini memiliki dua teluk dengan air laut yang sangat tenang dan jernih. Bahkan dengan mata telanjang Anda dapat melihat dasar lautnya, tidak hanya itu di pulau ini juga terdapat vegetasi mangrove dan tebing batu yang mirip dengan Raja Ampat di Papua namun dalam skala kecil. Di pulau ini juga merupakan habitat anak Ikan Hiu jenis Blackpit.

Untuk menuju Pulau Bair sangatlah mudah, dari pusat kota Tual menuju ke Desa Dullah Darat dengan menggunakan kendaraan roda dua seperti ojek, atau dengan kendaraan roda empat yaitu angkot atau kendaraan pribadi dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Setelah sampai di dermaga Desa Dullah Darat dilanjutkan dengan perjalan laut dengan menggunakan speedboat yang harus disewa karena lokasi Pulau Bair terletak di ujung dari deratan pulau-pulau yang terletak di Desa Dullah Laut, sekitar 1 jam perjalanan. Dalam perjalanan ke Pulau Bair Anda akan melewati pulau-pulau kecil tak berpenghuni, salah satunya yaitu Palau Adrenan yang memiliki luas sekitar 500 m2. Daya tarik dari pulau ini yaitu pasir pantainya yang sangat halus dengan garis pantai yang bergeser ke Timur karena pergantian musim timur dan barat begitupun sebaliknya.

Setelah Anda melewati beberapa pulau-pulau kecil di Desa Dullah Laut, Anda akan sampai di pulau Bair dan akan disambut dengan tebing-tebing batu yang mengelilinginya bahkan kalau Anda beruntung Anda dapar melihat anak ikan Hiu Blackpit.

Pulau Bair - Raja Ampatnya Maluku

Tips bagi Anda yang ingin berkunjung kesana bawahlah sunblock, makanan dan minuman secukupnya dan yang terpenting membawa pulang sampah makan dan minuman untuk tetap menjaga kelestarian alam. Bagi Anda yang tertarik ke Pulau Bair sebaiknya pada musim timur atau pergantian musim dari timur ke barat atau barat ke timur. Sebaiknya pada bulan Maret-Agustus karena ombaknya kecil.


Referensi: kaskus.co.id

Friday, 13 March 2015

Masjid Wapauwe - Mesjid Tertua di Maluku

Mesjid Wapauwe - Desa Kaitetu
source:google.com
Mesjid Wapauwe merupakan salah satu dari sekian banyak mesjid tua yang berada di Indonesia. Mesjid ini terletak di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Mesjid ini dibangun pada tahun 1414 Masehi, yang pada awalnya di beri nama Wawane karena di bangun di Lerang Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, yang merupakan keturanan Kesultanan Islam Jailolo.

Mesjid Wapauwe di bangun dengan bentuk yang sangat sederhana, alih - alih dari kayu atau semen, konstruksi bangunan mesjid ini dibangun dari pelepah sagu kering ( gaba-gaba, dalam bahasa Maluku). Bangunan induknya hanya berukuran 10x10 meter, dan bangunan tambahannya berupa serambi yang berukuran 6,35x4,75 meter. Uniknya lagi, konstruksi dari bangunan induk dirancang tanpa menggunkan paku atau pasak.


Mesjid ini sempat mengalami beberapa kali pemindahan yang pada awalnya berada di Desa Wawane yang terletak di Lerang Gunung Wawane, berpindah ke Desa Tehala yang kemudian berpindah lagi ke Desa Kaitetu. Bahkan menurut warga setempat mesjid ini berpindah dengan sendirinya.

Mesjid Wapauwe - Desa Kaitetu
source:google.com
Meski telah dibangun mesjid baru di Desa Kaitetu, namun hingga saat ini mesjid Wapauwe masih di gunakan untuk melakukan shalat Jumat dan Shalat lima waktu. Di dalam mesjid ini terdapat sebuah bedug dan Al-Quran tua yang telah berumur ratusan tahun dimana kertasnya mulai termakan usia.

Mesjid Wapauwe terletak di wilayah yang selama ini dikenal sebagai tempat peninggalan-peninggalan sejarah yang bernilai sangat penting. Untuk berkunjung ke mesjid ini Anda bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Jaraknya sekitar 22 kilo meter dari pusat Kota Ambon.#AyoKeMaluku


referensi
http://melayuonline.com/
http://travel.detik.com/

Thursday, 16 October 2014

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Gereja Tua Imanuel merupakan salah satu dari sekian banyak bukti peniggalan sejarah yang berada di Maluku. Gereja ini terletak di Desa Hila, Kecamatan Salahutu Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang berjarak sekitar 42km dari pusat kota Ambon. Gereja ini dibangun pada tahun 1659 dan merupakan bangunan gereja tertua di Provinsi Maluku.


Bangunan bersejarah ini terlihat sangat sederhana, dindingnya terbuat dari kayu yang di cat putih dengan atap rumbia dan sebuah tiang lonceng yang menghiasi halamannya. Desain dalam gedungnya pun sangat sederhana dengan sebuah mimbar yang menghadap 2 barisan kursi yang berjajar ke belakang dan sebuah ruangan kecil bagi pendeta. Gereja ini sempat mengalami kerusakan akibat perang saudara yang terjadi di Provinsi Maluku pada tahun 1999. Dan setelah angin perdamaian mulai tertiup di Maluku, gereja ini kembali dibangun dengan arsitektur dan bentuk yang sama.

Gereja Tua Imanuel - Desa Hila

Untuk mengunjungi gereja ini Anda tidak dipungut biaya sepeserpun, namun Anda wajib mengisi buku tamu dan sebuah kotak persembahan sebagai bentuk soladaritas untuk membantu perawatan gereja ini. #AyoKeMaluku
sumber: http://t-baronda.blogspot.com


referensi :
noerz-muakrim.blogspot.com
achendresthy-03-virgo.blogspot.com
travellermeds.blogspot.com

Monday, 22 September 2014

Keunikan Desa Budaya Banda Ely - Kei Besar

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar

Jika Anda ingin merasakan suasana desa yang masih asri dengan budaya serta adat istiadatnya yang masih terjaga, maka berkunjunglah ke Desa Budaya Banda Ely, tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kepulauan Kai yang wajib Anda kunjungi. Desa Banda Ely terletak di Kepulauan Kai Besar Utara, Maluku Tenggara, yang bejarak sekitar empat jam dari pusat Kota Tual, dengan menggunakan Kapal Laut.


Penduduk di Desa ini sebagian besar berasal dari Banda Naira, sehingga dialek bahasa, adat, serta tradisinya agak lain jika dibandingkan dengan desa-desa yang berada di Kepulauan Kai. Penduduk desa ini mulai bermukim di Kepulauan Kai sejak tahun 1621 saat terjadinya peperangan melawan Belanda yang waktu itu dipimpin oleh J.P.Coen.

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar

Bahasa asli setempat masih digunanakan oleh penduduk desa Banda Ely hingga saat ini dan masih berpegang teguh pada tradisi mereka seperti tarian dan seni musik lainnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke desa Banda Ely. Selain memiliki keragaman budaya dan adat istiadat, desa ini juga menjadi pusat handicraft atau kerajinan tangan seperti, tembikar, besi, perak dan kerajinan tangan lainnya. Tak hanya itu, desa ini juga merupakan penghasil emas kei yang merupakan salah satu jenis logam berharga amalgam yang digunakan sebagai perhiasan di Kepulauan Kai.

Desa ini berdekataan dengan Desa Haar yang terkenal sebagai tujuan wisata para penyelam karena terumbu karanngnya sangat mempesona. Selain itu, di desa Haar juga teradapat Gunung Ar, yang menyimpan bangunan benteng yang sangat kokoh da. kampung tua.

Desa Budaya Banda Ely - Kai Besar
Walau masih menggunakan bahasa asli, Anda tidak perlu khawatir karena penduduk disini banyak yang bersedia sebagai penerjemah selama Anda berada disana. Di desa ini Anda akan dipuaskan dengan menyaksikan beragam kesenian seperti tarian, ritual adat, musik yang unik, serta Anda dapat mengunjungi tempat pembuatan kerajinan tangan yang eksotik oleh kelompok tradisional.

Daya tarik utama desa ini adalah Anda menyaksikan. melihat serta merasakan adat, dan budaya yang masih asli yang bebas dari pengaruh moderenisasi. Jika Anda tertarik untuk mengunjungi desa Banda Ely, maka pastikan Anda membawa kamera terbaik yang Anda punya, karena banyak sekali tempat alami yang bisa menjadi objek jempretan kamera Anda. #AyoKeMaluku

sumber : http://t-baronda.blogpspot.com


refensi
http://www.yukpegi.com/indonesia/melihat-keunikan-desa-budaya-banda-ely/

http://travelblog.ticktab.com/2014/08/22/menyisir-keindahan-dan-keragaman-budaya-dan-adat-asli-di-desa-banda-ely/

Saturday, 23 August 2014

Sibu- Sibu Cafe - Warung Coffe Di Kota Ambon

Sibu-Sibu Cafe - Tempat Ngopi di Kota Ambon
source: google.com
Kota Ambon merupakan pintu gerbang masuk menuju ke keindahan Maluku. Jadi sebelum memulai petualangan Anda, sempatkan diri untuk mengekplorasi Kota Ambon. Di kota ini, terdapat banyak hal yang bisa dikunjungi dan dilihat, salah satunya adalah sibu-sibu cafe. "Belum ke Maluku, kalau belum mampir ke sibu sibu", ini adalah bunyi mantra untuk menarik perhatian setiap orang yang berkunjung atau hendak berkunjung ke Maluku.

Sibu Sibu Cafe atau juga dikenal dengan Walang Kopi Sibu Sibu, berdiri pada awal april 2006 yang merupakan wujud kecintaan seorang perempuan asli Maluku yang bernama June Manuhut terhadap seni dan budaya serta tanah Maluku. Sibu Sibu atau dalam bahasa Maluku "angin sepoi sepoi" atau dalam bahasa Ambon Melayu disebut "Hail Buang Lansyik" yang berarti rumah tempat melepas suntuk. Cafe ini adalah tempat yang tepat untuk bersantai dan bercengkrama dengan teman-teman Anda.

Sibu-Sibu Cafe - Tempat Ngopi di Kota Ambon
source: indonesia.travel
Cafe ini bukan sekedar cafe biasa, namun merupakan media presentasi dari seni dan budaya Maluku. Cafe ini jika dilihat dari luar kelihatan biasa-biasa saja, namun ketika Anda melangkahkan kaki kedalam maka Anda akan disambut oleh jojaro-jojaro (pelayan) berbaju cele dan dimanjakan dengan interior cafe yang unik dengan perpaduan etnik dan nostalgia tahun 80-an dan 90-an. Pajangan dan kursi-kursi di cafe ini bernuansa etnik sedangkan dinding yang berwarna hijau serta dihiasi dengan foto-foto musisi/artis bahkan tokoh terkenal yang berdarah Maluku. Seperti Daniel Sahuleka, Glen Fredly, Vengaboys, Broery Marantika dan lainnya.


Di cafe ini Anda dapat menikmati secangkir kopi hangat yang ditemani musik Maluku yang dibawakan penyanyi Maluku dari segala zaman mulai dari tahun 70-an sampai sekarang. Cafe ini memiliki koleksi musik seperti Hawaiin, pop, jazz, dan folks. Dari pagi hingga malam cafe selalu ramai dikunjungi dan tidak pernah sepi.

Salah satu menu utama dan yang paling dicari di cafe ini adalah Kopi Rarobang. Kopi ini terbuat dari biji kopi robusta yang diolah secara tradisional dan dicampur dengan bubuk cengkeh, jahe dan ditaburi kacang kenari sebagai toping. Campuran dari bahan-bahan ini menghasilkan aroma kopi yang unik dan tidak akan bisa Anda lupakan.

Sibu-Sibu Cafe - Tempat Ngopi di Kota Ambon
source: indonesia.travel
Anda dapat menikmati kopi rarobang dengan harga Rp.15.000;- saja. Jika ingin menikmati kopi ini sebaiknya ditemani dengan makanan tradisional Ambon seperti kasbi, bruder sageru, koyabu, pulut siram dan pulut unti. Selain itu Anda juga dapat memesan berbagai juice dan cemilan di cafe ini. Anda juga dapat membeli souvenir khas Maluku atau kopi rarobang yang sudah dikemas dalam bungkus sebagai buah tangan Anda.

Transportasi menuju Sibu-Sibu Cafe sangatlah mudah, angkutan umum setiap hari melintasi depan cafe ini yang terletak di jalan Said Parintah No.47A, Kota Ambon. #AyoKeMaluku 


sumber : http://t-baronda.blogspot.com


referensi
indonesia.travel

Friday, 8 August 2014

Namalatu Beach - Ambon, Latuhalat

Pantai Namalatu - Satu lagi Pantai Eksotis di Ambon Manise
source: google.co.id
Ambon begitu banyak menyimpan keindahan tersembunyi yang sayang jika Anda lewatkan. Hal ini terlihat dari keberadaan Provinsi Maluku yang terdiri dari banyak pulau dengan keindahan laut dan daratnya. Setelah pantai Liang dan Pantai Natsepa yang sudah cukup terkenal, pantai Namalatu juga merupakan salah satu wisata bahari yang wajib Anda kunjungi.


Pantai Namalatu terletak di desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Pantai ini berjarak 15 km dari pusat kota Ambon. Di pantai ini terdapat batu karang yang berwarna kecoklatan dan ditemani oleh pohon kelapa yang berjejer di pinggir pantai yang melambai jika tertiup angin laut.

Di sini Anda bisa memancing, berenang, snorkeling maupun diving. Pantai ini juga menyajikan surga bawah laut yang bagitu indah. Di pantai ini juga terdapat terumbu karang dan berbagai macam jenis ikan dengan corak yang beragam dan berbagai jenis biota lautnya. Airnya yang begitu jernih, sangat cocok untuk Anda yang ingin memotret keindahan terumbu karangnya.
Pantai Namalatu - Satu lagi Pantai Eksotis di Ambon Manise
source: google.co.id
Bagi Anda ingin menginap, di pantai ini juga sudah disediakan home stay yang bisa Anda sewa dengan harga yang terjangkau. Jadi Anda tidak perlu khawatir soal tempat tinggal.

Untuk menuju pantai ini, Anda bisa menumpang angkutan umum yang beroperasi hingga jam 17:00 dengan tarif harga Rp.5.000;- untuk sekali jalan. Akomodasi lain Anda bisa juga menggunakan jasa angkutan ojek untuk ke pantai Namalatu dengan tarif harga yang lumayan mahal yaitu Rp.80.000;- untuk sekali jalan. 
Bagi Anda yang butuh jasa pemandu, kami rekomendasikan kawan kami Rudi Fofid, Anda dapat menghubunginya lewat email: rudifofid@gmail.com #AyoKeMaluku
sumber: http://t-baronda.blogspot.com



referensi
mondeck.net
google.com



Pulau Osi - Seram Bagian Barat

Pulau Osi - Keindahan Alam yang Tersembunyi di Pulau Seram
source: nationalgeographic.co.id
Maluku adalah provinsi yang menyimpan begitu banyak keindahan alam yang masih tersembunyi. Begitu tiba di provinsi ini Anda akan disuguhi oleh pemandangan alam yang indah. Banyaknya pulau yang ada di provinsi Maluku, membuat provinsi ini menjadi salah satu provinsi yang kaya akan wisata pesisir pantainya.

Pulau Osi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di pulau Seram, tempatnya di Seram bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Keindahan alam di pulau ini begitu indah dan menawan, membuat wisatawan menjadikan pulau ini sebagai tempat wisata favoit mereka. Pulau ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan pada saat waktu liburan.

Pulau Osi terdiri dari beberapa pulau yang luasnya cuman beberapa hektar dan tidak berpenghuni serta alamnya yang masih asri. Keindahan dari pulau ini tidak bisa diragukan lagi. Pulau ini dikelilingi oleh laut yang penuh dengan karang serta berbagai macam jenis ikan. Masyarakat di kawasan ini juga sangat ramah, jadi Anda akan merasa nyaman saat mengunjungi pulau ini.

Pemandangan pantai pulau ini juga sangat indah, air lautnya yang begitu jernih sehingga Anda bisa melihat ikan yang beragam jenis dan bintang laut yang menghiasi dasar lautnya dengan mata telanjang.

Pulau Osi - Keindahan Alam yang Tersembunyi di Pulau Seram
source: advimalayan.com
Bagian ujung kampung ini terdapat sebuah jembatan yang memanjang ke laut. Dari jembatan ini Anda bisa menyaksikan keindahan laut pulau Osi yang begitu indah. Selain itu Anda juga dapat menyaksikan para pemancing lokal yang sedang melakukan eksienya saat menarik ikan ke permukaan. #AyoKeMaluku


referensi
nuswantaranews.blogspot.com
advhimalayan.com



Thursday, 7 August 2014

Pulau Geser - Sensasi Pulau Terapung Seram Timur

Pulau Geser - Pulau Terapung di Seram Timur
source: google.com
Pulau ini bagi sebagian orang sudah tidaka asing lagi, karena sejak jaman dahulu pulau ini sudah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Maluku. Namun ada juga yang belum tahu lebih tentang pulau yang menyimpan sejuta keindahan dan keunikan tersendiri. Secara administratif pulau ini berada di Kabupaten Seram Timur, Provinsi Maluku.


Pulau Geser didiami oleh dua suku dan budaya, yaitu suku Siritaun dan suku Erisiun. Kedua suku ini telah mendiami pulau ini selama tujuh abad, dan mereka hidup berdampingan. Walaupun begitu kedua suku ini memiliki wilayah kekuasaan sendiri-sendiri. Suku Siritaun menguasai lautan sedangkan suku Erisiun memiliki kekuasaan di darat. Kedau suku ini juga memakai satu bahasa yang sama yakni bahasa pakunu. Kedua suku ini dapat dibedakan dari lambang kekuasaan dan baju adat mereka.

Pulau Geser - Pulau Terapung di Seram Timur
source: google.com
Jika Anda berkunjung ke pulau ini, jangan lupa untuk mengunjungi Pulau Karang. Pulau ini berada satu kilo meter dibarat pulau geser. Warga setempat menyebut pulau ini sebagai " Bas Buru". Pulau Karang dikelilingi oleh terumbug karang yang sangat cantik. Pulau ini menjadi salah satu primadona wisata bahari di Pulau Geser. Anda dapat berenang, memancing bahkan santai sambil menikmati ikan bakar khas Maluku.

Selain itu di pulau Geser, juga terdapat pulau naga, diberi nama naga karena memang pulau ini bentuknya seperti naga. Jika Anda melihatnya dari dekat akan tampak empat buah taring naga setinggi 1 meter yang berada tepat dimulut naga. Pulau ini sangat cocok bagi Anda yang hobinya memancing karena letaknya yang strategis dan terdapat banyak jenis ikan.

Untuk menuju pulau Geser hanya bisa melalui jalur darat, karena belum terdapat bandara disini. Kalo masalah tempat tinggal Anda tidak perlu khawatir karena sudah terdapat penginapan dengan harga yang terjangkau. Namun terkadang ada juga warga yang mengajak para wisatawan untuk menginap dirumah mereka dengan gratis. Hanya saja terkadang para wisatawan sering ikut belanja bahan makanan sebagai ungkapan terimakasih. Dan itulah kebiaasan unik warga Pulau Geser. #AyoKeMaluku

sumber: http://t-baronda.blogspot.com


referensi
mondeck.net