Showing posts with label Indonesia Barat. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Barat. Show all posts

Wednesday, 11 June 2014

Inilah 15 Pantai Terindah di Sekitar Perairan Pacitan

Kabupaten Pacitan memang terkenal memiliki keindahan obyek wisata. Tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki keunggulan dari hamparan laut yang berada di kawasan Samudera Indonesia. Ada 17 pantai di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri di setiap obyek wisata pantai tersebut. Berikut keunikan dan keelokan pantai – pantai yang berada di Pacitan.

1.Pantai Banyu Tibo
Salah satu pantai di Pacitan yang layak menjadi referensi wisata anda adalah Pantai Banyu Tibo Pacitan. Yang unik, pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini adalah Air Terjun yang berada di pinggir pantai dimana kucucan airnya langsung terjun ke pantai Selatan.
Nama Banyu Tibo adalah nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar dimana air terjun tersebut berada. Arti Banyu Tibo menurut bahasa jawa adalah air yang jatuh. Yang membuat Banyu Tibo menjadi sangat menarik, yaitu air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai.

2.Pantai Buyutan
Pacitan juga mempunyai pesona Pantai Pasir putih lainnya yang tak kalah eloknya dengan Pantai Srau, Watukarung, maupun Klayar. Pantai Buyutan adalah nama Pantai itu. Yang menarik dari Pantai ini adalah pasir putihnya yang indah dan bersih serta birunya warna laut yang berpadu dengan semilirnya angin khas pantai. Pantai Buyutan adalah salah satu pantai di kota 1001 goa yang terletak di kecamatan Donorojo, Pacitan. Letak wilayahnya dekat dengan Pantai Klayar yang juga berada di daerah yang sama.

3.Pantai Karang Bolong
Pantai Karang Bolong masih berada di Kelurahan Sendang, Donorojo Pacitan, atau jika menuju ke Pantai Klayar, letak pantai Karang Bolong yang ada di sebelah barat. Jalan masuknya tepat di depan pos retribusi pantai Klayar. Namun hingga saat ini, aksesnya masih alami dan cukup sulit apalagi dalam kondisi jalan basah. Sepertinya jalan yang masih dari tanah ini terbentuk karena kebiasaan kendaraan melewati jalur ini.

Panorama khas Pantai Karang Bolong adalah kita bisa menikmati keindahan pantai selatan dengan tebing-tebing hijau yang gagah dengan tebing yang menjorok kelaut yang berada di tepi Barat pantai ini. Tak jauh beda dengan pantai Uluwatu yang ada di Bali.

Obyek wisata pantai yang satu ini menjadi obyek wisata unggulan dan sekaligus Ikon dari Kabupaten Pacitan. Namanya Pantai Klayar. Pantai Klayar berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pantai Klayar ini berada sekitar 35 sampai 40 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat di capai sekitar 90 menit dari kota Pacitan. Dan menurut sejarah yang ada, konon nama Klayar berasal dari guyonan lokal Klayar-kluyur alias jalan-jalan.
Pantai Klayar adalah pantai dengan karakteristik berupa hamparan pasir putih, air laut yang berwarna biru atau bisa juga disebut Hijau Tosca, batu karang yang mempesona, dan air mancur alami. Semua itu menjadikannya pantai dengan pesona alam indah di Pacitan, Jawa Timur. Yang menjadi ciri khas dan membuat Pantai ini indah adalah bentuk batuan karang Tanah Lot yang indah dengan bebatuannya, juga di pinggiran Pantai Klayar banyak gundukan yang memiliki ciri khas dari pantai lain yang berada di pacitan.

5.Pantai Sruni

Pantai Sruni ini adalah pantai pasir putih yang berada di Desa Jlubang, Pringkuku Pacitan. Diantara semua obyek wisata pantai di Pacitan, pantai ini memang belum dikelola secara baik, walaupun panorama pasir putihnya bagus. Di Desa Jlubang ini juga terdapat obyek wisata lain yakni Luweng Jaran.

Namun akses menuju jalan Pantai Sruni ini masih belum baik sehingga jarang yang berkunjung ke pantai ini.

6.Pantai Srau
Selain Pantai Klayar, obyek wisata di Pacitan dengan corak yang serupa adalah pantai Srau. Corak yang sama antara kedua pantai ini adalah dari ciri khas pasir putih yang sangat mencolok, juga banyaknya karang yang terlihat sangat indah di kedua pantai ini. Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku.

Jaraknya sekitar 25 Km ke arah Barat dari pusat kota Pacitan. Jalan menuju pantai Srau cukup berkelok-kelok dan hanya melewati ruas jalan yang kecil dan desa desa yang kebanyak masih berumah gebyok (dari kayu) meskipun sudah ada beberapa rumah yang terbuat dari tembok.

Yang membedakan Klayar dengan Pantai Srau adalah wilayahnya, Klayar memiliki area yang sempit, sedangkan Pantai Srai memiliki area yang sangat luas, dan bahkan tak terbatas. Sehingga dengan area yang sedemikian luas, banyak digunakan untuk area parker mobil dengan tanpa khawatir tidak kebagian tempat. Area parker ini masih dilengkapi dengan pemandangan alami berupa kebun kelapa yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung.

7.Pantai Watukarung
Ciri utama dari pantai ini bersih di tengah sempit belahan batu, dan bertemu dengan puluhan perahu nelayan, sementara juga lebih lebar dari Pantai Srau terletak tidak jauh dari pantai ini dan ada juga beberapa pulau kecil di teluk. Watu Karung adalah pantai yang memiliki pasir putih hamper mirip dengan Pantai Srau.

8.Pantai Teleng Ria
Pantai yang berjarak 3,5 km dari pusat kota ini memiliki dasar dari pasir dan ombak dengan tipe beach break. Di sini terdapat sebuah life guard tower tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung.

Pantai Teleng Ria merupakan lautan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Pantai ini juga dalam jajaran Pantai Selatan dengan luas pasir putih sepanjang sekitar 3 km. Pantainya diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia.

9.Pantai Tamperan
Pantai di sekitar Kota Pacitan lainnya selain Teleng Ria adalah Pantai Tamperan. Pantai ini lebih banyak digunakan untuk pelabuhan Ikan.
Karena untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di laut perlu ditunjang dengan tersedianya prasarana perikanan, terutama Pelabuhan Perikanan. Pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur membangun salah satu prasarana perikanan (Pelabuhan Perikanan) di kawasan Kabupaten Pacitan. Pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Pacitan.

Dengan adanya pantai ini, diharapkan pembangunan PPP Tamperan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha penangkapan ikan di Jawa Timur, meningkatkan pemasaran hasil tangkap dan pengolahan ikan, meningkatkan pendapatan nelayan, serta melakukan pembinaan kepada nelayan. Pantai Tamperan berada di wilayah Kota Pacitan, sekitar 0,5 Km dari Pantai Teleng Ria.

10.Pantai Kali Uluh
Seperti halnya di beberapa pantai lainnya di Pacitan, Pantai ini memiliki cirri khas ombak yang besar, sehingga tentu saja Pantai ini menjadi surge para pecinta olahraga surfing. Pantai Kali Uluh ini berada di wilayah Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, sekitar 35 Km jika ditempuh dari Kota Pacitan.

Akses jalan menuju ke Pantai ini sudah baik, terutama karena melewati jalur lingkar selatan pacitan, melewati wilayah Karanganyar, Sidomulyo dan Gawang. Akan tetapi memang akses utama saat masuk ke pantai masih agak kurang bagus, terutama saat masuk ke Desa Klesem, tempat Pantai ini berada, masih kurang terawat dengan baik.

11.Pantai Wawaran
Pantai Wawaran, yang merupakan Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Kebonagung adalah Pantai yang produktif dan prestatif dalam hal hasil ikannya. Pantai ini,selain memiliki panorama alam khas laut selatan yang indah dengan ombaknya yang besar, juga memiliki prodktifitas tinggi menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi.

Pantai Wawaran ini merupakan sentra pengembangan penangkapan ikan laut yang telah mendapatkan penghargaan Presiden RI. Di bawah Koperasi Mina Upadi, usaha perikanan laut berkembang pesat dan mulai menerapkan modernisasi nelayan, seperti pemanfaatan GPS.

12.Pantai Pidakan
Pantai Pidakan ber lokasi di di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan dari Kota Pacitan kurang lebih 50 KM menuju desa Jetak. Pantai tersebut terkenal keindahan alam dan terkenal kesejukannya. Tetapi jalan menuju ke Pantai tersebut kurang memadai.

Jika melewati Jalur Lintas Selatan, akan lebih mudah karena pantai ini berada dipinggir JLS, kurang lebih 2 Km dari JLS.

Pantai Pidakan bisa dikatakan sebagai pantai yang masih natural, karena memang belum adanya campur tangan manusia didalamnya, alias belum ada pengelolaan pantai yang modern, pun demikian dengan pemandangannya pun masih alami. Hal yang sangat unik dan yang membedakan pantai ini dengan pantai-pantai lain yang berada di Pacitan adalah rincian dari material Pantainya 70 % yaitu bebatuan alam dan sisanya merupakan pasir putih, sehingga disana terdapat banyak batuan -batuan alam yang kesemuanya dalam berbagai variasi bentuk maupun ukuran.

12.Pantai Soge
Pantai Soge, terletak di Desa Sidomulyo, Kec. Ngadirojo , Pacitan. Pantai ini berada di pinggir jalan raya atau lebih tepatnya Jalur Lintas Selatan, Selain itu terdapat juga muara yang menambah keunikan pantai ini. Dengan di bangunnya JLS di Pacitan membuat pantai Soge menjadi tempat baru untuk nongkrong, apalagi di kawasan Pantai Soge ini terdapat jembatan Soge yang bagus.

13.Pantai Tawang
Tepatnya di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo (Lorok), Pacitan sebuah pantai yang nampak masih asri dengan pemandangan naturalnya yang sejuk akan menggoda mata kita untuk menuju tempat itu.

Namanya Pantai Tawang, yang merupakan sebuah pantai yang unik karena jaraknya dangkal, ideal bagi yang ingin mencoba mandi atau berenang di air laut, hal ini dikarenakan posisi teluk yang menyerupai kantong sehingga arus lautnya tidak begitu kuat.

Pantai ini dapat anda tempuh dari pusat Kota Pacitan sekitar 30 Km atau sekitar 1 jam perjalanan, dan jalannya pun lumayan agak susah karena berkelok – kelok dan banyak tikungan. Namun jangan khawatir, setelah sampai dilokasi anda akan dimanjakan oleh Pesona Pantai ini. Pantai Tawang ketika dilihat sekilas, malah lebih mirip sebuah telaga, karena kondisinya yang tenang dan tanpa ombak , tidak seperti Pantai di Pacitan lainnya. Perahu tradisional warga sekitar Tawang yang berjejer rapi menambah keindahan suasana Pantai yang masih alami ini.

Pantai Tawang, selain pemandangannya yang elok, juga menyimpan potensi dalam hal perikanan. Warga sekitar menggantungkan hidupnya dari nelayan di Laut pantai Tawang ini.di Pantai ini ada pasar ikan, TPI (tempat Pengolahan Ikan), dan kabarnya pada tahun 2011 ini akan dilakukan pengembangan pelabuhan perikanan di Pantai Tawang yang dilakukan oleh PPP Tawang.

14.Pantai Taman
Selain Pantai Soge dan Pantai Tawang, obyek wisata Pantai yang berada di kawasan Kecamatan Ngadirojo adalah Pantai Taman. Pantai Taman yang berada di desa Hadiwarno ini merupakan obyek wisata unggulan di Kecamatan tersebut. Dengan ciri khas garis pantai yang panjang, menjadikan pantai ini menjadi sarana wisata keluarga anda.

Dengan adanya taman wisata Pendidikan saat ini, seperti wahan Flying Fox, arena konservasi penyu dan juga ada arena outbond, menjadikan pantai Taman menjadi tempat referensi wisata pantai anda

15.Pantai Kunir
Pantai Kunir berada di Kecamatan Sudimoro, karakteristik utamanya adalah pasir putih seperti pantai lainnya di Pacitan. Hingga saat ini pantai Kunir belum dikelola secara maksimal untuk keperluan wisata

Itulah pantai pantai cantik yang ada di sepanjang perairan Pacitan yang bisa kita kunjungai. Sebentar lagi libur sekolah. cocok untuk liburan keluarga

Monday, 20 May 2013

Pantai Tanjung Kelayang - Pulau Belitung

Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Belitung
Pulau Belitung memang terkenal dengan objek wisata pantainya yang indah dan eksotis, salah satunya pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini berada di kecamatan sijuk yang berjarak 27 km dari Kota Tanjungpandan sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Tanjung Kelayang memiliki pesisir sepanjang kurang lebih 1,5 Km dengan lebar pantai ± 7 m pada saat pasang tertinggi dan ± 10 m pada saat pasang terendah. Pantai ini memiliki luas sekitar 60 Hektar. Selain menikmati keindahan pantai yang mempesona, Anda juga bisa bermain kayak dan snorkeling di pantai ini. Tak hanya itu, di Pantai Tanjung Kelayang juga terdapat Kelayang Beach Cottage dan Kelayang Resto.
Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Belitung
Di pantai Tanjung Kelayang pernah di adakan event akbar di tahun 2011 yang lalu,yaitu Sail Wakatobi Belitong 2011.Waktu itu,setiap hari pantai tanjung kelayang belitung selalu di padati oleh wisatawan,baik lokal maupun luar. Pantai Tanjung Kelayang terkenal dengan pantai pasir putihnya yang landai membentang begitu indah. Di pantai ini juga kita bisa melihat pulau-pulau kecil dengan hiasan batu granit. Dengan nuansa pantai yang cukup menakjubkan, pastinya membuat wisatawan betah berlama-lama disana. Pasir Pantai yang putih dan dipadukan dengan jejeran batu granit dengan bentuk yang unik menjadi suatu kebanggaan dan ciri khas pantai ini. Ada salah satu batu granit yang menarik tampak dari pantai tanjung kelayang, yaitu batu yang berbentuk kodok, tapi ada juga orang yang mengatakan patung kepala burung garuda. Air laut nya pun cukup bersih,jernih dan ombak nya pun cukup tenang,sehingga sangat memungkinkan sekali bagi wisatawan untuk melakukan kegiatan renang atau sekedar bermain-main di tepi pantai.
Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Belitung
Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Belitung

Thursday, 2 May 2013

Pantai Romodong, Keindahan yang Terlupakan

Pantai Romodong, Pulau Bangka
Diantara begitu banyak pantai eksotis di pulau bangka, salah satu yang sepertinya luput dari pandangan pemerintah adalah pantai Romodong. Lokasinya berada di daerah Belinyu, Bangka utara, sekitar 77 km dari Sungailiat. Panjang keseluruhan pantai mencapai 4 km. Lautnya landai, berpasir putih dan halus. Airnya bening bak kristal, Kejutan terasa saat mendekati jalan masuk ke pantai. Pasir putih menghampar di sepanjang pantai ini, riak ombak yang tenang membuat Pantai Romodong ini mempunyai daya tarik tersendiri. Mandi air laut di pantai ini sangat menyenangkan karena Anda tidak perlu khawatir akan gelombang ataupun palung. Pasir yang menghampar di pantai romodong begitu landai dan tidak menukik, sehingga sangat asyik jika untuk bermain-main dan mandi di pantai ini.
Pantai Romodong, Pulau Bangka
Gerbang untuk memasuki ke Pantai Romodong ini pun sangat unik, yaitu melewati celah antara 2 buah batu besar seperti pada gambar di samping. Orang biasa menyebutnya "Batu Belah Tangkup". Namun sayangnya pantai Romodong ini bagai keindahan yang terlupakan oleh pemerintah setempat, padahal ini sangat indah dan menarik jika bisa di kelola dengan baik. Padahal dari pantai ini kita bisa melihat sunset di sore hari jika cuaca mendukung. Di pantai ini pun sangat asyik untuk bersantai, rekreasi bersama keluarga, dan bagi penikmat panorama alam serta bagi yang hoby memancing.
Pantai Romodong, Pulau Bangka
Dulunya ada beberapa villa dan restoran di Pantai ini, namun sekarang tinggal puing-puing bangunannya yang tersisa. Tidak diketahui mengapa villa dan restoran ini tidak di jalankan lagi. Yang pasti ini merupakan bukti bahwa kurangnya tanggapan pemerintah terhadap potensi yang dimiliki oleh Pantai Romodong ini. Jika Anda penasaran dengan pantai yang satu ini, Anda bisa datang sendiri dan membuktikannya. Masih banyak lagi yang bisa Anda temukan di pantai yang satu ini. Sisi lain dari pantai ini juga sangat menarik, selain itu potensi ikan di daerah pantai ini juga cukup menjanjikan jika Anda ingin berkemah sambil mencari ikan sebagai lauk makan.

Saturday, 20 April 2013

Pantai Pulau Celagen - Bangka

Secara admistratif Pantai Pulau Celagen berada di Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia, mungkin sebegaian besar dari anda masih asing dengan pantai eksotis yang satu ini. Nuansa alam yang masih belum tersentuh dengan air lautnya yang berwarna biru jernih dan hamparan pasir putihnya menjadikan Pantai pulau celagen begitu eksotisme tersendiri dimata para pengunjung yang melepas kepenatan disana. Di Pantai Pulau Celagen sendiri dipenuhi pohon kelapa yang cukup rimbun.
Pantai Pulau Celagen, bangka, belitung, babel
Sama dengan pantai Batu Tambun di pulau pongok yang mempunyai batu-batu karang yang besar-besar tersebar di pantai Pulau Celangen juga mempunyai batu-batu karang tetapi batu-batu karangnya tidak sebanyak dan sebesar di Pantai tersebut. Pantai Pulau celagen sendiri hanya berjarak sekitar setengah kilometer dai Pulau pongok. Semoga saja ke depannya pemerintah setempat mau turun tangan untuk memanfaatkan potensi salah satu kepingan dari keindahan Propinsi Kepulauan Bangka belitung yang satu ini.

Tuesday, 2 April 2013

Pantai Gunung Namak - Bangka


Pantai gunung namak, bangka, belitung

Pantai Gunung Namak memiliki jejeran bebatuan granit besar dengan gagah menghias pantai yang sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi pantai-pantai yang ada di bangka belitung. Dari kota Toboali, Pantai Gunung Namak ditempuh dengan jarak sekitar 18 km. Pantai ini terletak di kecamatan Toboali , Kabupaten Bangka Selatan, dapat ditempuh Selama 1 jam perjalanan dengan Kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Berdiri dari atas bebatuan besar sambil berfoto ria, memandang hamparan pasir putih dipadu panorama laut lepas menjadi pesona tersendiri Pantai Gunung Namak. pantai ini memiliki air yang jernih kebiru – biruan dan pasir yang putih. banyak sekali berbtuan yang ada disana dengan keunikan garnit masing-masing seakan-akan seperti di ukir dan di tata dengan begitu indah nya. pasir yang lembut sangat cocok untuk bermain menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga.
Pantai gunung namak, bangka, belitung
Jika saat ombak kencang tidak di anjurkan anak-anak bermain  sendirian bahkan mandi tampa diawsi orang tua. Pantai Gunung Namak banyak dikunjungi masyarakat dihari libur serta sering juga digunakan untuk memancing serta juga sangat cocok bagi anda yang gemar berkemah untuk mendirikan tenda menikmati bermalam di pantai tersebut yang masih asri jauh dari hiruk pikuk keramaian manusia karna disana tidak ada rumah penduduk sehingga kita akan merasakan sejenak ketenangan dan kesunyian di temani deburan ombak dan bulan yang bersinar. Untuk menuju ke pantai Gunung Namak cukup sulit, dikarenakan masih banyak yang belum mengtahui tempat tersbut dan juga inpra struktur jalan yang masih sangat kurang. Namun karena hal ini, pantai ini bisa dikatakan masih asri, belum tercemar oleh limbah atau sampah dari wisatawan yang kurang bertanggung jawab.

Wednesday, 20 March 2013

Eksotisme Pantai Tanjung Labu - Bangka Belitung

Eksotisme alam Bangka Belitung memang sudah tak terbantahkan, Hampir seluruh rangakaian pulaunya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, salah satunya adalah Pantai Tanjung Labu yang terletak di Pulau Lepar. Pulau ini memiliki luas sekitar 20ribu Ha, dan merupakan yang terluas dibandingkan pulau-pulau kecil di Kep. Bangka Belitung. Di  Pulau Lepar terdapat tiga desa, yaitu Desa Penutuk, Desa Tanjung Sangkar, dan Desa Tanjung Labu. Tanjung Masing-masing desa memiliki pemandangan yang indah. Namun, tentu saja yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Desa Tanjung Labu.

Pantai Tanjung Labu, Bangka Belitung
Pantai Tanjung labu masih sangat terjaga kondisi alamnya, mempunyai pasir yang putih dan halus, seperti tepung, serta air laut yang berwarna biru dan sangat jernih berserta pemandangan tebaran batu-batu granit yang besar menambah daya tarik Pantai Tanjung labu ini. Tidak hanya itu, Keindahan bawah lautnya patut anda cantumkan ke dalam list perjalanan anda yang mempunyai hobby diving. Ikan-ikan kecil yang bersembunyi di antara terumbu karang terlihat sangat lucu. Jika beruntung, Anda bisa melihat penyu yang terdampar di pantai ini. Penyu tersebut memang sering terdampar atau terperangkap di jebakan nelayan. Namun, baik nelayan maupun penduduk setempat selalu melepaskan kembali hewan tersebut demi kelangsungan hidupnya. Hal seperti inilah yang membuat keindahan alam di sekitar Pantai Tanjung Labu tetap lestari.

Pantai Tanjung Labu, Bangka Belitung
Jika anda tertarik untuk mebuktikan keindahan alam Pantai Tanjung Labu, anda bisa datang melalui kota Toboali, 130 Km dari kota Pangkalpinang ke arah selatan. Dari kota "Belacan Toboali", perjalanan sepanjang 36 Km lagi dari pelabuhan Sadai. Dari dermaga, tampak sebuah pulau yaitu Pulau Lepar, dermaga pendaratan tujuan terdekat adalah Desa Penutuk. Untuk menyeberang ke Desa Penutuk, dapat menggunakan boat penumpang dengan biaya Rp.5000,- per orang atau menyewa speed boat tradisional dengan biaya Rp.70.000,- untuk 4 orang. Waktu tempuh adalah 15 menit. Untuk pulang-pergi dengan biaya speed boat seharga Rp. 600.000,-.

Saturday, 2 March 2013

Menyelami Pesona Pulau Rubiah - NAD


Pulau Rubiah, Sabang, Aceh 

Keindahan alam Indonesia memang begitu banyak membentang dari sabang sampai merauke, salah satunya terdapat di wilayah kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Pulau Rubiah yang bersebelahan dengan Pulau Weh. Pulau yang luas perairannya mencapai 2.600 ha ini menawarkan indahnya alam bawah laut dan wisata bahari yang masih alami.

Dahulu, Pulau Rubiah adalah pulau yang dijadikan  tempat transit bagi calon jemaah haji asal Aceh yang hendak berlayar menuju mekkah pada masa jaya Kerajaan Aceh. Pada masa Perang Dunia II lalu, pulau ini menjadi benteng pertahanan pasukan Belanda dan Jepang, dan hingga saat ini reruntuhan bangunan pertahanan pasukan Belanda itu masih terlihat di sana. Pulau ini dikenal sebagai surganya taman laut karena bentuknya yang seperti akuarium raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai macam jenis ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, dan masih banyak lainnya. Terumbu karang disini terdiri dari berbagai jenis, bentuk dan warna yang membentuk gugusan karang yang menarik. Untuk menuju ke kawasan ini, bisa menempuh jalan darat atau perairan menggunakan perahu nelayan. Jika menggunakan perahu, anda bisa menumpang kapal yang sudah disediakan (disewakan) oleh warga setempat.
Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
Kapal yang disediakan berupa speedbot atau kapal yang telah dilengkapi dengan kaca untuk melihat keindahan isi laut di sekitar Pulau Rubiah. Harga sewa boat mulai dari Rp 250.000 – 300.000 hingga kembali ke daratan di Iboih. Jika berkelompok, tentu ongkos sewa boat tidak terlalu berat. Tiap boat bisa menampung 10 orang penumpang. Bagi anda yang pertama kali datang ke Banda Aceh dan ingin menggunakan jalur perairan, anda bisa menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue. Setiap harinya, dua kali feri cepat dan sekali feri lambat berangkat dari Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Feri kapal cepat berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Untuk feri lambat, menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan jam keberangkatan 10.30 WIB. Untuk jalur darat, anda bisa menggunakan minibus umum untuk menuju ke Pantai Iboih sekitar 1 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Setelah itu, anda bisa menyewa boat ke Rubiah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Pulau Rubiah, Sabang, Aceh
Di sekitar Taman Laut Pulau Rubiah banyak terdapat cottage/penginapan dengan biaya yang sangat murah, berkisar antara 80 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah. Anda akan mendapatkan potongan harga jika menginap lebih lama. Umumnya turis asing menginap mininal satu minggu hingga 2 bulan. Jika anda ingin bersnorkling, hanya dengan 40 ribu rupiah anda akan mendapatkan masker, kaki bebek, dan pelampung. Namun bagi anda yang ingin melihat lebih dalam lagi keindahan taman laut ini anda bisa menyewa peralatan Diving dengan kisaran harga sekitar 600 ribu rupiah. Tak hanya menjadi tujuan wisata, Pulau Rubiah juga dimanfaatkan sebagai tempat penelitian Biota laut seperti terumbu karang dan ikan karang. Jika anda melakukan snorkeling maka tempat-tempat penelitian tersebut bisa anda jumpai. Misalnya daerah Transpalantasi Karang yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga.
Pulau Rubiah, Sabang, Aceh

Wednesday, 20 February 2013

Pulau Lengkuas, Si Cantik Pencuri Hati


Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas terletak di utara Desa Tanjung Binga. Atau di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau Lengkuas ada banyak pula batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas adalah pulau kecil yang memiliki mercusuar setinggi 62 meter yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1882. Walaupun sudah sangat tua, mercusuar 12 tingkat ini masih tegak berdiri. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak mercusuar. Di setiap lantai mercusuar terdapat jendela yang menghadap ke berbagai arah sehingga wisatawan dapat melihat pemandangan yang indah dari berbagai sudut. Di bagian dalam terlihat bukti usia bangunan tersebut sebenarnya melalui tangga yang keropos dan berkarat. Mungkin karena usia mercusuar, suasana di dalam mercusuar agak menyeramkan.Namun Ketika tiba di ruangan paling tinggi di mercusuar, perasaan seram hilang seketika. Dari puncak terlihat pemandangan kawasan sekitar pulau lengkuas yang luar biasa indah. Air yang biru jernih, tumpukan batu granit keputih-putihan, serta pulau-pulau kecil yang dari kejauhan terlihat berwarna hijau adalah paduan pemandangan yang memanjakan mata.

Pulau Lengkuas
Selain dikenal karena keberadaan mercusuarnya, tak jauh dari Pulau Lengkuas juga terdapat spot snorkelling dengan pemandangan alam bawah laut yang indah. dengan keindahan yang dimilikinya, Pulau Lengkuas telah menghipnotis wisatawan Nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Tak heran lagi jika pada hari Minggu atau libur nasional, pulau kecil ini dipenuhi para pengunjung. Daya pikat utama wisatawan untuk berlibur di Pulau lengkuas antara lain keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau tersebut sensual di mata wisatawan.

Pulau Lengkuas
Untuk mencapai Pulau Lengkuas wisatawan dapat menyewa boat dari Pantai Tanjung Kelayang atau dari Desa Nelayan Tanjung Binga. Wisatawan dapat menyewa perahu dari Tanjung Binga, Tanjung Kelayang, maupun dari Tanjung Tinggi. Biaya sewa pun relatif murah, Rp 350.000-Rp 450.000. Wisatawan, baik sendiri maupun rombongan, akan diantar menuju sensasi keindahan Pulau Lengkuas. Waktu tempuh dengan perahu dari Pulau Belitung ke Lengkuas sekitar 40 menit. Dalam perjalanan menuju pulau kecil tersebut, Anda dapat menyaksikan keindahan Belitung serta pulau-pulau kecil di kejauhan. Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, terdapat sebuah pulau lain yang lebih kecil, yaitu Pulau Burung. Pulau ini dinamai demikian karena ada sebuah batu granit raksasa yang berbentuk seperti kepala burung. Biasanya, pulau ini menjadi perhentian berikutnya setelah puas menikmati Lengkuas.

Pulau Lengkuas

Saturday, 22 December 2012

Pantai Trikora yang Begitu Memukau


Pantai Trikora adalah salah satu pantai di kawasan Bintan Timur. Ada beberapa bagian di pantai ini, Trikora 1 sampai Trikora 4. Biasanya wisatawan menghabiskan waktu liburannya di Trikora 4, dimana bisa menikmati suasana pantai yang bersih dengan pemandangan batu-batu koral yang besar-besar. Pantai trikora merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di Bintan. Pasirnya yang putih dan ketenangan ombaknya, menjadikannya sebagai salah satu tujuan bagi mereka yang pelesiran ke Bintan.
Pantai Trikora, Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Pantai Trikora ini terletak di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, sekitar 45 kilometer arah timur Kota Tanjungpinang.  Pemandangan di pantai Trikora ini begitu indah. Di sepanjang pantai yang memiliki garis pantai sepanjang  25 kilometer ini, ditumbuhi ribuan pohon kelapa dan pohon - pohon lainnya seperti pohon bakau dipadu dengan pasir pantainya yang putih bersih. Ditambah lagi terdapat batu - batu besar di pantai menambah keindahan pantai ini. Batu-batu itu sering dimanfaatkan oleh pengunjung pantai untuk berjemur atau memancing.

Pantai Trikora, Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Bagaimanapun, pantai Trikora benar-benar pantai yang bagus. Selain bersih, airnya bening dan fasilitasnya cukup, Fasilitas di kawasan pantai ini antara lain, terdapat kedai-kedai penjual makanan dan minuman yang menjual berbagai jenis makanan seperti mie rebus sampai ikan bakar. Serta terdapat pondok-pondok peristirahatan dengan tarif 30.000 rupiah sepuasnya. Menatap ke tengah laut, terlihat kelong yang terbuat dari kayu dengan atap daun rumbia untuk alat menangkap ikan yang digunakan warga setempat.
Pantai Trikora, Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Untuk dapat mencapai lokasi pantai Trikora, dari Kota Tanjungpinang relatif mudah karena kondisi jalannya relatif mulus (sudah di aspal). Sebagai catatan, tidak ada angkutan umum yang melayani rute ke Pantai Trikora. Jadi, apabila hendak ke pantai ini, dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewaan.

Pantai Trikora, Pulau Bintan, Kepulauan Riau
Pantai Trikora sebenarnya dapat menjadi obyek wisata alternatif yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan Pantai Bintan Resort yang menjadi kawasan wisata berkelas internasional di Lagoi, Kecamatan Bintan Utara (sekitar 40 kilometer dari pantai Trikora). Namun karena pengelolaannya masih bersifat “tradisional”, maka pantai Trikora sampai saat ini hanya dikunjungi oleh orang-orang yang berasal dari Pulau Bintan dan sekitarnya saja. (src: berbagai sumber)
Pantai Trikora, Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Sunday, 16 December 2012

Candi Sukuh, Candi Erotis nan Eksotis

Di lereng Gunung Lawu di Desa Berjo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terdapat sebuah candi yang memiliki struktur bangunan yang sepintas terlihat mirip dengan candi piramid milih suku maya yang tersohor itu. Candi Sukuh namanya, belum begitu dikenal, tapi menyimpan pesona yang eksotis dan tak hanya itu yang paling menarik adalah reliefnya yang dipenuhi dengan relief yang erotis. Mungkin karena letaknya yang terpencil di lereng Gunung Lawu pada ketinggian lebih dari seribu meter dpl, membuat orang-orang belum begitu mengenal candi Sukuh.

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu
Candi Sukuh sering dikatakan sebagai candi yang paling erotis di seluruh dunia, dikarenakan banyaknya patung dan relief lingga dan yoni, baik secara simbolis maupun naturalis. Seperti patung seorang lelaki tanpa kepala sedang melakukan onani, atau sebuah pahatan berbentuk rahim perempuan dengan pahatan-pahatan relief dua sisi (kiri dan kanan). Bagian kiri menggambarkan manusia yang lahir dengan sifat dan perilaku baik, sedangkan bagian kanan sebaliknya.

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu
Candi Sukuh dibangun dalam tiga susunan trap (teras). dimana semakin kebelakang semakin tinggi. Pada teras pertama terdapat gapura utama. Memasuki areal candi (trap pertama), kita akan berjalan ke arah kiri. Di sana terdapat  gapura pertama dari Candi Sukuh. Seperti gapura pada umumnya, gapura ini terdiri dari 2 buah bangunan kiri kanan yang  menjulang tinggi dilengkapi dengan tangga untuk melewatinya. Namun saat ini gapura ini diberi pagar, sehingga pengunjung tidak bisa melewatinya. Ternyata di sinilah Erotisme pertama bisa kita lihat, yang sebenarnya merupakan symbol tentang ajaran kehidupan yang hakiki serta pada relief berseri menggambarkan cerita Garudeya dan Sudhamala yang mengangkat tema pembebasan.

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu
Selanjutnya kita akan menuju ke trap ke 2 dengan melewati gapura ke 2. Kondisi kedua gapura ini sudah tidak utuh lagi.  Bentuknya lebih menyerupai tumpukan batu andesit berwarna hitam yang memiliki tangga di bagian depannya. Begitupun dengan arca penjaga gapura.  Semuanya sudah tidak jelas lagi bentuknya.
Setelah melewati gapura tadi, maka kita akan memasuki trap ke 3.

Di trap terakhir ini terdapat pelataran yang luas dengan bangunan Candi induk di bagian ujungnya. Di Sebelah kiri terdapat barisan patung hewan (babi hutan, gajah) yang berjejer dengan berbagai relief yang indah. Konon relief-relief ini merupakan mitologi utama dari Candi Sukuh.
Candi ini sangat ssederhana dan berisikan sejumlah relief dengan berbagai bentuk. Di antaranya bentuk kelamin laki-laki dan wanita yang dibuat hampir bersentuhan. Pada deretan relief-relief yang menghiasi dinding candi juga digambarkan relief tubuh bidadari dengan posisi “pasrah” serta relief rahim wanita dalam ukuran cukup besar.

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu
Relief-relief seks itu menggambarkan lambang kesucian antara hubungan wanita dan pria yang merupakan cikal bakal kehidupan manusia. Hubungan pria dan wanita melalui relief ini dilambangkan bukan melampiskan hawa nafsu, tapi sangat sakral yang merupakan curahan kasih sayang anak manusia untuk melahirkan sebuah keturunan.

Selain itu sekitar candi juga dipenuhi relief-relief yang satu sama lain tidak berhubungan sehingga menimbulkan banyak ceritera. Kisah-kisah tentang relief itu bisa beragam tergantung persepsi orang-orang sesuai dengan sudut pandangnya. Relief di candi ini menggambarkan cerita yang tidak saling berhubungan.Ada legenda Dewi Uma yang dikutuk suaminya Batara Guru karena berbuat serong dengan seorang penggembala. Ada juga ceritera wanita yang kalah judi lalu dibebaskan di candi ini sehingga bisa masuk sawarga (surga). Legenda warga setempat menyebut candi ini merupakan tempat bertemu dengan roh yang sudah meninggal.

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu
Fasilitas yang terdapat di kompleks wisata Candi Sukuh ini bisa dikatakan masih minim. Di sekitar candi, kita hanya akan menemukan warung kecil di mana kita bisa menikmati minuman hangat, jajanan, dan makanan (nasi rames) dengan menu sederhana, serta beberapa toko kelontong kecil yang menjual makanan dan minuman kemasan. Sehingga disarankan untuk membawa uang cash, pulsa HP, dan mengisi bahan bakar kendaraan dengan cukup sebelum menuju kawasan Candi Sukuh. Mungkin kita juga perlu membawa bekal makanan dan minuman sendiri jika kita menginginkan menu makanan dan minuman tertentu.

Dari titik terakhir yang bisa dijangkau kendaraan roda empat (mobil/bis), kita masih harus menempuh perjalanan sejauh 1,9 km untuk mencapai Candi Sukuh. Kecuali jika kita membawa kendaraan roda dua (motor) sendiri, akan lebih enak untuk menyewa ojek, dikarenakan jalannya yang sangat menanjak. Namun jangan khawatir, kita tidak perlu repot-repot bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan harga dengan tukang ojek. Di sini terpampang jelas tarif resmi ojek ke berbagai tujuan. Untuk ke Candi Sukuh cukup membayar Rp 5.000,-. Harga tiket untuk memasuki Candi Sukuh adalah Rp. 2.500,- untuk orang Indonesia dan Rp. 10.000, - untuk orang asing. (src: berbagai sumber)

Candi Sukuh, Erotis, Lereng Gunung Lawu

Sunday, 2 December 2012

Mengintip Keindahan Situ Gunung - Sukabumi


Jika anda bingung menghabiskan liburan dimana tapi dengan biaya yang hemat, coba saja mampir ke Taman Wisata Alam Situ Gunung, yang berada di Sukabumi. Situ Gunung (situ dalam bahasa sunda artinya danau). Terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit (lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi). Sebuah danau dengan keindahan alam dan hawa pengunungan yang sejuk akan memanjakan Anda dan keluarga yang berkunjung. Bersiap-siaplah untuk camping di sini, untuk menyatu dengan alam sekitar. Kejenuhan dari rutinitas yang Anda lalui sehari-hari dijamin akan hilang seketika.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Obyek wisata Situ gunung ini menawarkan wisata alam berupa cantiknya pesona danau di ketinggian 970 mdpl serta indahnya pemandangan air terjun. Meski danau buatan ini sebenarnya mudah diakses oleh para wisatawan, namun suasana asri dengan hijaunya hutan homogen di wana wisata ini mampu membuat para pengunjungnya terasing dari dunia luar.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Buat para fotografer, gw percaya pasti ga asing dengan tempat ini (terbukti dengan byknya foto dari situ gunung yg diupload di fotografer.net. Di sekitar danau, pemandangannya bagus banget tuk diabadikan, apalagi kl cuaca mendukung dan airnya tenang. tau ga, tnyata danau ini danau buatan. konon danau ini dibuat tahun 1814 oleh “mbah jalun”, seorang bangsawan Mataram yang lari ke sukabumi karena menjadi buronan Belanda. selain itu taman nasional ini menyimpan kekayaan berupa flora dan fauna yang beraneka regam. malahan kalo beruntung anda bisa aja nemuin macan tutul dsana.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Tak hanya menikmati suasana Situ Gunung dengan memancing atau berperahu saja, pengunjung juga bisa berkeliling kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon damar. Jajaran pecahan batu ditata dengan apik membentuk jogging track yang mengantarkan pengunjung berkeliling Situ Gunung sementara jalur yang lain dibuat untuk mengantarkan pengunjung ke Curug Simalaracun yang konon dipercaya memiliki kekuatan mistik.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Setelah selesai berkeliling di Situ Gunung, pengunjung juga bisa jalan-jalan ke Curug Sawer yang berjarak sekitar 4 km dari Situ Gunung melalui jogging track yang berbukit-bukit. Untuk bisa menikmati keindahan Curug Sawer yang berada dalam pengelolaan Balai Konservasi Taman.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Yang perlu dingiat oleh wisatawan yang baru pertama kali berkunjung adalah berenang di kubangan Curug Sawer yang seluas 60 m2 sangat tidak disarankan, karena dasar kubangan tersebut cukup dalam akibat gerusan air yang tercurah dari sang Curug. Namun, aliran sungai yang agak jauh dari curug tersebut cukup aman untuk dijelajahi. Tepat di sebelah curug yang mengalirkan airnya ke Sungai Cinumpang ini, mengalir juga sebuah curug yang jauh lebih kecil bernama Curug Bagong yang konon mengalirkan air bertuah.

Bagi anda yang datang ke Situ Gunung untuk pertama kali, saya saranin jangan pada waktu malam hari, karena untuk bisa kesana kita harus melewati hutan-hutan tak berlampu (tanpa signal hp pula). so pasti ngeri banget, apalagi kalo kalian datang sendirian. (src: Dirangkum dari Berbagai Sumber)

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Friday, 30 November 2012

Tradisi Lompat Batu Nias yang Spektakuler

Tradisi Lompat Batu Nias - Saya yakin sebagian besar dari anda yang membaca artikel ini sudah tak asing lagi dengan Tradisi unik dari pulau Nias ini. Ya.. Tepat sekali, gambar Tradisi lompat batu Nias pernah terpampang di salah satu pecahan 1000 mata uang Indonesia sebelum digantikan oleh gambar Kapitan patimura sampai sekarng. Lompat batu atau dalam bahasa lokal disebut hombo batu merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini telah dilakukan sejak dahulu dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari).
Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

Lompat batu atau hombo batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur untuk berlatih perang karena seringnya terjadi  perang antar suku. Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsinya. Karena jaman sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi lompat batu digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi lompat batu adalah situs budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter.
Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut

Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut. Sekarang ini, sisa dari tradisi lama itu, telah menjadi atraksi pariwisata yang spektakuler, tiada duanya di dunia. Berbagai aksi dan gaya para pelompat ketika sedang mengudara. Ada yang berani menarik pedang, dan ada juga yang menjepit pedangnya dengan gigi.

Tradisi Lompat Batu, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sumut
Mungkin anda berpikir Melompati batu tersebut mudah. Tentu tenrgantung kemampuan anda tapi anda harus tau kalau batu tersebut lumayan tinggi dan bukan hanya sekadar melampaui susunan batu tapi juga harus memiliki teknik yang baik agar terhindar dari cidera. Yang dinilai dalam lompat batu ini adalah cara mendarat pelompat tersebut. Dan jika mendarat dengan cara yang salah, kemungkinan cedera otot atau bahkan patah tulang bisa saja terjadi. Ketika anda berkunjung ke Pulau Nias pasti anda akan menjumpai cukup banyak susunan batu yang digunakan untuk tradisi lompat batu.

Saturday, 24 November 2012

Menyusuri Keindahan Danau Toba - Sumatera Utara



Danau toba adalah sebuah danau vulkanik yang tercipta saat terjadi ledakan gunung berapi pada 69.000 - 77.000 tahun yang lalu, dan yang diperkirakan pula sebagai salah satu ledakan gunung berapi terbesar di dunia. Danau Toba memiliki wisata alam yang luar biasa, wisata spiritual,wisata sejarah, atau pun wisata arsitektur dan kuliner. Suasana yang sejuk dan menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona dengan pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari deskripsi keindahan Danau Toba yang begitu eksotis. Indonesia patut berbangga hati karena memiliki danau toba,sebuah danau vulkanik yang merupakan danau terbesar yang ada di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Danau yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Indonesia ini memiliki luas area +/- 1707 kilometer persegi atau lebih dari dua kali luas Singapura, dan secara geografis berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara
Suasana Sanau Toba dan Pulau Samosir di Pagi Hari

Potensi pariwisata danau Toba sangat layak untuk dikembangkan menjadi Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), karena daya tarik wisata yang dimilikinya cukup banyak, mulai dari potensi alam, budaya serta kesenian yang unik dan khas. Keindahan panorama alam danau toba akan sangat terasa jika kita melakukan perjalanan menuju ke pulau samosir dengan menggunakan kapal feri, eksotisme pemandangan alam di sepanjang perjalanan, seakan mampu menghadirkan ketenangan batin tersendiri bagi para siapapun yang mengunjunginya.

Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara
Suasana Sanau Toba dan Pulau Samosir di Mlam Hari

Untuk menuju ke danau Toba, Dari kota Medan ibukota sumatera utara anda bisa menuju Parapat dengan lama perjalanan sekitar 5 Jam. Apabila anda tiba di Medan menggunakan pesawat terbang, dari bandara pertama anda harus menuju terminal Bus Amplas menggunakan kendaraan umum No 64 dengan harga Rp. 3000 / Orang. Dari terminal Amplas ambil Bus menuju Parapat dengan tarif sekitar Rp. 22.000 / Orang. Apabila anda ingin lebis simple, anda bisa menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp. 450.000 sudah termasuk driver dan bahan bakar, atau bisa menggunakan Taxi.

Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Alternatif lain menuju danau Toba ialah dengan menggunakan kereta api. Perjalanan menggunakan kerteta api menuju Pematang Siantar atau Tebing Tinggi menyguhkan pemandangan yang tak akan terlupakan, sangat indah. Dari sini anda bisa melanjutkan perjalanan ke Parapat dengan menggunakan Taxi.
Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara

Sebagai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba, Pulau Samosir memiliki peninggalan zaman purbakala berupa kuburan batu dan desa tradisional. Di Pulau samosir juga terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari). Di pulau ini Anda dapat menemukan kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Pulau Samosir adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi dan menghindari kepenatan rutinitas kota. Samosir mudah dijangkau oleh kapal ferri dari Parapat. Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Beranikan diri keluar dari desa kecil Tuk-Tuk dan Tomok. Anda juga dapat menikmati suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotis yang memenuhi lahan.
Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara Danau Toba, Pulau Samosir, Medan, Sumater Utara