Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Sunday, 2 December 2012

Mengintip Keindahan Situ Gunung - Sukabumi


Jika anda bingung menghabiskan liburan dimana tapi dengan biaya yang hemat, coba saja mampir ke Taman Wisata Alam Situ Gunung, yang berada di Sukabumi. Situ Gunung (situ dalam bahasa sunda artinya danau). Terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit (lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi). Sebuah danau dengan keindahan alam dan hawa pengunungan yang sejuk akan memanjakan Anda dan keluarga yang berkunjung. Bersiap-siaplah untuk camping di sini, untuk menyatu dengan alam sekitar. Kejenuhan dari rutinitas yang Anda lalui sehari-hari dijamin akan hilang seketika.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Obyek wisata Situ gunung ini menawarkan wisata alam berupa cantiknya pesona danau di ketinggian 970 mdpl serta indahnya pemandangan air terjun. Meski danau buatan ini sebenarnya mudah diakses oleh para wisatawan, namun suasana asri dengan hijaunya hutan homogen di wana wisata ini mampu membuat para pengunjungnya terasing dari dunia luar.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Buat para fotografer, gw percaya pasti ga asing dengan tempat ini (terbukti dengan byknya foto dari situ gunung yg diupload di fotografer.net. Di sekitar danau, pemandangannya bagus banget tuk diabadikan, apalagi kl cuaca mendukung dan airnya tenang. tau ga, tnyata danau ini danau buatan. konon danau ini dibuat tahun 1814 oleh “mbah jalun”, seorang bangsawan Mataram yang lari ke sukabumi karena menjadi buronan Belanda. selain itu taman nasional ini menyimpan kekayaan berupa flora dan fauna yang beraneka regam. malahan kalo beruntung anda bisa aja nemuin macan tutul dsana.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Tak hanya menikmati suasana Situ Gunung dengan memancing atau berperahu saja, pengunjung juga bisa berkeliling kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon damar. Jajaran pecahan batu ditata dengan apik membentuk jogging track yang mengantarkan pengunjung berkeliling Situ Gunung sementara jalur yang lain dibuat untuk mengantarkan pengunjung ke Curug Simalaracun yang konon dipercaya memiliki kekuatan mistik.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Setelah selesai berkeliling di Situ Gunung, pengunjung juga bisa jalan-jalan ke Curug Sawer yang berjarak sekitar 4 km dari Situ Gunung melalui jogging track yang berbukit-bukit. Untuk bisa menikmati keindahan Curug Sawer yang berada dalam pengelolaan Balai Konservasi Taman.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Yang perlu dingiat oleh wisatawan yang baru pertama kali berkunjung adalah berenang di kubangan Curug Sawer yang seluas 60 m2 sangat tidak disarankan, karena dasar kubangan tersebut cukup dalam akibat gerusan air yang tercurah dari sang Curug. Namun, aliran sungai yang agak jauh dari curug tersebut cukup aman untuk dijelajahi. Tepat di sebelah curug yang mengalirkan airnya ke Sungai Cinumpang ini, mengalir juga sebuah curug yang jauh lebih kecil bernama Curug Bagong yang konon mengalirkan air bertuah.

Bagi anda yang datang ke Situ Gunung untuk pertama kali, saya saranin jangan pada waktu malam hari, karena untuk bisa kesana kita harus melewati hutan-hutan tak berlampu (tanpa signal hp pula). so pasti ngeri banget, apalagi kalo kalian datang sendirian. (src: Dirangkum dari Berbagai Sumber)

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Sunday, 6 February 2011

Mengintip Wisata Alam Ujung Genteng - Sukabumi

Ujung Genteng Sukabumi


Pantai Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar 6-7  jam perjalanan bermobil. Sedangkan dari Kota Sukabumi sendiri bisa detempuh hanya sekitar 3-4 jam menggunakan kendaraan pribadi. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik seperti pada umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai Ujung Genteng jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas.

Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.

Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Melihat penyu bertelur ditepi pantai saat malam hari jelas merupakan even yang langka bagi sebagian orang dan tidak semua objek wisata pantai memilikinya. Penyu yang bertelur dikawasan Ujung Genteng merupakan jenis penyu hijau yang merupakan binatang yang hidup di air laut. Penyu hijau dapat berkembang sampai mencapai lebih dari 1 meter panjangnya, lebih dari 200 kg beratnya dan hidup lebih dari 100 tahun. Sebelum penyu mulai bertelur disarankan agar tidak menimbulkan kegaduhan atau keributan, dan juga disarankan tidak membawa penerangan dalam bentuk apapun karena hal ini bisa menjadikan sang penyu enggan bertelur dan kembali lagi ke arah laut. Begitu telur mulai dikeluarkan barulah kita bisa mendekat dan mengamatinya dengan menggunakan senter atau alat penerangan lain. 

Nampaknya bila penyu sudah mulai mengeluarkan telurnya, akan mengalami kesukaran untuk menghentikannya, dan jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa mencapai 200 butir.
Di Ujung Genteng, Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 Km dari pangumbahan yang bisa ditempuh dengan perjalanann jalan kaki selama 3-4 jam. Lokasi ini merupakan kawasan favorite bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Disekitar ombak tujuh ada beberpa pulau kecil, pantainya sangat alami, banyak karang-karang kecil, Rata-rata orang yang berselancar menggunakan motor ojek untuk sampai kesana dan bila musim hujan tidak ada yang bisa kesana kecuali jalan kaki. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

Selain itu di kawasan ujung genteng juga terdapat cekungan pantai bernama Cibuaya, Lokasi ini cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Didalamnya juga terdapat trumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih & jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing.

Disamping objek wisata alam, Ujung Genteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Jika Anda ingin bermalam di sini, kawasan Ujung Genteng menawarkan villa-villa yang dapat disewa per malam. Anda bisa memilih  salah satu villa yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga/ rekan-rekan. Harganya pun bervariasi dan masih dapat dijangkau.
Ujung Genteng Sukabumi
[referensi: ujung-genteng.info, liburan.info, ayowisata.wordpress.com]
Pencarian: pantai ujung genteng, ujunggenten, ujung genten, ujun genteng, villa di ujung genteng, perjalanan ke ujung genteng, obyek wisata, info wisata ujung genteng, penyu hijau, cibuaya, ombak tujuh

Sunday, 30 January 2011

Mengintip Keunikan Kawah Kamojang

Kawah Kamojang adalah kawasan cagar alam dan wisata di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Ia digolongkan sebagai gunung tipe strato dan terakhir meletus di zaman Plistosen.

Kawasan wisata Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung. Dari Kota Bandung, jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Rancaekek, kemudian ke Kecamatan Majalaya. Dari Kecamatan Majalaya inilah Anda bisa bertanya mana jalan yang menuju Kamojang. Karena jalan di sekitar pusat kecamatan ini memang cukup ruwet, sebaiknya Anda bertanya setelah berada tak jauh dari alun-alun Majalaya.

Selain melalui Majalaya, Kawasan Kamojang juga dapat ditempuh dari arah Kota Garut. Jalan melalui Majalaya medannya cukup berat karena terus menanjak, dan mendekati Kamojang, jalannya berbelok-belok tajam sambil terus menanjak. Kendaraan bertenaga kuda kecil (1.000-1.300 cc) dengan jumlah penumpang banyak sebaiknya tak melewati jalur ini karena beberapa kali terjadi kendaraan yang merosot mundur karena tak kuat menanjak.

Jika melalui Garut, untuk melihat keunikan kawah kamojang, jalan yang harus ditempuh lebih landai sehingga relatif bisa dilalui kendaraan kelas apa pun. Jarak dari Kota Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.

Luas Taman Wisata Cagar Alam Kamojang sekitar 10 hektar, tetapi saat ini yang digunakan seluas 7,8 hektar. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya.

Masuk ke kawasan Kamojang tidak mahal, cukup dengan membayar Rp 5.000,- per orang. Berbeda dengan kawah seperti pada, Kawah Kamojang sangat berbeda. Kawah di sini sebetulnya adalah goa-goa tempat semburan uap panas dari perut bumi. Dari kejauhan, nampak semburan uap itu seperti ada yang sedang membakar sesuatu. Pengalaman berjalan di antara semburan uap panas bumi itulah yang akan Anda temui di Kamojang. Mendebarkan, menegangkan, sekaligus mengkhawatirkan, karena bisa saja tiba-tiba perut Bumi di bawah kita bergolak lebih giat sehingga memuntahkan isinya lebih banyak di permukaan.

Pada awal memasuki kawasan kawah kamojang, pemandangan yang tak biasa akan anda temui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Mereka adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power; dan disinilah untuk pertama kalinya, energi panas bumi dimanfaatkan (seperti yang diusulkan warga kebangsaan Belanda, JB Van Dijk pada tahun 1918) secara komersial (1983).

Jika menyusuri kawah kamojang lebih dalam lagi, maka anda menemui beberapa kawah lain misalnya kawah manuk, kawah kereta. Nama yang diberikan memiliki makna sendiri seperti kawah manuk yang dikarenakan beberapa lubang tersebut menghasilkan bunyi yang menyerupai suara burung manuk atau kawah kereta karena bunyinya seperti kereta (lebih mirip suara pesawat jet).

Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Disini anda akan bertemu dengan juru kunci yang bernama Koko. Pertama, ia meletakan botol aqua diatasnya lalu blung terpental seperti bola golf yang dipukul dengan keras-keras. Selanjutnya rokok (yang masih menyala) diletakan di atas lubang kawah tersebut. Hal menakutkan terlintas dalam pikiran yaitu meledak karena yang dimainkan adalah api, tapi yang terjadi adalah sumber gas seperti berpindah ke puntung rokoknya. Rasa tidak percaya dengan berjuta pertanyaan. Aksinya belum berakhir, Koko mengambil sebuah batang pohon kemudian mengarahkan arah gas tersebut. Ingin mencoba tapi tiada keberanian karena segalanya masih tak masuk logika.

Melanjutkan perjalanan dengan pendakian, kemudian melihat bebatuan yang disusun seperti kayu untuk api unggun. Disinilah, tempat untuk mandi sauna dengan kondisi alam terbuka yang disebut dengan kawah hujan. Koko sang juru kunci berkata mandi sauna di tempat ini dapat membantu menyembuhkan penyakit seperti stroke,jantung, influensa, kulit, rematik dan tekanan darah tinggi. Ketika melihat-lihat bebatuan tersebut, tiba-tiba uap keluar semakin besar (± 120 derajat celcius), kencang dan panas.

Jika ingin menikmati malam di tengah rimbunnya hutan sekitar kawah Kamojang, di sana hanya tersedia satu cottage berkamar satu, bertarif Rp 150.000 per malam. Namun, di sini Anda harus memasak makanan sendiri karena tak ada tempat makan yang buka pada malam hari. Kelompok-kelompok petualang muda bisa berkemah di Taman Wisata Kamojang.

Selain kawah-kawahnya yang mengagumkan, di sekitar Kamojang juga banyak satwa langka yang bisa dijumpai kalau Anda beruntung. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung. Jadi, bawalah teropong jika Anda ingin melihat satwa itu lebih dekat.

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang

Kawah Kamojang:
Kawah Kamojang
[Referensi: navigasi.net, sukrablog.blogspot.com, tempointeraktif.com, fieldtrip-harjo.blogspot.com]