Showing posts with label Maluku. Show all posts
Showing posts with label Maluku. Show all posts

Wednesday, 3 February 2016

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara

Pantai Ngurtafur terletak di Pulau Warbal, Kabupaten Maluku Tenggara. Pantai Ngurtafur memiliki keindahan yang sangat eksotis, uniknya lagi pantai ini memiliki hamparan pasir yang menjorok atau memanjang ke tengah lautan tanpa putus sepanjang 2 km dan lebar 7 meter.

Kalo kesini wajib bawa camera yg bisa super zoom biar bisa foto burung pelikan yg paruhnya terpanjang di dunia yang lagi berimigrasi dari Australia. Dan klo mau selfie sama burung ini kayaknya susah, sering kabur kalau kita mendekat.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara
photo: @ilhamarch

Jika kalian pengen kesini, pastinya kalian harus terlebih dahulu melakukan penerbangan ke Bandara Pattimura, Ambon, ibu kota Maluku. Dari bandara ini, ambil penerbangan ke Bandara Karel Sadsuitubun Ibra-Langgur dengan lama perjalanan sekira 1,5 jam. Pantai ini cukup jauh dari Kei kecil, pengunjung harus menyewa kapal motor dengan perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya sekitar Rp 850.000 kapasitas bisa 8 orang.

Pantai Ngurtafur - Pulau warbal - Maluku Tenggara


Kalian bisa meminta ibu-ibu di desa Warbal menyediakan goreng-gorengan, ikan bakar, enbal dll untuk menjadi bekal perjalanan kalian. Waktu terbaik untuk mengunjungi kepulauan Kei ialah pada bulan April hingga Mei dan Oktober hingga Desember. karena cuacanya cerah dan ombaknya cukup tenang.

source : http://www.barondamaluku.com/pantai-ngurtafur-pulau-warbal-maluku-tenggara/

Monday, 11 January 2016

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah
Photo : Fahrul Mahigan II
Danau Ninifala terletak di desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Danau Ninifala, yang terbentuk secara alami ini dipercaya sebagai Air Jodoh menurut masyarakat setempat yang di simbolkan melalui dua buah pohon yang hidup di dalam genangan air terus-menerus di tengah-tengah danau.

Danau Ninifala merupakan salah satu danau nan elok di bawah kaki gunung manusela, airnya yang berwarna kebiruan semakin memberikan sentuhan natural bagi danau ini selain itu danau tersebut juga terdapat semacam penguapan di atas permukaan air sehingga menambah kesan eksotis pada danau tersebut sehingga tak heran jika para wisatawan juga sering menamainya dengan sebutan danau di atas awan.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Untuk mencapai Piliana hanya bisa dilalui dengan jalan darat dan laut. Dari Ambon, ibu kota Maluku, harus menuju ke Masohi, ibu kota Kabupaten Seran Selatan(Tehoru-Telutih) menggunakan kapal cepat sekitar tiga jam. Perjalanan dilanjutkan ke Tehoru dengan mobil selama tiga jam. Lalu dari Tehoru menyeberang ke Desa Yaputih atau Desa Hatuh di Teluk Telutih menggunakan perahu ketinting.

Mencapai Desa Piliana bisa melalui Desa Yaputih melewati jalur setapak dari Desa Yaputih dengan lama perjalanan 3 jam dengan berjalan normal dan sesekali istirahat untuk melepas lelah. Untuk mencapai desa kelian harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dan akan meluap airnya bila terjadi hujan besar sehingga akses jalan tidak bisa dilewati. Beruntung apabila  tidak sedang menghadapi hujan sehingga aman dan lancar dalam menyeberangi sungai.

Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah

Desa Piliana memiliki ketinggian 1.280 meter (dpl) yang diidentikan sebagai “Desa di Atas Awan”. Pesona alamnya sangat menarik. Letaknya yang cukup tinggi menyebabkan hampir setiap hari kawasan ini disapu awan-awan tebal. Mungkin karena letaknya, Piliana juga disebut sebagai Pilianika yang dalam bahasa setempat berarti 'terang'.
Setelah sampai di desa Piliana maka anda harus minta izin terlebih dahulu pada tokoh masyarakat setempat apabila anda ingin mengunjugi air ninivala, utuk menujuh Danau Ninivala dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari setengah jam dari pemukiman desa Piliana. 

Untuk mencapai lokasi ini, kita melewati jalur setapak yang diapit semak-semak dan beberapa sungai yang arusnya cukup  deras. Saat tiba di lokasi, terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Jalur yang dikelilingi semak ternyata dapat mengantarkan ke danau kecil yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Air danau terlihat sangat jernih dan masih alami, terlihat tidak ada sampah di sekitar danau. Di pinggir atas danau telah dibangun beberapa walang-walang atau Saung yang dapat digunakan untuk beristrahat dan menikmati pemandangan indahnya Danau Ninivala. Saung tersebut dibuat oleh warga Piliana secara mandiri.

Telaga/Danau yang terletak di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah ini, belum banyak di ekspos oleh masyarakat di luar Kecamatan Tehoru. Tentunya sentuhan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah di harapkan mampu menjadikan wilayah Telaga Ninifala sebagai objek pariwisata baru di Maluku Tengah.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan

Belum banyak orang tahu tentang destinasi wisata yang satu ini. Nama nya Danau Tebing Makariki atau Sungai Makariki, terletak di antara Desa Yaputih dan Desa Hatu, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.
Tempat seindah ini sepertinya hanya untuk kalian petualang yang tangguh, karena untuk mencapai lokasi nya kalian harus menempuh jarak sekitar 3 km dengan berbagai medan yang terjal. Waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
Photo By : Fahrul Mahigan
Warna air nya sebening lautan mengharu biru, tebing - tebing menambah pesona keindahan tempat ini. Jika kalian yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya membawa balsem, soal nya suhu di sini mencapai 0,2° celcius.
Rute perjalanan nya yaitu kalau kalian dari Liang - Waipirit ambil jalur ke Selatan lewat Masohi - Tamilouw - Tehoru - Hatu Kalau sampai di Hatu bisa sekalian lihat Air Ninivala dijamin gak bakal manyasal.

Thursday, 25 June 2015

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon
(by: lostpacker.com)
Jika Anda berkunjung ke Ambon, jangan hanya menikmati keindahan pantai dan lautnya saja. Karena di Pulau Ambon terdapat banyak sekali wisata alam yang perlu Anda kunjungi, salah satunya yaitu Permandian Air Panas di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.


Desa Tulehu berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Ambon, Anda dapat mencapainya dengan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam perjalanan. Jalanya yang begitu berkelok-kelok mengitari kota Ambon, pantai pantai di Laut Banda menambah indah perjalan menuju ke Desa Tulehu.

Air panas di Desa Tulehu ini mempunyai khasiat, yaitu dapat menjadi terapi kesehatan dan juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit, itu menurut beberapa pengunjung yang sering datang ke pemandian air panas ini. Selain dapat menyembuhkan, Anda pasti akan merasa segar dan pulih dari kepenatan setelah berendam di air panas Desa Tulehu.

Pemandian Air Panas Hatuasa - Desa Tulehu - Ambon

Menurut warga setempat, pemandian air panas ini berawal ketika seorang purnawiran TNI, Haji Muhammad Nahumaruri berniat membuka kebun pohon sagu di area tanah miliknya pada tahun 1990-an. Namun ketika membuka lahan dengan menggali tanah, munculah uap air panas, sejak saat itu lah beliau membuka pemandian air panas di Desa Tulehu yang di beri nama Hatuasa.

Nama Hatuasa di ambil dari bahasa Ambon, yaitu Hatu berarti Batu, sedangkan Asa berarti Gosok. Suhu air panas di kolam pemandian ini mencapai 50-70 celcius, Selain titik air panas di Hatuasa, sebenarnya masih ada 13 titik air panas di Desa Tulehu, yakni ada 4 titik air panas di Pantai Batu Kuda, 2 titik di Desa Mokeng, 1 titik di hutan Sila, Dusun Sila, Tulehu dan tempat tempat lainnya.

Untuk biaya masuknya terbilang sangat murah yaitu Rp.5.000.00/kepala untuk orang dewasa sedangkan untuk anak anak Rp.2.500/kepala. Waktu berkunjung, sebaiknya pada saat malam hari yaitu diantara jam 22:00 - 03:00 WIT. Karena semakin malam udara semakin dingin, maka perbedaan suhu tersebut dapat membuat tubuh relaks dengan cepat.


Selain itu, jika bosan berendam Anda dapat menggunakan fasilitas karoke yang disiapkan pengelola. Cukup dengan membayar Rp. 2.500/lagu, Anda dapat menyanyi lagu yang beragam, mulai dari Pop Ambon hingga Dangdut. Untuk Anda ketahui, masyarakat di Ambon dan Maluku memiliki kegemaran menyanyi, makanya suara mereka sangat khas dan lebut. #AyoKeMaluku


referensi:
www.telusurindonesia.com
inisayadanhidupsaya.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com


Tuesday, 16 June 2015

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas

Masjid Al Munawwaroh | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid Raya Al Munawwar di bangun pada pertengahan tahun 2003, dan baru di resmikan pada 6 Agustus 2010. Masjid ini terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan ikon kota Ternate dan menjadi kebanggan warganya.


Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid ini berdiri di bibir pantai Swering Gamalama, dengan mempunyai empat buah tiang menara, dimana dua di antara-nya berada di darat, dan dua menara terendam di laut. Karena hal tersebut Masjid Raya Al Munawwar sering disebut Masjid terapung. Saat Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui sisi bangunan masjid ini. Suara air laut menambah khusyu-nya orang-orang yang sedang beribadah didalamnya.

Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.


Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Di sisi lain dari Masjid Raya Al Munawwar, Anda bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama yang begitu hijau. Beribadah di masjid ini seakan membuat Anda merasa ada di perbatasan antara tiga alam : air, laut, dan udara. #AyoKeMaluku #AyoKeTernate


referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
t-baronda.blogspot.com